Wakil Ketua Komisi X DPR: Kemensos dan Kemendikbud Harus Jelaskan Soeharto Jadi Pahlawan

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 10 November 2025 | 19:41 WIB
Wakil Ketua Komisi X DPR: Kemensos dan Kemendikbud Harus Jelaskan Soeharto Jadi Pahlawan
Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mendesak Kemenbud dan Kemensos untuk menjelaskan kepada publik terkait penetapan Soeharto mendapat gelar Pahlawan Nasional. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • DPR minta pemerintah jelaskan alasan pemilihan Soeharto sebagai pahlawan nasional secara transparan dan faktual.
  • Lalu Hadrian menegaskan operasi komunikasi publik penting untuk redam pro-kontra dan jaga legitimasi pemerintah.
  • Komisi X menilai proses seleksi pahlawan sepenuhnya wewenang pemerintah meski tetap harus terbuka publik.

Suara.com - Polemik pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto, oleh Presiden Prabowo Subianto masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Sosial, untuk menjalankan operasi komunikasi publik yang komprehensif dalam menjelaskan dasar keputusan tersebut.

"Tugas dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Sosial untuk menyampaikan kepada masyarakat kenapa memilih misalnya si tokoh A, tokoh B, tokoh C untuk menjadi pahlawan nasional," ujar Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, kejelasan dan transparansi alasan pemilihan Soeharto sebagai pahlawan nasional menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak pada spekulasi politik atau sentimen masa lalu.

Lalu menilai, komunikasi publik dari pemerintah perlu dijalankan secara sistematis dan faktual, sehingga publik memahami operasi seleksi pahlawan nasional bukan hasil keputusan sepihak, melainkan melalui proses berjenjang yang melibatkan tim ahli dan dewan kehormatan.

Ia menegaskan, Komisi X DPR secara prinsip menyerahkan keputusan penuh kepada pemerintah, meskipun pimpinan DPR juga telah dimintai pertimbangan dan menyampaikan pandangan dalam proses seleksi tersebut.

"Pada prinsipnya kami di Komisi 10 menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat silahkan dijawab oleh pemerintah, karena prosesnya ada di pemerintah. Walaupun pimpinan DPR sudah dimintai pertimbangan, pimpinan DPR juga sudah menyampaikan pertimbangan-pertimbangan dan diputuskan. Sekarang sudah diputuskan, terkait pro-kontra ya tentu silahkan nanti pemerintah untuk menyampaikan kepada masyarakat," jelasnya.

Menanggapi dugaan adanya operasi politik di balik keputusan pemberian gelar Soeharto, Lalu menyebut bahwa Komisi X belum melihat indikasi ke arah tersebut.

"Kalau arahnya ke politik, kami juga di Komisi 10 belum kepikiran ke arah sana," katanya.

baca juga

Meski demikian, Lalu tetap mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan gelar kehormatan kepada tokoh bangsa yang dianggap berjasa.

Namun, ia menekankan pentingnya standar kelayakan yang objektif dan transparan.

"Tetapi yang kami hargai adalah langkah-langkah pemerintah memberikan gelar kehormatan sebagai pahlawan kepada tokoh-tokoh bangsa yang dianggap layak menjadi pahlawan. Nah standar layaknya seperti apa? Ya tentu tanya Kemensos, tanya Kemenbud, sama Panitia yang ditunjuk oleh Presiden," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Ketua MPR Ingatkan Pencabutan TAP MPR Anti-KKN

Soeharto Dapat Gelar Pahlawan, Ketua MPR Ingatkan Pencabutan TAP MPR Anti-KKN

News | Senin, 10 November 2025 | 18:38 WIB

Ironi Pahlawan Nasional: Marsinah, Korban Orde Baru, Kini Bersanding dengan Soeharto

Ironi Pahlawan Nasional: Marsinah, Korban Orde Baru, Kini Bersanding dengan Soeharto

News | Senin, 10 November 2025 | 18:20 WIB

Apa Risiko Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto?

Apa Risiko Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto?

News | Senin, 10 November 2025 | 18:19 WIB

Terkini

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:41 WIB

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:24 WIB

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

Nasib Pilu Korban Penyekapan Bandung, Menkes Tak Bisa Jamin Pulih Sempurna

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:23 WIB

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

Negara Eropa Bersatu untuk Venezuela, Kirim Banyak Bantuan Termasuk Pesawat Angkut A400M

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:19 WIB

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

Buntut Viral di Medsos, Kawasan Senopati Kena 'Sikat' Petugas: Mobil Mewah Ikut Kena Angkut!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:18 WIB

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

Geger Siswa SD Demo Dukung MBG, Saat Hak Anak Dirampas Demi 'Syahwat' Orang Dewasa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

Update Gempa Venezuela, Korban Tewas Tembus 164 Orang

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

Tiga Manajer KDMP dan KNMP Meninggal di Latsarmil! DPR Desak Evaluasi Total Latihan Fisik

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:04 WIB

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:45 WIB