Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10 WIB
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Yoga)
  • Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan belum ada keputusan final mengenai kenaikan tarif Transjakarta sebesar Rp3.500.
  • Subsidi Transjakarta di APBD 2026 dipangkas menjadi Rp3,7 triliun, padahal idealnya butuh Rp4,8 triliun.
  • Pemprov DKI berencana menutup kekurangan dana Rp1,1 triliun melalui pengajuan di APBD Perubahan 2026.

Suara.com - Nasib tarif ikonik Transjakarta sebesar Rp3.500 kini berada di ujung tanduk. Di tengah sinyal kuat potensi kenaikan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo akhirnya buka suara dan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final yang diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Pernyataan Pramono ini disampaikan untuk meredam spekulasi yang semakin liar di kalangan masyarakat, terutama para pengguna setia layanan bus rapid transit (BRT) andalan ibu kota tersebut.

"Untuk hal yang berkaitan dengan Transjakarta, kan belum ada pembahasan secara khusus mengenai naik atau tidak naik," ujar Pramono saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/1/2026) pagi.

Gubernur Pramono menekankan bahwa ia sendiri yang akan mengumumkan secara langsung kepada publik jika ada perubahan kebijakan terkait tarif.

"Sedangkan untuk tarif transportasi, terutama Transjakarta, pada saatnya saya akan umumkan sendiri," ujar dia sebagaimana dilansir Antara.

Namun, di balik pernyataan gubernur yang terkesan menenangkan, data anggaran berbicara lain. Akar dari spekulasi kenaikan tarif ini ternyata berasal dari adanya pemangkasan signifikan pada alokasi dana subsidi atau Public Service Obligation (PSO) untuk Transjakarta dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026.

Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, membeberkan data krusial yang menjadi pangkal persoalan.

Menurutnya, subsidi untuk Transjakarta pada APBD murni 2026 disepakati sebesar Rp3,7 triliun. Angka ini jelas lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran pada tahun 2025 yang mencapai sekitar Rp4,1 triliun.

Masalahnya, untuk mempertahankan kualitas dan kuantitas layanan yang sama seperti tahun 2025, Transjakarta sebenarnya membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar, yakni sekitar Rp4,8 triliun. Artinya, ada selisih atau kekurangan anggaran sebesar Rp1,1 triliun yang harus dicarikan solusinya.

Kekurangan dana inilah yang memunculkan dua pilihan pahit bagi Pemprov DKI dan warga Jakarta.

“Kalau anggarannya hanya Rp3,7 triliun, maka ada dua pilihan, layanannya turun atau layanannya berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan,” kata Nirwono pada Kamis (8/1).

Opsi "layanan turun" bisa berarti pengurangan jumlah bus yang beroperasi, penambahan waktu tunggu (headway) di halte, hingga pemangkasan rute-rute yang dianggap tidak profitabel. Skenario ini jelas akan menjadi mimpi buruk bagi jutaan komuter yang mengandalkan Transjakarta setiap harinya.

Untuk menghindari skenario terburuk tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan rencana cadangan. Nirwono menjelaskan bahwa kekurangan anggaran akan diusulkan untuk ditutup melalui APBD Perubahan (APBD-P).

“Selisih anggaran sekitar Rp1,1 triliun akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, sehingga layanan Transjakarta tetap sama dengan 2025 sampai akhir tahun,” ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar

Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar

News | Minggu, 11 Januari 2026 | 13:27 WIB

AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam

AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:11 WIB

60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari

60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 21:49 WIB

Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak

Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 19:34 WIB

Tuai Polemik, Pramono Anung Pasang Badan Soal Pembangunan JPO Sarinah: Untuk Difabel

Tuai Polemik, Pramono Anung Pasang Badan Soal Pembangunan JPO Sarinah: Untuk Difabel

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:57 WIB

Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza

Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:09 WIB

Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029

Gubernur Pramono Targetkan PAM Jaya IPO di 2027 dan Layani 100 Persen Warga pada 2029

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 10:10 WIB

Terkini

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari

News | Senin, 13 April 2026 | 17:15 WIB

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!

News | Senin, 13 April 2026 | 17:10 WIB

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:05 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama

News | Senin, 13 April 2026 | 17:03 WIB

Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung

Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung

News | Senin, 13 April 2026 | 16:52 WIB

Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?

Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?

News | Senin, 13 April 2026 | 16:49 WIB

Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!

Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!

News | Senin, 13 April 2026 | 16:48 WIB

Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total

Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total

News | Senin, 13 April 2026 | 16:47 WIB

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

Apa Itu Blanket Overflight? Berbahaya Bagi Kedaulatan RI, Rumornya Bakal Diteken Menhan

News | Senin, 13 April 2026 | 16:35 WIB

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

Proyek Pedestrian Rasuna Said Mulai Bikin Macet, Pramono: Nggak Mungkin Bangun Tidak Ada Efek

News | Senin, 13 April 2026 | 16:32 WIB