Said Didu Kuliti Borok Proyek Whoosh, Sarankan KPK Panggil Rini Soemarno hingga Budi Karya

Bangun Santoso

Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:00 WIB
Said Didu Kuliti Borok Proyek Whoosh, Sarankan KPK Panggil Rini Soemarno hingga Budi Karya
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu di podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
baca 10 detik
  • Said Didu mendesak KPK untuk segera menyelidiki dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh dengan memanggil pihak-pihak kunci
  • Nama mantan Menteri BUMN Rini Soemarno disebut sebagai pihak yang harus bertanggung jawab menjelaskan persetujuan anggaran awal
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga didesak untuk diperiksa terkait keputusan janggal pemindahan stasiun dari Walini ke area yang terintegrasi dengan Kota Baru Parahyangan

Suara.com - Analis kebijakan publik, Said Didu, secara terbuka membeberkan sejumlah celah yang dapat menjadi pintu masuk bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam mega proyek Kereta Cepat Whoosh. Ia menyoroti sejumlah nama besar yang menurutnya paling bertanggung jawab atas keputusan-keputusan krusial yang sarat akan kejanggalan.

Said Didu menegaskan bahwa ia tidak hanya berbicara tanpa dasar, melainkan menunjukkan pihak-pihak spesifik yang keterangannya sangat dibutuhkan oleh lembaga antirasuah untuk membongkar potensi penyelewengan dalam proyek strategis nasional tersebut.

"Saya nyebutkan peluang-peluangnya dan saya sebutkan siapa yang bertanggung jawab untuk ditanya (oleh KPK)," kata Said dikutip dari tayangan Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (21/10/2025).

Langkah pertama yang harus ditelusuri KPK, menurut Said, adalah keputusan kontroversial untuk memindahkan proyek ini dari Jepang ke China. Ia mempertanyakan siapa sosok sentral di balik lobi yang berhasil mengalihkan tender tersebut, mengingat pada awalnya Jepang menjadi kandidat kuat.

Said menyebut, pada saat itu Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memilih untuk tidak terlibat dalam pengambilan keputusan krusial ini.

“Satu, siapa yang mengusulkan pemindahan dari Jepang ke China? Pasti ada yang mengusulkan. Jadi panggil saja. Problemnya karena saat itu Jonan tidak mau terlibat. Biasanya kali ini harusnya Menteri Perhubungan. Saya nggak tahu siapa yang ditugaskan Jokowi karena Jonan nggak mau,” ucapnya.

Kejanggalan berikutnya yang menjadi sorotan tajam adalah penetapan nilai awal proyek yang membengkak hingga mencapai USD 5,5 miliar berdasarkan studi kelayakan yang disusun oleh pihak China.

Said Didu secara spesifik menunjuk hidung mantan Menteri BUMN periode 2014-2019, Rini Soemarno, sebagai pihak yang paling mengetahui proses negosiasi dan persetujuan anggaran fantastis tersebut. Menurutnya, dokumen persetujuan anggaran itu harus menjadi bukti kunci bagi KPK.

"Siapa yang menyetujui anggaran awal studi kelayakan China yang menyatakan Rp5,1 miliar sampai Rp5,5 miliar? Ya 5,5. Siapa yang menentukan itu? Itu harus ada dokumen yang semua tertulis bahwa saya yang memutuskan timnya," ujar dia.

baca juga

"Nah, biasanya yang bernegosiasi ini sepertinya sekarang ini di Kementerian BUMN yang bernegosiasi itu. Artinya Rini Soemarno," tuturnya.

Tidak berhenti di situ, Said Didu juga menguliti perubahan desain dan trase kereta yang dinilai sangat ganjil. Awalnya, salah satu pemberhentian direncanakan di Walini, Kabupaten Bandung Barat, untuk mendukung pengembangan kota baru.

Namun, rencana itu tiba-tiba dibatalkan dan stasiun justru digeser ke Padalarang yang terintegrasi dengan kawasan elite Kota Baru Parahyangan.

Perubahan ini menimbulkan kecurigaan besar mengenai siapa yang diuntungkan dari pergeseran lokasi tersebut, terutama terkait potensi lonjakan nilai properti di kawasan itu. Said Didu pun secara gamblang menyebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai pihak yang harus diperiksa terkait keputusan ini.

"Siapa yang memindahkan sehingga Walini tutup dan pindah ke Kota Parahyangan? Siapa pemilik Kota Parahyangan?" ucap Said.

Ia menggarisbawahi bagaimana akses langsung dari kereta cepat secara drastis menaikkan harga tanah di kawasan tersebut, sebuah keuntungan masif bagi pengembang.

"Nah, itu harus diperiksa semua. Nah, ini mungkin Budi Karya harus diperiksa kenapa bisa pindah ke situ? Nah, supaya KPK lebih gampanglah," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Bantah Cuma Tunggu Laporan Mahfud MD Usut Dugaan Korupsi Whoosh: Informasi Kami Cari

KPK Bantah Cuma Tunggu Laporan Mahfud MD Usut Dugaan Korupsi Whoosh: Informasi Kami Cari

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:57 WIB

Dalami Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, KPK Tak Hanya Tunggu Laporan Mahfud MD

Dalami Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, KPK Tak Hanya Tunggu Laporan Mahfud MD

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:53 WIB

Disentil Mahfud MD Gegara Ditantang Lapor Kasus Kereta Whoosh, KPK Mendadak Bilang Begini

Disentil Mahfud MD Gegara Ditantang Lapor Kasus Kereta Whoosh, KPK Mendadak Bilang Begini

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:13 WIB

Tanggapi Sengkarut Utang Kereta Cepat, AHY:  Saya Tak Mau Ada Polemik!

Tanggapi Sengkarut Utang Kereta Cepat, AHY: Saya Tak Mau Ada Polemik!

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:05 WIB

Whoosh: Antara Kebanggaan Nasional dan Tuduhan Mark-Up

Whoosh: Antara Kebanggaan Nasional dan Tuduhan Mark-Up

Your Say | Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:45 WIB

China Sindir Menkeu Purbaya Soal Emoh Bayar Utang Whoosh: Untung Tak Cuma Soal Angka!

China Sindir Menkeu Purbaya Soal Emoh Bayar Utang Whoosh: Untung Tak Cuma Soal Angka!

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:11 WIB

Mahfud MD Heran Disuruh KPK Lapor Dugaan Korupsi Whoosh: Aneh, Panggil Saja Saya

Mahfud MD Heran Disuruh KPK Lapor Dugaan Korupsi Whoosh: Aneh, Panggil Saja Saya

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 11:09 WIB

Terkini

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Kunci Sukses Indonesia di Mata Presiden Prabowo: Pendidikan dan Pemimpin Berhati Bersih

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

Kronologi WNI Eks Sopir Taksi Jadi Tentara Bayaran Rusia, Baru 10 Hari Latihan Tewas di Ukraina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:00 WIB

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

DPW PPP Sebut Pemberhentian Agus-Yasin Tak Sah: Bakal Ditolak Menkum

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:58 WIB

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

3 Shio Ini Diramal Paling Beruntung di Bulan November 2026

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:54 WIB

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Langit Tangerang Semarak, Puluhan Layang-layang Hiasi Akhir Pekan Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Madura United Curi Tiga Poin di Parepare, Penalti PSM Makassar Digagalkan Angga Saputro

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bali United Bungkam Arema FC 3-1 di Kanjuruhan, Singo Edan Akhiri Laga dengan 9 Pemain

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:45 WIB

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Nice to Eat You: Belajar Bahasa Lewat Kisah yang Unik

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:40 WIB

×