Viral Cium Anak Perempuan, KemenPPPA Sebut Perilaku Gus Elham Berbahaya: Jangan Normalisasi

Bangun Santoso | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 12 November 2025 | 15:05 WIB
Viral Cium Anak Perempuan, KemenPPPA Sebut Perilaku Gus Elham Berbahaya: Jangan Normalisasi
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu. [Suara.com/Lilis]
  • KemenPPPA secara tegas melabeli tindakan Gus Elham mencium anak-anak perempuan sebagai perilaku berbahaya (harmful) yang tidak dapat dibenarkan oleh alasan apa pun, termasuk status keagamaan
  • Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak menormalisasi tindakan berisiko terhadap anak, meskipun dilakukan oleh tokoh yang dihormati, karena dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap kekerasan
  • Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk mengajarkan konsep batasan tubuh (body boundaries) kepada anak sejak dini agar mereka bisa melindungi diri dari sentuhan yang tidak pantas

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memberikan peringatan keras menyusul viralnya video pendakwah Elham Yahya Luqman atau Gus Elham yang mencium anak perempuan.

Pemerintah menegaskan bahwa status sosial atau atribut keagamaan tidak bisa menjadi pembenaran atas tindakan berisiko yang membahayakan anak.

Sikap sebagian masyarakat yang justru membiarkan bahkan mendorong anak-anak mendekati tokoh tertentu karena statusnya sebagai "Gus" dinilai sangat berbahaya.

Deputi Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu, menyatakan bahwa tindakan semacam itu dapat membuka celah bagi potensi kekerasan terhadap anak.

“Tindakan itu tergantung dari alasan tujuannya itu tadi. Berbahaya enggak buat anak, tindakan harmful enggak buat anak, tindakan-tindakan berbahaya apakah dia berdasarkan pada adat, budaya, agama. Kalau dia tindakan berbahaya, ya sebaiknya dia tidak boleh dilakukan," kata Pribudiarta kepada wartawan, Rabu (12/11/2025).

Lebih lanjut, Pribudiarta menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai batasan tubuh mereka. Anak harus diajarkan untuk memahami bagian tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, terutama orang asing.

Tindakan mencium wajah anak oleh orang yang tidak memiliki hubungan keluarga dekat adalah sinyal bahaya yang tidak boleh diabaikan.

"Sekarang kan tujuan itu tadi menyangkut kepada kekerasan seksual atau kekerasan fisik dan emosi kepada si anak, dia jadi berbahaya. Tapi kalau ibu nyium anak, bapak nyium anak kan bukan tindakan berbahaya, bentuk kasih sayang," ucapnya.

KemenPPPA menyoroti keyakinan keliru di tengah masyarakat bahwa sentuhan dari seorang tokoh agama selalu membawa berkah. Pandangan ini justru membuat anak berada dalam posisi yang semakin rentan dan tidak terlindungi dari potensi predator.

"Saya rasa enggak ada agama apa pun yang menyetujui terjadinya kekerasan seksual pada anak atau kekerasan emosi terhadap anak," pungkas Pribudiarta.

Kontroversi ini tidak hanya mengundang reaksi dari KemenPPPA. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi'i turut angkat bicara dan mengecam keras aksi tersebut.

Menurutnya, perilaku yang dipertontonkan Gus Elham sama sekali tidak pantas, terlebih karena statusnya sebagai seorang pemuka agama yang seharusnya menjadi panutan dan teladan bagi umat.

Video viral pendakwah asal Kediri itu sebelumnya telah memicu kemarahan publik. Banyak warganet menilai aksinya menciumi anak-anak perempuan yang bukan mahramnya sudah masuk dalam kategori pelecehan dan harus ditindaklanjuti secara serius untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Elham Suka Cium Anak Kecil, Komisi VIII Sepakat Dengan PBNU: Bertentangan Dengan Ajaran Islam!

Gus Elham Suka Cium Anak Kecil, Komisi VIII Sepakat Dengan PBNU: Bertentangan Dengan Ajaran Islam!

News | Rabu, 12 November 2025 | 14:56 WIB

Soroti Kasus Gus Elham, Richard Lee Minta Orangtua Waspadai Predator Berkedok Agama

Soroti Kasus Gus Elham, Richard Lee Minta Orangtua Waspadai Predator Berkedok Agama

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 14:49 WIB

KemenPPPA: Perilaku Gus Elham Bisa Masuk Kategori Pidana Kekerasan Terhadap Anak

KemenPPPA: Perilaku Gus Elham Bisa Masuk Kategori Pidana Kekerasan Terhadap Anak

News | Rabu, 12 November 2025 | 12:39 WIB

Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Videonya Cium Anak Kecil Viral, Akui Khilaf

Gus Elham Yahya Minta Maaf Usai Videonya Cium Anak Kecil Viral, Akui Khilaf

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 12:33 WIB

Heboh Gus Elham Cium Anak Kecil, Ini Hukum Mencium Anak yang Bukan Muhrim Menurut Islam

Heboh Gus Elham Cium Anak Kecil, Ini Hukum Mencium Anak yang Bukan Muhrim Menurut Islam

Lifestyle | Rabu, 12 November 2025 | 12:16 WIB

Siapa Gus Elham Yahya? Pendakwah Kediri Viral karena Aksi Cium Anak Kecil

Siapa Gus Elham Yahya? Pendakwah Kediri Viral karena Aksi Cium Anak Kecil

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 11:58 WIB

Mengenal Elham Yahya, Dai Muda Asal Kediri yang Disorot usai Video Viral

Mengenal Elham Yahya, Dai Muda Asal Kediri yang Disorot usai Video Viral

Your Say | Rabu, 12 November 2025 | 13:30 WIB

Terkini

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:45 WIB

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:15 WIB

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB