Dua Pria Ditangkap Terkait Pencurian Permata Berharga di Museum Louvre

Agung Pratnyawan | Suara.com

Senin, 27 Oktober 2025 | 14:38 WIB
Dua Pria Ditangkap Terkait Pencurian Permata Berharga di Museum Louvre
Museum Louvre. [Pexels]

Suara.com - Polisi Prancis berhasil menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian besar-besaran perhiasan kerajaan senilai sekitar 88 juta euro (sekitar Rp1,6 triliun) dari Museum Louvre di Paris. Perampokan ini disebut sebagai salah satu aksi pencurian paling spektakuler di Prancis dalam beberapa dekade terakhir.

Menurut laporan The Guardian (26/10/2025), penangkapan dilakukan Sabtu malam waktu setempat (25/10/2025). Salah satu pelaku ditangkap di Bandara Charles de Gaulle saat hendak terbang ke Aljazair, sedangkan satu pelaku lainnya diamankan di kawasan Seine-Saint-Denis, pinggiran utara Paris.

Kedua tersangka, yang berusia sekitar 30-an tahun, diketahui sudah dikenal polisi karena memiliki catatan kriminal terkait kasus perampokan sebelumnya.

Jaksa Paris Laure Beccuau mengatakan bahwa penangkapan kedua pria itu merupakan bagian dari operasi besar yang melibatkan lebih dari 100 penyidik dari unit kejahatan bersenjata dan pencurian besar.

Penangkapan ini hasil kerja keras tim yang tanpa lelah berusaha memulihkan permata yang dicuri serta menangkap seluruh pelaku,” ujar Beccuau mengutip dari The Guardian (26/10/2025).

Meskipun begitu, Beccuau mengaku menyesalkan kebocoran informasi ke media sebelum waktunya karena dapat mengganggu penyelidikan yang sedang berlangsung. Ia menolak menjelaskan apakah ada permata yang sudah berhasil ditemukan.

Sementara itu, laporan dari media lokal Paris Match menyebut pelaku pertama berusaha kabur dengan pesawat ke Aljazair, sementara pelaku kedua diduga berniat melarikan diri ke Mali.

Polisi berhasil mengidentifikasi kedua pria tersebut melalui jejak DNA dan barang bukti yang tertinggal di lokasi kejadian. Di antaranya terdapat sarung tangan, helm motor, rompi pekerja berwarna cerah, alat pemotong logam, dan walkie-talkie.

Beccuau menyebutkan bahwa tim forensik telah menganalisis lebih dari 150 sampel DNA dan sidik jari, dan hasilnya memberikan petunjuk kuat mengenai para pelaku.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez pun memberikan apresiasi atas kerja keras tim investigasi, sembari mengingatkan agar informasi penyelidikan tetap dijaga kerahasiaannya.

Aksi pencurian terjadi pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025, di Apollo Gallery, salah satu ruangan termegah di Louvre yang menyimpan perhiasan kerajaan Prancis.

Mengutip dari CNN (26/10/2025), empat orang datang menggunakan truk pengangkut barang curian yang telah dimodifikasi dengan tangga dan alat pengangkat.

Dua pelaku naik ke lantai satu melalui jendela yang tidak terkunci, sedangkan dua lainnya menunggu di luar dengan motor untuk melarikan diri.

Dengan menyamar sebagai pekerja pemeliharaan, para pencuri menggunakan alat pemotong untuk membuka dua etalase kaca berlapis keamanan tinggi.

Dalam waktu kurang dari tujuh menit, mereka berhasil membawa kabur delapan perhiasan berharga tinggi, termasuk mahkota berlian dan kalung zamrud peninggalan Napoleon.

Namun, dalam pelarian mereka, para pelaku sempat menjatuhkan satu mahkota bertatahkan berlian dan zamrud, yang kemudian ditemukan oleh pihak berwenang.

