Dana DKI Jakarta Rp14,6 Triliun Mengendap di Bank: Gubernur Pramono Ungkap Alasannya!

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:05 WIB
Dana DKI Jakarta Rp14,6 Triliun Mengendap di Bank: Gubernur Pramono Ungkap Alasannya!
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Fakhri)
  • Gubernur DKI akui temuan Menkeu Purbaya mengenai dana Pemprov DKI sebesar Rp14,6 triliun yang mengendap di bank. 
  • Pramono menegaskan dana tersebut sengaja disiapkan untuk membayar berbagai proyek pembangunan yang jatuh tempo pada akhir tahun.
  • Pramono bilang pengendapan dana tersebut disebabkan oleh pola belanja APBD DKI yang cenderung melonjak signifikan di penghujung tahun.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, membenarkan temuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai dana Pemerintah Provinsi DKI sebesar Rp14,6 triliun yang masih tersimpan di bank. Pramono menegaskan dana tersebut sengaja disiapkan untuk membayar berbagai proyek pembangunan yang jatuh tempo pada akhir tahun.

"Apa yang disampaikan oleh Bapak Menteri Keuangan, Pak Purbaya, mengenai dana Rp14,6 triliun milik Pemda DKI yang ada di Bank Jakarta, itu betul 1.000 persen," kata Pramono saat ditemui di kawasan Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Pramono menjelaskan, pengendapan dana tersebut disebabkan oleh pola belanja APBD DKI yang cenderung melonjak signifikan di penghujung tahun, sebuah tren yang menurutnya sudah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Pola pembayaran APBD Jakarta memang biasanya terjadi pelonjakan di akhir tahun. Dana itulah yang kita persiapkan untuk pembayaran-pembayaran di akhir November dan Desember ini," jelasnya.

Ia mencontohkan, realisasi belanja pada akhir 2023 mencapai sekitar Rp16 triliun dan pada 2024 sebesar Rp18 triliun.

Dia memastikan dana yang saat ini parkir di bank akan mulai dicairkan pada November dan Desember mendatang, dengan nominal serapan yang diperkirakan sama dengan pola tahun-tahun sebelumnya.

Meskipun menjadi sorotan, Pramono menekankan bahwa kondisi keuangan DKI Jakarta tetap sehat, didukung oleh pendapatan pajak daerah yang telah melampaui target.

"Anggaran itu dipastikan akan digunakan untuk melakukan pembayaran pembangunan Jakarta," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lambatnya penyerapan anggaran oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia, dengan total dana mengendap mencapai Rp234 triliun per akhir September 2025. Dari jumlah tersebut, DKI Jakarta tercatat sebagai daerah dengan saldo terbesar, yakni Rp14,6 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disuruh Prabowo Pindahkan Uang Korupsi Rp 13,2 T, Purbaya: LPDP Uangnya Masih Kebanyakan

Disuruh Prabowo Pindahkan Uang Korupsi Rp 13,2 T, Purbaya: LPDP Uangnya Masih Kebanyakan

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:40 WIB

Baru Sebulan Lebih Jabat Menkeu, Purbaya Dianggap Berkinerja Baik, Apa Rahasianya?

Baru Sebulan Lebih Jabat Menkeu, Purbaya Dianggap Berkinerja Baik, Apa Rahasianya?

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:15 WIB

Menkeu Purbaya Ungkap Nasib Insentif Mobil, Singgung Kesiapan Industri Otomotif

Menkeu Purbaya Ungkap Nasib Insentif Mobil, Singgung Kesiapan Industri Otomotif

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 19:01 WIB

Terkini

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:24 WIB

Prabowo Minta Maaf Proses Dubes Negara Sahabat Molor, Wamenlu: Jadwal Presiden Padat

Prabowo Minta Maaf Proses Dubes Negara Sahabat Molor, Wamenlu: Jadwal Presiden Padat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:21 WIB

Pemerintah Hormati dan Tindak Lanjut Pemecatan Ketua Ombudsman Hery Susanto

Pemerintah Hormati dan Tindak Lanjut Pemecatan Ketua Ombudsman Hery Susanto

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:14 WIB

Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Klaim Prabowo Punya 108 Jawaban untuk Indonesia

Istana Rilis Buku Presiden Solusi, Klaim Prabowo Punya 108 Jawaban untuk Indonesia

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 07:06 WIB

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

Wamensos Minta Aceh Utara Penuhi Syarat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:44 WIB

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

Di Aceh, Ratusan Calon Siswa Terjangkau Masuk Sekolah Rakyat

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:40 WIB

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

Ungkit Jasa Misi PBB, 4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Minta Hukuman Ringan

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:18 WIB

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

Pemerintah Pusat dan DPR RI Sepakati Pengelolaan ASN Harus Selaras dengan Kesiapan Fiskal Daerah

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:15 WIB

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

Pastikan MBG Berbasis Sains, Nanik S Deyang Rekrut Profesor Gizi Masuk Jajaran BGN

News | Senin, 08 Juni 2026 | 21:02 WIB

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

Otto Hasibuan Digugat! Jabatan Wamenko dan Ketum PERADI Dinilai Tabrak Putusan MK

News | Senin, 08 Juni 2026 | 20:54 WIB