84 Persen Terumbu Karang Dunia Sudah Memutih, Ilmuwan: Waktu Kita Hampir Habis

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:57 WIB
84 Persen Terumbu Karang Dunia Sudah Memutih, Ilmuwan: Waktu Kita Hampir Habis
Ilustrasi Terumbu karang yang terancam punah. [Daily Mail]
baca 10 detik
  • Pemanasan global kini bergerak lebih cepat dari perkiraan ilmuwan. Bumi berada di ambang batas paling berbahaya dan ekosistem mulai runtuh.

  • Laporan Global Tipping Points menunjukkan Amazon, arus laut Atlantik, dan terumbu karang dunia sedang menuju titik kritis.

  • Suhu global sudah naik hingga 1,4°C dan 84 persen terumbu karang memutih. Energi terbarukan jadi satu-satunya harapan untuk memperlambat krisis.

Suara.com - Pemanasan global yang terjadi saat ini bergerak jauh lebih cepat dari yang pernah diperkirakan sebelumnya. Para ilmuwan memperingatkan bahwa saat ini bumi tengah di fase ambang batas paling berbahaya, di mana terumbu karang dunia tengah menghadapi kematian yang nyaris tak bisa dipulihkan lagi. Kondisi ini menggambarkan sebagai “titik kritis” pertama dalam keruntuhan besar ekosistem akibat perubahan iklim.

Peringatan tersebut tercetus dalam laporan “Global Tipping Points” yang merupakan hasil riset kolaboratif dari 160 peneliti internasional.

Laporan ini menggabungkan temuan ilmiah terbaru untuk memetakan kapan sistem alam Bumi bisa kehilangan keseimbangannya secara permanen. Penerbitan laporan ini akan dibawa sebelum Konferensi Iklim Dunia COP30 dimulai.

Terumbu karang yang terancam punah. [Daily Mail]
Terumbu karang yang terancam punah. [Daily Mail]

Menurut laporan tersebut, hutan hujan Amazon terancam runtuh lebih cepat dari dugaan setelah suhu global melewati kenaikan 1,5°C akibat penggundulan hutan yang terus terjadi mempercepat proses pemanasan, sehingga batas aman ekosistem Amazon direvisi menjadi lebih rendah dari perkiraan semula.

Tak hanya daratan, lautan pun turut berisiko. Para ilmuwan menyoroti potensi gangguan pada Sirkulasi Arus Laut Atlantik (AMOC). Karena sistem arus besar inilah yang menjaga kestabilan suhu di Eropa utara, jika arus tersebut melambat atau berhenti maka konsekuensinya bisa mengguncang iklim global, memicu cuaca ekstrem, dan mengubah pola musim di banyak wilayah dunia.

“Perubahan sedang berlangsung dengan sangat cepat  dan sayangnya, di beberapa bagian alam, prosesnya sudah tak bisa dibalik,” ujar Tim Lenton, pakar lingkungan dari Universitas Exeter sekaligus penulis utama laporan tersebut.

Meski situasinya terasa suram dan putus asa, Lenton menegaskan masih ada secercah harapan bagi bumi. Tahun ini, untuk pertama kalinya, energi terbarukan berhasil melampaui batu bara sebagai sumber listrik terbesar di dunia. Data dari lembaga riset energi Ember menunjukkan pergeseran besar menuju sistem energi bersih tengah benar-benar terjadi.

“Tidak ada yang ingin menyerah di tengah krisis, kita masih punya sedikit kekuatan untuk mengubah arah.” ujar Lenton. Ia dan para ilmuwan lain menyerukan agar negara-negara yang tergabung dalam COP30 mempercepat penghapusan bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon yang menjadi biang pemanasan global.

Kini dalam dua tahun terakhir, Bumi mencatat rekor suhu terpanas sepanjang sejarah. Rata-rata suhu globalnya kini telah meningkat 1,3 hingga 1,4°C dibanding masa pra-industri, menurut data badan ilmiah PBB dan Uni Eropa.

baca juga

Kenaikan suhu ini menyebabkan gelombang panas laut masif, yang membuat sekitar 84 persen terumbu karang dunia memutih dan sebagian mati. Padahal, terumbu karang menjadi rumah bagi seperempat kehidupan laut di planet ini.

Para ilmuwan memperingatkan, untuk memberi kesempatan bagi karang dan ekosistem laut untuk pulih, suhu global harus kembali turun hingga mendekati 1°C di atas level pra-industri. Tanpa langkah drastis, efek domino dari kerusakan ini akan terus meluas.

“Laporan ini menegaskan satu hal bahwa dari tahun ke tahun, cakupan dan dampak buruk perubahan iklim terus meningkat  dan waktu untuk bertindak semakin sempit,” ujar  Pep Canadell, ilmuwan senior di Pusat Ilmu Iklim CSIRO Australia.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global

Badai Api Mengguncang Bumi: Tantangan Baru Ilmuwan di Era Pemanasan Global

News | Senin, 06 Oktober 2025 | 11:35 WIB

Amazon Tutup Seluruh Toko Swalayan, Apa Penyebabnya?

Amazon Tutup Seluruh Toko Swalayan, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 24 September 2025 | 10:22 WIB

Sinopsis Film Korea Amazon Bullseye, Ryu Seung-ryong Jadi Pelatih Tim Panahan

Sinopsis Film Korea Amazon Bullseye, Ryu Seung-ryong Jadi Pelatih Tim Panahan

Entertainment | Kamis, 18 September 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×