Agar Tak Senasib Timor-Esemka: Mobil Nasional Ala Prabowo Harus Bebas Politik, Kualitas Nomor Wahid

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 22 Oktober 2025 | 14:21 WIB
Agar Tak Senasib Timor-Esemka: Mobil Nasional Ala Prabowo Harus Bebas Politik, Kualitas Nomor Wahid
Kolase foto mobil Maung Garuda dan Esemka. [Ist]
baca 10 detik
  • Menurutnya, Prabowo tidak akan membangun mobil nasional ke depan seperti halnya Esemka.
  • Menteri Agus mengaku sudah mengusulkan agar program mobil nasional masuk dalam daftar PSN, namun hal itu tidak cukup.
  • Yannes berkeyakinan Prabowo akan lebih hati-hari dalam memulai langkah awal membangun mobil buatan dalam negeri.

Suara.com - Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan pemerintah untuk segera membuat peta jalan dan meninggalkan keterkaitan dengan politik dalam mewujudkan impian Indonesia memiliki mobil nasional.

Menurutnya, hal itu penting menjadi landasan sebelum Indonesia memulai produksi mobil buatan dalam negeri.

Ia mengingatkan agar mobil nasional ke depan tidak mengulangi nasib pendahulunya, semisal Timor dan Esemka.

"Akibat proteksionisme eksklusif untuk Timor yang berujung kita disidang di abiterase WTO, lalu untuk Esemka minim alih teknologi, dan keterkaitan politik Esemka yang mengubur proyek ini saat rezim berubah," kata Yannes kepada Suara.com, Rabu (22/10/2025).

Kekinian, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku sudah mengusulkan agar program mobil nasional masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), namun hal itu tidak cukup.

Yannes mengatakan perlu dilakukan koordinasi lintas kementerian terkait kesiapan Indonesia dari sisi kapasitas teknis rekayasa kendaraan sebelum mulai produksi mobil nasional.

"Semua ini haruslah segera dipetakan ulang seluruhnya demi memastikan tingkat kematangannya dan seperti apa mitigasinya," kata Yannes.

Yannes berkeyakinan Prabowo akan lebih hati-hari dalam memulai langkah awal membangun mobil buatan dalam negeri.

Menurutnya, Prabowo tidak akan membangun mobil nasional ke depan seperti halnya Esemka.

baca juga

"Presiden Prabowo tentunya akan menghindari ide mobil nasional yang identik dengan Esemka, produk rebadging tanpa uji ketat dan terkesan sebagai proyek pencitraan ya," kata Yannes.

Kunci Keberhasilan

Yannes mengatakan ada dua kunci keberhasilan untuk membangkitkan mobil nasional dalam tiga tahun. Pertama, ide membangun mobil nasional harus dilepaskan dari narasi sebagai proyek presiden dan netral dari urusan politik.

"Ide besar ini harus melepaskan narasi proyek presiden dan segera transformasikan idea mobil nasional menjadi roadmap kebijakan industri jangka panjang yang netral secara politik," kata Yannes.

"Seperti Roadmap EV Nasional 2025-2045, dengan keterlibatan konsorsium transparan (BUMN dengan kualifikasi SDM-nya yang kompeten, startup lokal untuk industri parts tier 3 dan 2 yang berkualitas, mitra global yang siap tidak terikat kaku dengan prinsipal brand luar negeri)," sambungnya.

Prabowo (Dok. Sekretariat Negara)
Presiden Prabowo (Dok. Sekretariat Negara)

Hal kedua yang menjadi kunci penting ialah utamakan kualitas mobil dinas. Yannes mengatakan kualitas harus di atas nasionalisme

"Mulai memprioritaskan kualitas di atas nasionalisme. Perlu segera melakukan uji ketat minimal 2–3 tahun di sistem yang terkontrol dan dilakukan update untuk setiap hal yang perlu mitigasi segera, misalnya pada armada pemerintah sebelum melakukan ekspansi ke pasar umum," kata dia.

"Serta pastikan kebijakan insentif ini berlaku untuk semua produsen yang ada di Indonesia, bukan hanya satu merek yang kelak akan dibuat, agar sesuai aturan WTO sehingga kasus Timor tempo hari tidak terulang lagi," Yannes menambahkan.

Selain dua hal tersebut, Yannes menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah, baik dari sisi anggaran maupun data kualitas mobil nasional. Dua poin tersebut yang perlu secara terbuka dipublikasikan.

"Yang tak kalah penting, pemerintah saat ini harus lebih transparan dalam penggunaan anggaran dan publikasi data kualitas, misalnya jika kita memutuskan mengembangkan EV, informasikan hasil tes baterai, keandalan dan lain sebagainya, agar dapat menghindari gugatan hukum seperti kasus Esemka," kata Yannes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sentil Kesejahteraan Ojol, Bos GoTo Bilang Begini

Prabowo Sentil Kesejahteraan Ojol, Bos GoTo Bilang Begini

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:25 WIB

Kasus CPO, Jaksa Agung: Kalau Semua Uang Dihadirkan, Ruangan Takkan Cukup!

Kasus CPO, Jaksa Agung: Kalau Semua Uang Dihadirkan, Ruangan Takkan Cukup!

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:41 WIB

Prabowo Isyaratkan Maung MV3 Kurang Nyaman untuk Mobil Kepresidenan, Akui Kangen Naik Alphard

Prabowo Isyaratkan Maung MV3 Kurang Nyaman untuk Mobil Kepresidenan, Akui Kangen Naik Alphard

Otomotif | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:16 WIB

Siang Ini Prabowo Terima Kunjungan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa, Malam Hari Gelar Jamuan Makan

Siang Ini Prabowo Terima Kunjungan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa, Malam Hari Gelar Jamuan Makan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Sebut Program MBG Terlalu Dipaksakan, Ray Rangkuti Kuliti Setahun Kinerja Prabowo-Gibran

Sebut Program MBG Terlalu Dipaksakan, Ray Rangkuti Kuliti Setahun Kinerja Prabowo-Gibran

Video | Rabu, 22 Oktober 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

Perang Iran Belum Selesai, Trump Kini Tantang Rusia dan China hingga Ancam Putin

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:30 WIB

Lawan Tren "Dongle Fatigue": Tecno Meluncurkan Megabook K14S dengan 9 Port Lengkap dan Bodi Tipis

Lawan Tren "Dongle Fatigue": Tecno Meluncurkan Megabook K14S dengan 9 Port Lengkap dan Bodi Tipis

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:12 WIB

Review Drama Shine on Me, Perjalanan Move On sampai Menemukan Cinta Baru

Review Drama Shine on Me, Perjalanan Move On sampai Menemukan Cinta Baru

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:05 WIB

4 Body Lotion dengan Shea Butter untuk Kulit Kering saat Cuaca Berangin, Mulai Rp24 Ribuan

4 Body Lotion dengan Shea Butter untuk Kulit Kering saat Cuaca Berangin, Mulai Rp24 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:04 WIB

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:02 WIB

Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?

Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:00 WIB

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Cuaca Tak Menentu Jadi Momok Petani Rumput Laut Nunukan

Foto | Sabtu, 25 Juli 2026 | 09:00 WIB

Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat

Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:57 WIB

OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal

OJK Integrasikan APPK dan IASC untuk Lindungi Nelayan dari Teror Pinjol Ilegal

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:48 WIB

Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara

Palsukan Dokumen Sporadik Tanah, Pria di Bandar Lampung Masuk Penjara

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:48 WIB

×