Selain nilainya yang fantastis, benda-benda yang dicuri memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.

Salah satu barang yang hilang adalah kalung zamrud dan berlian yang diberikan Napoleon I kepada istrinya, Marie Louise, serta diadem berlian dan mutiara milik Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III.

Nilai finansialnya memang besar, tetapi nilai sejarahnya jauh lebih berharga,” ujar Beccuau.

Pasca kejadian ini, keamanan Museum Louvre menjadi sorotan. Direktur Louvre Laurence des Cars mengakui adanya “titik buta” pada sistem keamanan kamera luar ruangan, terutama di area akses menuju galeri Apollo.

Meski begitu, ia membela sistem keamanan museum yang menelan biaya €80 juta, dan menegaskan bahwa perbaikan serta peningkatan pengawasan sedang dilakukan.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati meminta laporan lengkap tentang hasil investigasi keamanan Louvre untuk menentukan langkah konkret memperkuat sistem pengamanan museum nasional tersebut.

Menteri Dalam Negeri Nuñez meyakini bahwa pencurian ini melibatkan jaringan kriminal terorganisir internasional dan memperingatkan bahwa permata berisiko dibongkar atau dijual ke luar negeri.

Sayangnya, hasil curian semacam ini sering disembunyikan di luar negeri, tapi saya tetap optimistis,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih memburu dua pelaku lain yang diduga ikut dalam perampokan.

Thieves are always eventually caught,” ujarnya. “Pencuri, cepat atau lambat, pasti tertangkap.”

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Harga TIket Masuk Museum Louvre Paris? Sempat Tutup Sementara karena Koleksi Dirampok

Berapa Harga TIket Masuk Museum Louvre Paris? Sempat Tutup Sementara karena Koleksi Dirampok

Lifestyle | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 13:03 WIB

Pesona Skutik Premium Prancis yang Bikin Honda PCX Ketar-ketir, Senjata Rahasianya Cukup Menggoda

Pesona Skutik Premium Prancis yang Bikin Honda PCX Ketar-ketir, Senjata Rahasianya Cukup Menggoda

Otomotif | Rabu, 22 Oktober 2025 | 12:07 WIB

Pencurian Kilat di Museum Louvre, Perhiasan Tak Ternilai Raib

Pencurian Kilat di Museum Louvre, Perhiasan Tak Ternilai Raib

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 17:07 WIB

Terkini

Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja, Menaker Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial

Perkuat Perlindungan Tenaga Kerja, Menaker Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:06 WIB

Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?

Kasus Menantu Jadi Pelaku Kekerasan: Apa yang Sebenarnya Salah dalam Relasi Keluarga?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:06 WIB

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

Panggil Pegawai DJBC Salisa Asmoaji, KPK Endus Adanya 'Uang Pelicin' dalam Pengurusan Cukai Rokok

News | Senin, 04 Mei 2026 | 17:00 WIB

ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup

ICW Soroti Bagi-Bagi Sembako di Monas, Desak Pemerintah Buka Sumber Anggaran yang Dinilai Tertutup

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:46 WIB

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

Militer Iran Ultimatum Donald Trump: Berani Masuk Selat Hormuz, Kami Serang!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:42 WIB

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Dinas Bina Marga hingga PU, Bos Taksi Green SM Ditunda Besok

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:37 WIB

Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi

Kabur Usai Tabrak Pedagang Buah di Kalimalang, Pengemudi Pajero Ditangkap Polisi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:31 WIB

Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?

Percepatan Transisi Energi Bersih Berpotensi Tambah Beban Ekonomi Warga, Apa Solusinya?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:25 WIB

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

PDIP Usul Ambang Batas Parlemen Nasional 5,5-6 Persen dan Terapkan PT Berjenjang hingga Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:10 WIB

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

Kebijakan Iklim Inklusif Jadi Kunci, Anak dan Disabilitas Perlu Dilibatkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 16:03 WIB