Menteri Lingkungan Hidup: Ekonomi Hijau Harus Sejalan dengan Masyarakat dan Alam

Vania Rossa

Selasa, 11 November 2025 | 18:01 WIB
Menteri Lingkungan Hidup: Ekonomi Hijau Harus Sejalan dengan Masyarakat dan Alam
Ilustrasi ekonomi hijau. (dok. EIGER Adventure Land)
baca 10 detik
  • Menteri Lingkungan Hidup menegaskan ekonomi hijau harus berjalan bersamaan dengan pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat.
  • Di Megamendung, lahan negara yang sempat bermasalah berubah menjadi ekowisata berkelanjutan melalui investasi hijau, seperti EIGER Adventure Land.
  • Transformasi ini tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja, mendukung UMKM, dan memperkuat ekonomi lokal.
 
 

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup menekankan bahwa ekonomi hijau di Indonesia harus selaras dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian alam. Konsep ekonomi hijau, yang mengutamakan penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, menjadi kunci untuk mencegah kerusakan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Transformasi lahan konflik agraria menjadi ekowisata dan investasi berkelanjutan menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi hijau dapat memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.

Belum lama ini, di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat, ditemukan 411 lubang penambangan emas tanpa izin (PETI) yang tersebar di tujuh lokasi konservasi. Temuan ini menjadi alarm serius terkait kerusakan lingkungan, potensi bencana ekologis seperti longsor atau banjir, serta urgensi pengelolaan alam secara berkelanjutan.

Kasus 411 lubang PETI menegaskan bahwa eksploitasi tanpa batas hanya meninggalkan kerusakan.

“Untuk mewujudkan visi pemerintahan ini, terdapat beberapa misi utama yang diusung, yaitu antara lain mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat kemandirian dan kedaulatan negara, serta melindungi sumber daya alam dan lingkungan hidup,” ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Di Megamendung, Kabupaten Bogor, kisah panjang mengenai lahan negara yang sempat dikuasai secara ilegal kini berbalik menjadi contoh ekowisata berkelanjutan. Kehadiran investasi hijau di kawasan ini, salah satunya melalui EIGER Adventure Land, membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Dampaknya ada dua. Pertama, penggundulan kebun teh dan hutan yang dikuasai PT Perkebunan Nusantara I Regional II. Kedua, muncul sengketa lahan, padahal tanah itu milik negara. Dua persoalan ini berlangsung cukup lama,” tutur Camat Megamendung, Ridwan.

Sejak kehadiran investasi hijau, tanah negara yang dulu diserobot kembali, reboisasi kawasan gundul dilakukan, dan warga sekitar memperoleh pekerjaan.

“Sejak saya menjabat camat pada 2023, tidak ada lagi laporan sengketa tanah. Ini dampak positif dari masuknya investasi,” tambah Ridwan. 

baca juga

Hadirnya ekowisata ini sekaligus menyerap tenaga kerja lokal, mendukung UMKM, meningkatkan penerimaan pajak, dan menumbuhkan ekonomi lokal.

Atang, warga Sukagalih yang bekerja sebagai gardener sejak 2019, menjadi saksi perubahan kawasan yang dulunya tandus kini hijau kembali.

“Saya diajari cara menanam dan merawat tanaman yang cocok di sini. Kami diajarkan pentingnya menjaga alam. Pohon yang saya tanam tiga tahun lalu sekarang sudah besar,” ungkapnya.

Menurut Siti Amanah, Dosen Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB University, EIGER Adventure Land merupakan contoh nyata kolaborasi multipihak yang menyatukan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media, dan masyarakat.

“Sarana transformasi sosial, ekonomi, dan ekologis yang mampu bermetamorfosis dari kawasan penuh konflik menjadi ruang pembelajaran, konservasi, dan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Kehadiran investasi hijau di Megamendung menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan selaras. Transformasi ini menjadi contoh bagaimana pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan bisa beriringan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paviliun Indonesia di COP30 Resmi Dibuka, Jadi Panggung 'Jualan' Kredit Karbon Triliunan

Paviliun Indonesia di COP30 Resmi Dibuka, Jadi Panggung 'Jualan' Kredit Karbon Triliunan

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 08:58 WIB

World Cities Day: Membangun Kota yang Bernapas Lewat Ruang Hijau dan Alam

World Cities Day: Membangun Kota yang Bernapas Lewat Ruang Hijau dan Alam

Lifestyle | Senin, 10 November 2025 | 21:16 WIB

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Camping Lebih dari Sekadar Liburan, Tapi Cara Ampuh Bentuk Karakter Anak

Health | Sabtu, 08 November 2025 | 01:05 WIB

Terkini

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:01 WIB

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

×