Biaya Sewa Kios Pasar Pramuka Naik 4 Kali Lipat, Pramono Anung Janji Tak Ada Penggusuran!

Erick Tanjung, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 Oktober 2025 | 22:14 WIB
Biaya Sewa Kios Pasar Pramuka Naik 4 Kali Lipat, Pramono Anung Janji Tak Ada Penggusuran!
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pramuka, Efaldi di Balai Kota, Kamis (9/10/2025). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Pramono Anung menjamin tidak akan ada penggusuran terhadap para pedagang di Pasar Pramuka.
  • Pramono menerima audiensi dari Himpunan Pedagang Pasar Pramuka yang mengeluhkan rencana kenaikan biaya sewa kios pasca-revitalisasi.
  • Pramono akan mengawasi langsung proses negosiasi antara pedagang dengan Perumda Pasar Jaya untuk mencari solusi terbaik.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjamin tidak akan ada penggusuran terhadap para pedagang di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Jaminan ini diberikan setelah ia menerima audiensi dari Himpunan Pedagang Pasar Pramuka yang mengeluhkan rencana kenaikan biaya sewa kios pasca-revitalisasi yang dinilai melonjak hingga empat kali lipat.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pramuka, Efaldi, menjelaskan bahwa sebelum rencana renovasi, biaya sewa kios hanya sekitar Rp 5 juta per tahun. Jika dihitung untuk 20 tahun, totalnya adalah Rp 100 juta.

"Kemudian sekarang ditetapkan harga Rp 425 juta per kios untuk 20 tahun," ujar Efaldi di Balai Kota, Kamis (9/10/2025).

Kenaikan drastis ini dinilai sangat memberatkan dan tidak sebanding dengan kemampuan pedagang kecil. Para pedagang pun mengajukan penawaran baru.

"Kami minta dinego Rp 250 juta per kios di lantai dasar dan Rp 200 juta di lantai satu untuk per 20 tahun," jelasnya.

Audiensi dengan Gubernur ini menjadi langkah penting bagi para pedagang, terutama setelah mereka menerima surat peringatan ketiga dari pengelola yang memicu kekhawatiran adanya penggusuran paksa.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho Putra, yang juga bertindak sebagai kuasa hukum pedagang, menyatakan bahwa Gubernur Pramono telah memberikan jaminan yang menenangkan.

"Alhamdulillah, Pak Gubernur menjamin tidak ada penggusuran. Beliau juga meminta agar dibuka ruang lagi untuk negosiasi," ujar Gugum usai pertemuan.

Pramono disebut berkomitmen untuk mengawasi langsung proses negosiasi antara pedagang dengan Perumda Pasar Jaya untuk mencari solusi terbaik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ragunan Buka hingga Malam Hari, Pramono Anung: Silakan Pacaran Baik-Baik

Ragunan Buka hingga Malam Hari, Pramono Anung: Silakan Pacaran Baik-Baik

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 21:22 WIB

Ragunan Uji Coba Buka Malam Mulai Akhir Pekan Ini, Gubernur Pramono: Boleh Olahraga hingga Pacaran

Ragunan Uji Coba Buka Malam Mulai Akhir Pekan Ini, Gubernur Pramono: Boleh Olahraga hingga Pacaran

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 18:09 WIB

Soal Pemangkasan Dana Transfer, Pramono Pilih Cari 'Creative Financing' Ketimbang Protes ke Kemenkeu

Soal Pemangkasan Dana Transfer, Pramono Pilih Cari 'Creative Financing' Ketimbang Protes ke Kemenkeu

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:21 WIB

Terkini

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru

Health | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:01 WIB

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 18:00 WIB

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:49 WIB

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

15 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Kena OTT KPK, Ongkos Politik Mahal Jadi Pemicu?

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:39 WIB

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Membaca, Menunda, Lupa: Ketika Balasan Chat Hanya Berakhir di Kepala

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:30 WIB

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Dompet Karyawan Alfamart Dicuri, Polisi Lampung Utara Temukan Fakta Tak Terduga Saat Tangkap Pelaku

Lampung | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:21 WIB

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:18 WIB

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:15 WIB

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Dicap Penakut karena Inggris Parkir Bus Lawan Argentina, Thomas Tuchel: Saya Tak Menyesal

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:10 WIB

×