Apa Risiko Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto?

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 10 November 2025 | 18:19 WIB
Apa Risiko Pemberian Gelar Pahlawan kepada Soeharto?
Anak Presiden ke-2 RI Soeharto, Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto dan Bambang Trihatmodjo menghadiri upacara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). [Suara.com/Novian]
    • Keputusan Prabowo angkat Soeharto pahlawan dinilai operasi politik yang ancam masa depan HAM.
    • Bhatara Ibnu Reza menyebut langkah itu melegitimasi impunitas dan glorifikasi kekuasaan Orde Baru.
    • Pemberian gelar di Istana Negara dianggap simbol politik Prabowo sebagai pewaris ideologi Soeharto.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menetapkan Presiden ke-2 Soeharto sebagai Pahlawan Nasional menuai kritik tajam dari kalangan pemerhati hak asasi manusia (HAM).

Langkah ini dinilai bukan sekadar penghargaan sejarah, melainkan bagian dari operasi politik simbolik yang berpotensi mengubah lanskap memori publik dan arah penegakan HAM di Indonesia.

Direktur Eksekutif De Jure, Bhatara Ibnu Reza, menyebut keputusan tersebut mengandung risiko serius terhadap masa depan keadilan dan akuntabilitas negara.

Menurutnya, pengakuan negara terhadap Soeharto sebagai pahlawan bisa mengaburkan tanggung jawab atas sejumlah pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa Orde Baru.

"Resikonya adalah berarti kemudian impunitas itu diakui dan artinya Soeharto tidak pernah berbuat salah karena dia pahlawan. Dan menjadikan sejumlah peristiwa itu dianggap tidak ada pelanggaran HAM," kata Bhatara kepada Suara.com, Senin (10/11/2025).

Bhatara menilai, penganugerahan gelar pahlawan ini merupakan bagian dari operasi politik kekuasaan rezim Prabowo, bukan sekadar penghargaan historis.

Ia melihat adanya pola politik militeristik yang berupaya menghidupkan kembali simbol dan narasi Orde Baru untuk memperkuat legitimasi pemerintahan.

"Buat saya ini adalah bagian dari politik rezim Prabowo, terutama politik militer Prabowo, untuk kemudian menjadikan Soeharto sebagai pahlawan," kritiknya.

Lebih jauh, Bhatara menilai bahwa tindakan ini memiliki makna simbolik mendalam: Prabowo menegaskan posisinya sebagai penerus ideologis dan politik Soeharto.

Pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan bukan hanya penghargaan atas jasa, tetapi juga operasi simbolik legitimasi politik, yang berfungsi membangun kontinuitas antara masa lalu dan rezim kini.

"Sehingga dia punya legitimasi sebagai orang dekat mantan menantu yang kemudian dia berusaha untuk mencapai hal yang sama. Sebenarnya simbol saja. makanya Soeharto itu dianggap sebagai idola, sebagai pahlawan," ucapnya.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).

Penghargaan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116/TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Dalam seremoni resmi, Prabowo menyerahkan plakat penghargaan secara simbolis kepada Bambang Trihatmodjo, putra ketiga Soeharto, menandai pengakuan negara atas jasa-jasa sang penguasa Orde Baru.

Bagi sebagian kalangan, momen ini dipandang sebagai operasi simbolik kekuasaan yang mengandung pesan politik kuat, yakni rekonsiliasi dengan masa lalu dilakukan bukan melalui kebenaran, tetapi melalui pengakuan simbolik terhadap kekuasaan lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan, GUSDURian: Selama Orba Banyak Lakukan Dosa Besar

Sebut Soeharto Tak Layak Jadi Pahlawan, GUSDURian: Selama Orba Banyak Lakukan Dosa Besar

News | Senin, 10 November 2025 | 15:56 WIB

Gusdurian Tolak Gelar Pahlawan Soeharto: Prabowo Sarat Kepentingan Politik dan Relasi Keluarga!

Gusdurian Tolak Gelar Pahlawan Soeharto: Prabowo Sarat Kepentingan Politik dan Relasi Keluarga!

News | Senin, 10 November 2025 | 15:12 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Waka Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Waka Komisi XIII DPR Singgung Pelanggaran HAM Orde Baru

News | Senin, 10 November 2025 | 13:33 WIB

Terkini

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:21 WIB

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:15 WIB

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:17 WIB

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:13 WIB

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:01 WIB

Terungkap! Ini Alasan Ahmad  Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:31 WIB