Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan

Agung Sandy Lesmana

Rabu, 05 November 2025 | 15:14 WIB
Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan
Usman Hamid Sebut Soeharto Meninggal Berstatus Terdakwa: Sulit Dianggap Pahlawan
baca 10 detik
  • Usulan gelar pahlawan untuk Soeharto kekinian ramai menuai penolakan
  • Usman Hamid pun menguliti jejak kelam Soeharto selama 32 menjadi presiden
  • Dia pun membanding-bandingkan sosok Soeharto dengan Gus Dur dan Marsinah yang dianggap lebih layak mendapat gelar pahlawan nasional.

Suara.com - Usulan pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Presiden Ke-2 RI, Soeharto kini menuai pro-kontra. Gelombang penolakan usulan gelar pahlawan bagi Soeharto terus digaungkan koalisi masyarakat sipil.

Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid turut mengkritik telak setelah nama Soeharto masuk dalam 40 tokoh yang diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional.

Usman Hamid pun menguluti jejak kelam Soeharto sebagai penguasa orde baru hingga akhirnya dilengserkan setelah ada gelombang gerakan Reformasi pada 1998. Hal itu diungkapkan Usman Hamid dalam sebuah diskusi bertema "Mencari Pahlawan Sejati" yang digelar Museum Multatuli, Rangkasbitung, Banten, Rabu (5/11/2025).

Usman Hamid awalnya menyinggung soal kriteria bagi orang yang diusulkan gelar pahlawan. Menurutnya, orang yang pantas mendapat gelar pahlawan, salah satunya adalah bisa mengobarkan dirinya sendiri untuk kepentingan umum. Selain itu, kata dia, keberanian seorang pahlawan bukan hanya fisik, tetapi juga intelektual dan moral.

"Bukan hanya semasa hidupnya tetapi sampai akhir hayat hidupnya dia pegang nilai itu, dia pegang keberanian moral itu, keberanian intelektual itu, dan nilai-nilai kebenaran itu," ujarnya ditulis pada Rabu.

Menurutnya, bagi orang yang memiliki rekam jejak seperti pernah terseret kasus korupsi tak pantas mendapat gelar pahlawan.

"Jadi kalau dia meninggal dunia dalam keadaan melakukan kejahatan atau dengan status tersangka atau dengan status terdakwa entah itu kejahatan pelanggaran hak asas manusia, kejahatan lingkungan, atau korupsi, sulit untuk diletakkan sebagai pahlawan," tambahnya.

Lebih lanjut, Usman Hamid juga membanding-bandingkan peran Soeharto dengan tokoh-tokoh yang juga diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional seperti nama Presiden ke-4 RI, Abdurahman Wahid alias Gus Dur dan buruh wanita Marsinah.

Menurutnya, Gus Dur memenuhi unsur untuk diberi gelar pahlawan karena sumbangsihnya terhadap rakyat, termasuk memberikan perlindungan terhadap kelompok minoritas.

baca juga

"Gus Dur berani, Gus Dur mencopot Jenderal Wiranto karena terlibat dalam kejahatan kemanusiaan di Timor Timur, tidak ada yang pernah melakukan itu, terutamanya Jenderal apalagi Angkatan Darat, agak mustahil untuk bisa disentuh. Jadi, Gus Dur memenuhi kategori itu, sampai terakhir dia meninggal dunia, dia masih membela orang-orang lemah, membela orang-orang yang diserang, didiskriminasi," bebernya.

Sementara, kata dia, Marsinah juga dianggap masuk dalam kategori pahlawan karena membela kaum buruh hingga rela terbunuh.

"Nah, orang yang yang seperti itu untuk dianggap sebagai pahlawan, bisa pahlawan bagi kaum buruh," kata dia.

Usman juga menguliti sepak terjang Soeharto hingga lengser setelah memimpin Indonesia selama 32 tahun. Bahkan, dia menyebut jika Soeharto meninggal dunia dengan status terdakwa atas skandal kasus korupsi di Indonesia.

"Soeharto meninggal dunia ketika ia setengah diadili oleh pengadilan karena kasus korupsi bahkan di Asia Tenggara, dia dianggap sebagai pemimpin paling buruk di dunia, salah satu yang terburuk dan itu sebabnya gerakan reformasi akhirnya merumuskan Tap MPR nomor 11 tahun 1998 yang ada nama Soehartonya," bebernya.

Menurutnya, sosok Soeharto tidak bisa disandingkan dengan Gus Dur atau pun Marsinah karena memiliki latar belakang yang sangat kontras. Dia pun mengajak masyarakat, terutama para mahasiswa untuk ikut bersuara menolak adanya usulan Soeharto diberi gelar pahlawan.

"Bagaimana bisa Soeharto disandingkan dengan Gus Dur, Soeharto disandingkan dengan Marsinah," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Rezim Prabowo, Mantan Jaksa Agung Bongkar Manuver Politik Muluskan Gelar Pahlawan Soeharto

Kritik Rezim Prabowo, Mantan Jaksa Agung Bongkar Manuver Politik Muluskan Gelar Pahlawan Soeharto

News | Selasa, 04 November 2025 | 17:18 WIB

Dicap Tak Layak Diberi Gelar Pahlawan, Romo Magnis Suseno Kuliti 'Dosa-dosa' Soeharto Penguasa Orba

Dicap Tak Layak Diberi Gelar Pahlawan, Romo Magnis Suseno Kuliti 'Dosa-dosa' Soeharto Penguasa Orba

News | Selasa, 04 November 2025 | 16:16 WIB

Heboh Projo Gabung ke Gerindra, Hensa Curiga Settingan Jokowi Langgengkan 2 Periode Prabowo-Gibran

Heboh Projo Gabung ke Gerindra, Hensa Curiga Settingan Jokowi Langgengkan 2 Periode Prabowo-Gibran

News | Selasa, 04 November 2025 | 12:05 WIB

Budi Arie Dicap Tukang Ngibul soal Kepanjangan Projo, PDIP: Pasti Contohkan Panutannya Jokowi

Budi Arie Dicap Tukang Ngibul soal Kepanjangan Projo, PDIP: Pasti Contohkan Panutannya Jokowi

News | Selasa, 04 November 2025 | 10:13 WIB

Terkini

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

Periksa Dua Pejabat ATR/BPN, KPK Cecar Soal Aliran Dana dari PT Summarecon

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:35 WIB

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

Bongkar Dosa Bos Nikel Arif Kurniawan: Kuasai 6 Tambang di Sultra hingga Diduga Suap Pejabat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:33 WIB

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni  Infantino sebagai Presiden FIFA

Kans Eks Ketum PSSI-nya Jepang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 18:25 WIB

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

4 Smart TV 4K 50 Inci dengan Visual Super Jernih dan Termurah untuk Ruang Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 18:23 WIB

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

The Enchanted Garden 2: Petualangan Seru Menyelamatkan Kebun Ajaib!

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:15 WIB

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

KAI Tertibkan 47.537 Meter Persegi Aset di Kawasan Rawan Kampung Bahari

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

Soal Isu Ketum Partai Terlibat Sadap Presiden, Golkar Kaitkan Kasus Lama: Ujungnya Hoaks!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:13 WIB

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Belajar dari Ubud, I Made Gunarta Dorong Ekosistem Wellness di JCWF 2026

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 18:12 WIB

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Pembalap Muda Astra Honda Siap Bertarung di Seri Penutup Moto4 Asia Cup Qatar

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 18:10 WIB

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

Resmi Mulai Bertugas, 11 Dubes Baru Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 18:05 WIB

×