Duit Pemda Rp234 Triliun 'Nganggur' di Bank, DPR Turun Tangan: Minta Kemendagri Jadi Wasit

Bangun Santoso

Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:08 WIB
Duit Pemda Rp234 Triliun 'Nganggur' di Bank, DPR Turun Tangan: Minta Kemendagri Jadi Wasit
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Dana Pemerintah Daerah sebesar Rp234 triliun tidak terserap dan hanya disimpan di bank hingga akhir September 2025
  • Wakil Ketua Baleg DPR, Ahmad Doli Kurnia, mengusulkan agar Kemendagri memediasi pertemuan antara Menteri Keuangan dan Pemda
  • Terjadi ironi di mana banyak kepala daerah mengeluh kekurangan dana, padahal data menunjukkan adanya dana triliunan yang tidak dibelanjakan

Suara.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak adanya mediasi tingkat tinggi antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengurai benang kusut dana APBD sebesar Rp234 triliun yang justru mengendap di bank. Kemendagri diusulkan menjadi penengah dalam polemik anggaran yang dinilai kontradiktif ini.

Inisiatif ini datang dari Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. Ia menyoroti ironi di mana banyak daerah berteriak kekurangan anggaran, namun di sisi lain, dana triliunan rupiah milik mereka justru tidak dibelanjakan dan hanya menjadi simpanan.

Menurut Doli, mediasi ini krusial untuk menemukan akar masalah yang sebenarnya. Ia bahkan menduga, bisa jadi banyak kepala daerah yang tidak menyadari adanya dana 'nganggur' dalam jumlah fantastis tersebut di rekening kas daerahnya.

"Agar memang bisa mendapatkan atau mendudukkan persoalan ya, apa penyebab sehingga jangan-jangan kepala daerahnya mungkin tidak tahu ada anggaran yang tidak terserap sebesar Rp234 triliun," ujar Doli dalam sebuah diskusi di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Politisi Golkar ini menilai, data yang dilontarkan oleh Menteri Keuangan sangat mengejutkan dan berpotensi menimbulkan kebingungan jika tidak segera diklarifikasi. Situasi ini dianggap kontraproduktif dengan semangat percepatan pembangunan.

"Nah kalau tidak cepat di-clear-kan maka kemudian nanti bisa menimbulkan tafsir lain, anggaran itu kenapa kok bisa ada tidak dipergunakan, sementara di satu sisi hampir seluruh kepala daerah mengatakan kekurangan anggaran dalam pengelolaan pemerintahannya," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Karena itu, Doli memaklumi jika pemerintah pusat berencana mengurangi dana transfer ke daerah (TKD) untuk tahun 2025 dan 2026. Langkah ini diharapkan dapat mendorong Pemda untuk lebih optimal dalam memanfaatkan anggaran yang sudah ada, ketimbang hanya menyimpannya di bank.

"Kita juga berharap percepatan pembangunan daerah itu juga bisa memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan nasional," tambah legislator tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menyoroti lambatnya realisasi belanja daerah. Hingga akhir September 2025, tercatat ada dana sebesar Rp234 triliun yang masih mengendap.

baca juga

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan simpanan terbesar, mencapai Rp14,6 triliun. Purbaya menegaskan bahwa masalahnya bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada eksekusi belanja yang lambat di tingkat daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rp14,6 Triliun APBD DKI 'Tidur' di Bank, Anggota DPRD Curiga: Ada Apa?

Rp14,6 Triliun APBD DKI 'Tidur' di Bank, Anggota DPRD Curiga: Ada Apa?

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:34 WIB

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:38 WIB

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:39 WIB

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:48 WIB

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:46 WIB

Mandiri Mikro Fest 2025, Langkah Bank Mandiri Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Mandiri Mikro Fest 2025, Langkah Bank Mandiri Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:59 WIB

Ribut-ribut Dana Pemda Ngendon di Bank, Mantu Jokowi Hingga KDM Tunjuk Menkeu Purbaya

Ribut-ribut Dana Pemda Ngendon di Bank, Mantu Jokowi Hingga KDM Tunjuk Menkeu Purbaya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:08 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×