Whoosh Bikin Tekor Triliunan, Ekonom Curiga Proyek Salah Sasaran dan Ada 'Permainan' Markup

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:16 WIB
Whoosh Bikin Tekor Triliunan, Ekonom Curiga Proyek Salah Sasaran dan Ada 'Permainan' Markup
Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Rabu (22/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Proyek Kereta Cepat Whoosh diprediksi akan menelan kerugian sekitar Rp4,1 triliun pada tahun 2024, memicu pertanyaan tentang keberlanjutannya
  • Ekonom Dipo Satria Ramli menyatakan kerugian menjadi tidak wajar jika disebabkan oleh dugaan mark up (penggelembungan biaya) dan proyek yang salah sasaran (tidak visibel)
  • Sebelum memutuskan nasib proyek, Dipo mendesak pemerintah untuk melakukan audit ulang secara menyeluruh untuk menyelidiki apakah proyek ini benar-benar dibutuhkan dan apakah ada 'permainan' anggaran di dalamnya

Suara.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menjadi sorotan tajam setelah munculnya prediksi kerugian fantastis yang diperkirakan mencapai Rp4,1 triliun pada tahun 2024. Angka ini memicu perdebatan sengit mengenai masa depan proyek strategis nasional tersebut, dengan seorang ekonom menyoroti adanya potensi masalah fundamental di baliknya.

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai bahwa kerugian dalam sebuah proyek infrastruktur raksasa adalah hal yang wajar. Namun, kewajaran itu bisa gugur jika kerugian disebabkan oleh dua dosa besar: proyek yang tidak memiliki visibilitas jelas dan adanya dugaan mark up atau penggelembungan biaya.

Dalam sebuah diskusi panas di kanal YouTube Refly Harun, Dipo menjelaskan bahwa subsidi pemerintah untuk menutupi kerugian proyek kereta api adalah praktik umum di banyak negara karena biaya pembangunannya yang selangit.

“Sebenarnya di project-project infrastruktur MRT atau kereta api kerugian itu sebenarnya sangat wajar. Karena cost-nya terlalu tinggi itu, memang hal yang biasa pemerintah melakukan subsidi,” jelas Dipo, dikutip Rabu (29/10/2025).

Namun, ia memberikan catatan kritis yang mengubah perspektif. Menurutnya, kerugian tersebut menjadi tidak wajar dan patut dicurigai jika akarnya adalah perencanaan yang buruk dan potensi 'permainan' anggaran.

“Yang tidak wajar itu kerugian karena markup karena tidak ada visibilitas tadi,” tegasnya.

Dipo secara spesifik menyoroti aspek "visibilitas" atau kesesuaian proyek Whoosh dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia berpendapat bahwa rute Jakarta-Bandung bukanlah prioritas utama jika dibandingkan dengan kebutuhan konektivitas ke kota lain. Menurutnya, proyek kereta cepat rute Jakarta-Surabaya jauh lebih mendesak.

Alasannya sederhana, Bandung dinilai sudah memiliki banyak alternatif moda transportasi dari dan ke Jakarta, sementara Surabaya belum sebanyak itu.

“Masalah visible ini betul-betul ada kebutuhan nggak sih antara Jakarta ke Bandung. Lebih baik project Jakarta-Surabaya dibanding Jakarta-Bandung, karena Bandung transportasinya metodenya banyak karena Surabaya tidak,” paparnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Whoosh Diendus KPK, Budi Arie: Ini Proyek Hijau, Bukan Cuma Cari Untung

Atas dasar kecurigaan tersebut, Dipo mendesak agar keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan proyek Whoosh tidak diambil gegabah. Ia menyerukan perlunya audit total dan transparan untuk membongkar dua kemungkinan masalah tersebut.

“Ini benar-benar kita harus audit ulang. Menurut saya apakah baiknya diteruskan atau tidak (proyek Whoosh) itu, kita harus pelajari dulu kedua hal itu,” tutup Dipo, merujuk pada ada atau tidaknya visibilitas dan markup dalam proyek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI