Kritik 'Kultur Pejabatisme' di Indonesia, Ray Rangkuti Serukan Hormati Kinerja Bukan Jabatan!

Dwi Bowo Raharjo

Senin, 03 November 2025 | 14:22 WIB
Kritik 'Kultur Pejabatisme' di Indonesia, Ray Rangkuti Serukan Hormati Kinerja Bukan Jabatan!
Pengamat politik, Ray Rangkuti. [YouTube/Forum Keadilan TV]
baca 10 detik
  • Penghormatan yang berlebihan ini terjadi karena masyarakat menghormati jabatan, bukan individunya.
  • Ray Rangkuti mengaku sedang mengkampanyekan perubahan mentalitas terhadap fenomena ini.
  • Kritik Ray Rangkuti ini menyoroti perlunya perubahan pola pikir agar penghormatan diberikan berdasarkan kontribusi dan kinerja.

Suara.com - Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik keras fenomena yang ia sebut sebagai "kultur pejabatisme" di Indonesia, di mana kehadiran pejabat seolah menjadi tolak ukur kesuksesan suatu acara dan mereka mendapatkan penghormatan otomatis hanya karena jabatan.

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Ray Rangkuti menyoroti kebiasaan masyarakat yang selalu menempatkan penghormatan pertama kepada pejabat dalam setiap acara.

“Coba anda bayangkan, di negara kita ini apapun peristiwanya kalau dihadiri pejabat itu sukses namanya. Itu kultur pejabatisme,” ujar Ray Rangkuti.

Ia melanjutkan, “Di mana-mana kalau kita punya acara nih, mesti kata yang keluar pertama kali itu setelah salam yang terhormat bupati, walikota, gubernur, gitu. Itu negara pejabatisme.”

Ray Rangkuti mengaku sedang mengkampanyekan perubahan mentalitas terhadap fenomena ini.

Ia bahkan menyarankan kepada mahasiswa yang mengundangnya berdiskusi untuk menempatkan pejabat di baris paling belakang sampai pejabat tersebut membuktikan kelayakannya untuk dihormati.

“Saya sendiri dalam situasi yang sedang mengkampanyekan untuk mulai mengubah mentality pejabatisme itu,” katanya.

“Saya seringkali mengatakan ke beberapa kawan mahasiswa yang kebetulan mengajak saya diskusi, ‘Kalau kalian ngundang pejabat, tempatkan di baris paling bawah belakang aja’, sampai ia bisa membuktikan memang ia layak dihormati,” ucapnya.

Menurut Ray Rangkuti, penghormatan yang berlebihan ini terjadi karena masyarakat menghormati jabatan, bukan individunya.

baca juga

“Kenapa bisa terjadi begitu? Karena orang menghormati jabatannya itu. Jadi siapapun yang masuk di situ itu otomatis, dia akan mendapatkan penghormatan,” jelasnya.

“Bahkan ketika gak berbuat apa-apapun, dia tetap terhormat karena jabatan itu.”

Kritik Ray Rangkuti ini menyoroti perlunya perubahan pola pikir agar penghormatan diberikan berdasarkan kontribusi dan kinerja, bukan semata-mata karena posisi atau kedudukan.

Reporter: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raih Laba Bersih Rp 41,1 Miliar, COIN Bukukan Pendapatan Naik Hingga 19 Kali Lipat

Raih Laba Bersih Rp 41,1 Miliar, COIN Bukukan Pendapatan Naik Hingga 19 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 03 November 2025 | 08:27 WIB

Laba Bank SMBC Indonesia Anjlok Jadi Rp1,74 Triliun

Laba Bank SMBC Indonesia Anjlok Jadi Rp1,74 Triliun

Bisnis | Sabtu, 01 November 2025 | 14:49 WIB

Wapres Gibran Undi Doorprize di Acara Mancing, Ray Rangkuti Ketawa Ngakak: Aku Gak Bisa Lagi Ngomong

Wapres Gibran Undi Doorprize di Acara Mancing, Ray Rangkuti Ketawa Ngakak: Aku Gak Bisa Lagi Ngomong

News | Sabtu, 01 November 2025 | 12:52 WIB

Naik Tips, OCBC Nisp Catat Laba Rp3,82 Triliun

Naik Tips, OCBC Nisp Catat Laba Rp3,82 Triliun

Bisnis | Sabtu, 01 November 2025 | 11:39 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×