MBG 2025 Berantakan, Kritik Pedas Netizen Bandingkan dengan PMTAS di Era Orde Baru

Yohanes Endra, Ismail

Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:25 WIB
MBG 2025 Berantakan, Kritik Pedas Netizen Bandingkan dengan PMTAS di Era Orde Baru
MBG dibandingkan dengan program yang sama di era Soeharto (Instagram)
baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025 dikritik publik karena dinilai berantakan dalam pelaksanaannya.

  • Warganet membandingkan MBG dengan program PMTAS era Orde Baru yang lebih menekankan bahan pangan lokal.

  • Kritik menyerukan evaluasi menyeluruh agar MBG lebih aman, efisien, dan memberdayakan ekonomi daerah.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak awal tahun 2025 terus menjadi sorotan publik.

Bahkan seorang pengguna media sosial dengan akun @honeyliwe mengkritik dan membandingkan pelaksanaan MBG dengan program serupa di era Orde Baru, yaitu Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS).

Dalam video tersebut, pemilik akun @honeyliwe mengkritik program MBG 2025 yang dinilainya berantakan. Dia juga mempertanyakan mengapa pemerintah tidak belajar dari program serupa  yang sempat ada di era orde baru.

Unggahan tersebut menyoroti lima keunggulan PMTAS yang seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi pelaksanaan MBG saat ini.

"MBG 2025 kok seberantakan ini? Masa nggak bisa belajar? Hampir 30 tahun kok malah makin mundur?" tulis @honeyliwe dalam keterangannya, sambil menyerukan evaluasi bahkan moratorium terhadap program MBG.

Program MBG, yang diresmikan pada 6 Januari 2025, merupakan salah satu program unggulan pemerintah dengan anggaran mencapai Rp 71 triliun.

Dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN), program ini menargetkan jutaan penerima manfaat, mulai dari anak sekolah, ibu hamil, hingga balita, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas gizi dan menggerakkan ekonomi lokal.

Namun, dalam pelaksanaannya, program ini menuai berbagai kritik. Salah satu yang paling disorot adalah beberapa kasus keracunan makanan yang menimpa siswa di berbagai daerah.

Selain itu, menu makanan yang disajikan juga menjadi perdebatan, karena dinilai kurang memanfaatkan bahan pangan lokal dan tidak sesuai dengan kearifan pangan nusantara, seperti penyajian burger atau spageti.

baca juga

Kritik inilah yang kemudian dikaitkan dengan PMTAS, program yang digagas Presiden Soeharto pada dekade 1990-an.

Berdasarkan catatan sejarah, PMTAS secara eksplisit menekankan penggunaan bahan hasil pertanian setempat dan melarang penggunaan produk pabrikan atau industri.

Hal ini sejalan dengan poin pertama yang diangkat dalam video viral tersebut, yakni keharusan menggunakan bahan pangan lokal untuk memberdayakan petani dan menjaga ketahanan pangan daerah.

Video tersebut juga menyoroti strategi implementasi PMTAS yang tidak langsung berskala nasional.

Program tersebut dimulai sebagai proyek percontohan di 11 provinsi tertinggal sebelum diperluas. Pendekatan bertahap ini dianggap lebih terukur dan efisien dalam pengelolaan anggaran serta evaluasi.

Menu MBG dari SPPG Wirobrajan yang dibagikan ke SMAN 1 Yogyakarta, Kamis (16/10/2025). [Kontributor/Putu]
MBG dibandingkan dengan program yang sama di era Soeharto [Kontributor/Putu]

Lebih lanjut, @honeyliwe mengingatkan pentingnya pelibatan ahli gizi dan kader kesehatan lokal seperti Posyandu dan Puskesmas, sebuah aspek yang kuat dalam struktur PMTAS yang melibatkan PKK dan lembaga desa.

Program PMTAS juga terintegrasi dengan program kesehatan lain, seperti pemberian obat cacing dan tablet penambah darah, untuk memastikan gizi yang diberikan dapat terserap maksimal oleh tubuh anak.

Dari sisi pendanaan, video tersebut menyebut adanya kolaborasi, termasuk dukungan dari lembaga internasional seperti UNICEF pada masa PMTAS. Sementara itu, MBG yang bersumber dari APBN dinilai perlu dievaluasi efektivitasnya.

Meskipun PMTAS juga tidak sempurna dan diwarnai isu korupsi serta kasus keracunan,  banyak pihak menilai semangat dan konsep dasarnya masih sangat relevan.

Seruan untuk mengevaluasi MBG 2025 menggema, dengan harapan pemerintah dapat belajar dari masa lalu untuk memperbaiki tata kelola program.

Selain itu MBG memastikan keamanan pangan, serta mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi lokal demi masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tragedi Udayana: Mahasiswa Tewas Lompat dari Lantai 4, Chat Olok-olok BEM Viral Jadi Sorotan

Tragedi Udayana: Mahasiswa Tewas Lompat dari Lantai 4, Chat Olok-olok BEM Viral Jadi Sorotan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:37 WIB

Viral! Suami di Aceh Ceraikan Istri 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Baju Dinas Dibeli dari Jual Cabai

Viral! Suami di Aceh Ceraikan Istri 2 Hari Jelang Dilantik PPPK, Baju Dinas Dibeli dari Jual Cabai

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:28 WIB

Viral Cerai Jelang Pelantikan PPPK, Berapa Gaji Suami Melda Safitri?

Viral Cerai Jelang Pelantikan PPPK, Berapa Gaji Suami Melda Safitri?

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 09:33 WIB

Melda Safitri Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK: Sudah Temani Berjuang dari Nol

Melda Safitri Diceraikan Suami Jelang Pelantikan PPPK: Sudah Temani Berjuang dari Nol

Lifestyle | Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Jeritan Hati Wanita yang Dilarang Menikah Ibunya Sendiri, Terhalang Tembok yang Tinggi!

Jeritan Hati Wanita yang Dilarang Menikah Ibunya Sendiri, Terhalang Tembok yang Tinggi!

Entertainment | Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:00 WIB

Drama Rumah Mewah Berujung Ricuh, Mertua Usir Menantu di Bone, Rebutan Harta Gono-gini?

Drama Rumah Mewah Berujung Ricuh, Mertua Usir Menantu di Bone, Rebutan Harta Gono-gini?

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:07 WIB

Terkini

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Dominasi Lapangan, SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi Jadi Juara AXIS Nation Cup 2026

Jogja | Minggu, 01 November 2026 | 17:12 WIB

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Kota Pelajar untuk Perantau, 32 Ribu Anak Malang Justru Tidak Sekolah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:10 WIB

×