Tanggapi Sengkarut Utang Kereta Cepat, AHY: Saya Tak Mau Ada Polemik!

Selasa, 21 Oktober 2025 | 22:05 WIB
Tanggapi Sengkarut Utang Kereta Cepat, AHY:  Saya Tak Mau Ada Polemik!
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono pada Selasa (21/20/2025) mengatakan masih ada 9,9 juta keluarga di Indonesia yang belum punya rumah. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengaku belum ada solusi pasti soal sengkarut utang kereta cepat.
  • Saat ini pemerintah tengah mencari solusi terkait utang Whoosh.
  • Kementerian Keuangan sudah menegaskan tak mau menggunakan APBN untuk membayar utang Kereta Cepat.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) enggan menanggapi utang proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh yang tengah dibicarakan.

AHY mengaku belum bisa menyampaikan solusi yang akan diambil oleh pemerintah mengenai persoalan itu.

"Saya belum bisa menyampaikan secara definitif karena memang masih terus dikembangkan, nanti saja pada saatnya kita akan jelaskan secara terbuka bagaimana langkah yang diambil," kata AHY saat menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Dia menyebut bahwa saat ini pemerintah tengah mencari solusi terkait persoalan utang itu. Beberapa opsi saat ini sebagai solusi tengah mencuat di internal pemerintah.

"Masih ada opsi tentunya prasarana ditanggulangi oleh pemerintah, tapi juga masih ada opsi bahwa sudah Danatara bisa takeover dan lain-lain," ujarnya.

AHY pun berharap agar persoalan utang Woosh tidak menjadi polemik.

"Saya tidak ingin menjadi polemik antara pemerintah seperti berhadap-hadapan dengan swasta, dengan Danantara atau BUMN, karena sama-sama kita ingin mencari solusi yang terbaik," katanya.

Terbaru dia mengungkap telah ada pertemuan antara Kemenko IPK, Danantara, Kementerian Perhubungan, KAI, hingga manajemen Whoosh.

"Kami sama-sama mencari solusi bagaimana, dan masih dikembangkan," katanya.

Baca Juga: Gibran Cium Tangan SBY, Kode Damai dengan Keluarga Cikeas dan AHY?

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Purbaya menyebut kalau dirinya sudah berkonsultasi dengan CEO Danantara Rosan Roeslani terkait penyelesaian utang Whoosh. Ia menilai kalau skema pembayaran sejauh ini tidak ada masalah.

Ditegaskannya, Danantara mampu menanggung utang Whoosh karena menerima dividen BUMN sekitar Rp 90 triliun. Dana ini diklaim cukup untuk menutupi bunga tahunan KCIC senilai Rp 2 triliun.

"Sudah saya sampaikan, karena kan Danantara terima dividen dari BUMN hampir Rp 80 triliun sampai Rp 90 triliun. Itu cukup untuk menutupi sekitar Rp2 triliun (bunga) bayaran tahunan untuk KCIC,” kata Purbaya pada Kamis (16/10/2025).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI