Idrus Marham: Pemerintahan Prabowo Lakukan Penataan Mendasar, Golkar Terdepan Mendukung

Galih Prasetyo

Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:00 WIB
Idrus Marham: Pemerintahan Prabowo Lakukan Penataan Mendasar, Golkar Terdepan Mendukung
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Pemerintahan Prabowo melakukan penataan mendasar dan berbasis ideologi
  • Kebijakan reformasi pemerintah sejalan dengan teori “penghancuran kreatif” Nobel Ekonomi 2025
  • Partai Golkar mendukung penuh agenda reformasi struktural dan siap berada di garis depan dalam mendukung pembangunan

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menilai langkah-langkah yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan amanah rakyat menunjukkan arah penataan pemerintahan yang mendasar, sistematis, dan berlandaskan ideologi bangsa.

Menurut Idrus, kebijakan pemerintahan Prabowo bukan sekadar urusan teknis atau administratif, melainkan bentuk pembaruan struktural terhadap sistem pengelolaan negara agar kembali berpihak kepada rakyat.

“Langkah Presiden Prabowo sangat jelas. Beliau melakukan penataan menyeluruh berdasarkan nilai-nilai falsafah dan ideologi bangsa, azas kekeluargaan, gotong royong, nasionalisme, dan keadilan sosial,” ujar Idrus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/10/2025).

Penataan Sistemik dan Berbasis Ideologi

Idrus menjelaskan bahwa tahap awal pemerintahan Prabowo adalah memantapkan kembali nilai dasar pembangunan nasional agar sejalan dengan empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pemerintah, lanjutnya, tidak ragu untuk mengevaluasi bahkan membongkar sistem lama yang dianggap tidak lagi mencerminkan nilai-nilai ideologis bangsa.

“Pak Prabowo tegas. Beliau tidak ragu membongkar sistem lama yang tidak berpihak kepada rakyat. Termasuk di sektor energi dan sumber daya alam, di mana selama ini banyak kebijakan yang lebih menguntungkan segelintir kelompok,” tegas Idrus.

Kebijakan tersebut tampak nyata dalam langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di bawah Menteri Bahlil Lahadalia, yang mempercepat reformasi tata kelola tambang dan energi.

Pemerintah kini memberi akses lebih besar kepada UMKM, koperasi, dan masyarakat daerah agar terlibat langsung dalam rantai ekonomi sumber daya alam.

baca juga

“Golkar menilai kebijakan Pak Bahlil sangat inovatif dan memihak rakyat. Pengelolaan sumber daya alam tidak boleh hanya dinikmati elite, tetapi harus melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” ujar Idrus.

Berdasarkan data Badan Geologi 2025, pemerintah telah memperbarui Neraca Sumber Daya Mineral dan Batubara Nasional untuk 29 komoditas utama seperti nikel, tembaga, emas, dan bauksit.

Langkah ini memperkuat transparansi dan efisiensi pengelolaan sumber daya nasional.

Sementara itu, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 mencapai 5,12 persen, didorong oleh hilirisasi tambang dan perluasan peran UMKM di sektor energi.

Selaras dengan Teori Pemenang Nobel Ekonomi

Menariknya, kebijakan reformasi mendasar yang dijalankan pemerintahan Prabowo ini memiliki keselarasan intelektual dengan gagasan tiga ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2025, Joel Mokyr, Philippe Aghion, dan Peter Howitt.

Ketiganya mendapat penghargaan atas teori tentang “pertumbuhan berkelanjutan melalui penghancuran kreatif” (creative destruction), yakni konsep bahwa kemajuan ekonomi hanya terjadi ketika sistem lama yang tidak efisien digantikan oleh sistem baru yang lebih adil dan produktif.

Dalam konferensi pers di Stockholm, Philippe Aghion menjelaskan bahwa pertumbuhan sejati lahir dari inovasi yang menggantikan struktur lama, sementara Peter Howitt menekankan pentingnya distribusi hasil kemajuan secara inklusif kepada seluruh lapisan masyarakat.

Joel Mokyr menambahkan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi bergantung pada nilai dan institusi yang mendukung perubahan berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi tidak hanya soal mesin atau modal, tetapi juga sistem nilai yang memberi ruang bagi eksperimen dan perbaikan terus-menerus,” kata Mokyr dikutip Financial Times (21/10/2025).

Idrus menilai gagasan tersebut selaras dengan semangat pemerintahan Prabowo yang berani membongkar sistem lama dan menggantinya dengan struktur baru yang lebih terbuka dan partisipatif.

“Kalau dalam bahasa ekonomi mereka disebut creative destruction, dalam bahasa politik kita ini adalah penataan ulang nilai dan struktur agar berpihak kepada rakyat. Ini bukan destruksi, tapi rekonstruksi nilai,” ujar Idrus.

Golkar Siap di Garda Terdepan

Meski demikian, Idrus mengingatkan bahwa perubahan besar tidak bisa terjadi secara instan.

Diperlukan waktu, komunikasi publik yang efektif, serta dukungan politik dan sosial yang kuat agar reformasi berjalan sesuai arah.

“Penataan besar tidak bisa instan. Ini bukan sulap, tapi proses panjang yang memerlukan dukungan semua pihak,” tegasnya.

Sebagai partai pendukung utama pemerintahan, Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis terdepan mendukung agenda reformasi struktural yang dijalankan oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Golkar siap di garis depan mendukung arah pembangunan yang berlandaskan ideologi bangsa dan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi seluruh warga,” pungkas Idrus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Pemerintahan Prabowo, Kemenpora Fokus Pembinaan Atlet Demi Raih Prestasi Dunia

Setahun Pemerintahan Prabowo, Kemenpora Fokus Pembinaan Atlet Demi Raih Prestasi Dunia

Sport | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:39 WIB

Kemenpora Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga yang Layak dan Modern

Kemenpora Dorong Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga yang Layak dan Modern

Sport | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:30 WIB

Tragedi Al Khoziny Jadi Pemicu, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren untuk Audit Nasional

Tragedi Al Khoziny Jadi Pemicu, Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren untuk Audit Nasional

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:21 WIB

Kunjungan Spesial Presiden Brasil: Penasaran dengan Program Makan Gratis di Jakarta

Kunjungan Spesial Presiden Brasil: Penasaran dengan Program Makan Gratis di Jakarta

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:43 WIB

Prabowo Punya Ide Retret Kabinet Lagi Usai Satu Tahun Kepemimpinannya

Prabowo Punya Ide Retret Kabinet Lagi Usai Satu Tahun Kepemimpinannya

Video | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Sering Dilakukan Tanpa Sadar, 5 Kebiasaan Pemotor saat Hujan Ini Ternyata 'Undang' Maut

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×