Geger Dugaan Korupsi Whoosh, Mahfud MD Sentil KPK: Dugaan Saya Takut, Entah Pada Siapa

Bangun Santoso

Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:32 WIB
Geger Dugaan Korupsi Whoosh, Mahfud MD Sentil KPK: Dugaan Saya Takut, Entah Pada Siapa
Mahfud MD. [YouTube/Mahfud MD Official]
baca 10 detik
  • Mahfud MD secara terbuka menduga KPK takut untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Whoosh, tanpa merinci siapa pihak yang ditakuti
  • Terdapat dugaan penggelembungan anggaran, di mana biaya proyek per kilometer di Indonesia (52 juta dolar AS) tiga kali lebih mahal dibandingkan di China (17-18 juta dolar AS)
  • Isu ini meledak setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak menggunakan APBN untuk membayar utang proyek, yang kemudian memicu Mahfud MD untuk angkat bicara

Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD melemparkan tudingan tajam ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menuduh lembaga antirasuah itu tidak bernyali alias takut mengusut skandal dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh).

Sinyalemen ini dilontarkan Mahfud saat menjawab pertanyaan publik mengenai lambannya gerak KPK dalam menyelidiki proyek yang menelan investasi jumbo tersebut. Tanpa menyebut nama, Mahfud secara gamblang menyiratkan adanya kekuatan besar yang membuat KPK ragu melangkah.

“Dugaan saya (KPK) takut. Entah takut pada siapa,” ujar Mahfud seperti dilansir dari program Kompas Petang di Kompas TV, dikutip Rabu (29/10/2025).

Menurut Mahfud, isu korupsi di proyek kereta cepat ini sejatinya sudah menjadi rahasia umum dan ramai dibicarakan sejak pertengahan Oktober. Momentumnya adalah ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas menolak wacana penggunaan dana APBN untuk menalangi utang proyek tersebut.

“Kasus ini ramai sejak tanggal 12–13 Oktober. Ketika itu, Menteri Keuangan Purbaya mengeluarkan pernyataan menolak pembayaran utang proyek menggunakan APBN,” kata Mahfud.

Ia pun menegaskan baru angkat bicara setelah ada pernyataan resmi dari pemerintah.

“Saya ngomong tanggal 14, sudah hari ketiga,” ujarnya.

Lebih jauh, Mahfud membeberkan adanya indikasi penggelembungan anggaran (mark up) yang tidak masuk akal dalam pembangunan Whoosh. Ia membandingkan biaya konstruksi per kilometer di Indonesia dengan proyek serupa di China, yang perbedaannya mencapai tiga kali lipat.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar AS. Di China hanya 17–18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” ungkap Mahfud dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official.

baca juga

Dengan selisih biaya yang fantastis, Mahfud secara terbuka mempertanyakan ke mana aliran dana tersebut dan siapa yang bermain di balik lonjakan anggaran proyek senilai lebih dari Rp120 triliun ini.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. Itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini,” tegasnya.

Kini, bola panas ada di tangan KPK. Pernyataan Mahfud menjadi ujian terbuka bagi integritas dan keberanian lembaga tersebut untuk membongkar kasus besar yang diduga melibatkan banyak kepentingan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

11 Jenderal 'Geruduk' Kantor Mahfud MD, Desak Reformasi dan Kembalikan Kepercayaan Polri

11 Jenderal 'Geruduk' Kantor Mahfud MD, Desak Reformasi dan Kembalikan Kepercayaan Polri

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 15:24 WIB

Menkeu Purbaya Setuju Jokowi: Whoosh Bukan Cari Cuan, Tapi Ada 'PR' Besar!

Menkeu Purbaya Setuju Jokowi: Whoosh Bukan Cari Cuan, Tapi Ada 'PR' Besar!

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 14:52 WIB

Dugaan Korupsi Whoosh Diusut KPK, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015

Dugaan Korupsi Whoosh Diusut KPK, PDIP: Bu Mega Sudah Ingatkan Sejak 2015

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:14 WIB

Parade 11 Purnawirawan Jenderal di Kantor Mahfud MD, Sinyal Darurat Selamatkan Polri?

Parade 11 Purnawirawan Jenderal di Kantor Mahfud MD, Sinyal Darurat Selamatkan Polri?

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:43 WIB

Aset Rp1,4 Triliun Terbengkalai! KPK Ultimatum Pemprov DKI Soal Sumber Waras

Aset Rp1,4 Triliun Terbengkalai! KPK Ultimatum Pemprov DKI Soal Sumber Waras

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:01 WIB

DPR Dukung Penyelidikan Korupsi Whoosh: Tidak Boleh Tebang Pilih!

DPR Dukung Penyelidikan Korupsi Whoosh: Tidak Boleh Tebang Pilih!

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 09:30 WIB

Terpopuler: Besarnya Bunga China di Balik Utang Whoosh, Alternatif Mitsubishi Destinator 50 Jutaan

Terpopuler: Besarnya Bunga China di Balik Utang Whoosh, Alternatif Mitsubishi Destinator 50 Jutaan

Otomotif | Rabu, 29 Oktober 2025 | 07:00 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×