Jeritan Sunyi di Balik Tembok Maskulinitas: Mengapa Lelaki Korban Kekerasan Seksual Bungkam?

Bernadette Sariyem

Rabu, 12 November 2025 | 21:34 WIB
Jeritan Sunyi di Balik Tembok Maskulinitas: Mengapa Lelaki Korban Kekerasan Seksual Bungkam?
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap lelaki. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Stigma maskulinitas membungkam para korban lelaki.
  • Relasi kuasa tidak setara membuat sebagian lelaki rentan.
  • Korban lelaki seringkali merasa tidak berdaya dan terisolasi.

Suara.com - Di balik tabir maskulinitas yang menuntut laki-laki untuk selalu kuat dan dominan, tersimpan realitas kelam yang jarang terungkap: kekerasan seksual terhadap lelaki.

Fenomena ini menjadi sebuah 'gunung es' yang tak terlihat, tersembunyi di bawah lapisan tebal stigma sosial dan penyangkalan massal.

Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam forum The Exist Talk, Rabu (12/11/2025).

Nur Hasyim, Co-Founder Aliansi Laki-Laki Baru, menegaskan kekerasan seksual terhadap laki-laki adalah fakta yang nyata, namun sengaja dibuat tak terlihat oleh konstruksi sosial yang keliru.

Menurutnya, ada beberapa tembok penghalang utama yang membuat para korban pria enggan atau bahkan takut untuk bersuara (speak up).

Salah satu yang paling fundamental adalah anggapan bahwa mengakui diri sebagai korban akan meruntuhkan harga diri dan citra kelaki-lakian mereka.

Bahkan, ada ketakutan bahwa bersuara justru akan memicu kekerasan lebih lanjut.

"Jadi ada ruang-ruang menyangkal atau denial, kalau laki-laki juga menjadi (korban) kekerasan seksual," ungkap Hasyim.

Lebih jauh, Hasyim membongkar mitos semua laki-laki memiliki posisi kuasa yang sama.

baca juga

Ia menjelaskan, di antara laki-laki sendiri terdapat relasi kuasa yang tidak setara, yang membuat sebagian dari mereka berada dalam posisi rentan. Kerentanan inilah yang seringkali dieksploitasi oleh pelaku.

"Mereka itu sama saja, makanya mereka sama juga mengalami kekerasan seksual yang sama," tegas Hasyim, merujuk pada kerentanan yang dimiliki kelompok pria tertentu, serupa dengan perempuan.

Dampak psikologis yang dialami para korban pria menjadi sangat destruktif.

Ketika kekerasan itu tersembunyi tanpa ada ruang untuk melapor atau bercerita, korban seringkali merasa terisolasi, tidak berdaya, dan yakin tidak akan ada seorang pun yang menolong mereka.

“Akhirnya, laki-laki (korban) kekerasan seksual mengalami dampak yang buruk, merasa tidak ada yang menolong,” ujarnya.

Hasyim juga menyoroti kelompok spesifik yang sering menjadi target.

Laki-laki yang dianggap berpenampilan feminin, misalnya, kerap kali menjadi sasaran label negatif dan kekerasan seksual dari laki-laki lain yang merasa lebih dominan.

“Laki-laki yang feminim cenderung diberi label-label negatif, dan mengalami kekerasan seksual dari laki-laki lain,” ucapnya.

Menghadapi tembok tebal ini, Aliansi Laki-Laki Baru berkomitmen untuk terus berjuang menghapus stigma dan membangun ruang aman bagi semua korban, tanpa memandang gender, agar tidak ada lagi jeritan sunyi yang terabaikan. [Safelia Putri]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Oh Young Soo Kakek Squid Game, Dinyatakan Tak Bersalah atas Kasus Pelecehan Seksual

Oh Young Soo Kakek Squid Game, Dinyatakan Tak Bersalah atas Kasus Pelecehan Seksual

Entertainment | Rabu, 12 November 2025 | 08:00 WIB

Mantan Kapolres Ngada Fajar Widyadharma Hadapi Vonis, DPR Desak Hukuman Maksimal

Mantan Kapolres Ngada Fajar Widyadharma Hadapi Vonis, DPR Desak Hukuman Maksimal

News | Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:21 WIB

Koalisi Sipil Desak Menag Minta Maaf Soal Pernyataan Kekerasan Seksual di Ponpes Terlalu Dibesarkan

Koalisi Sipil Desak Menag Minta Maaf Soal Pernyataan Kekerasan Seksual di Ponpes Terlalu Dibesarkan

News | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 17:15 WIB

Komnas Perempuan: Kekerasan Seksual Mei 1998 Tidak Boleh Dihapus dari Sejarah

Komnas Perempuan: Kekerasan Seksual Mei 1998 Tidak Boleh Dihapus dari Sejarah

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:27 WIB

Sebut Aparat Tak Paham, Kontras: Penerapan Undang-Undang TPKS Masih Banyak Banget Catatannya

Sebut Aparat Tak Paham, Kontras: Penerapan Undang-Undang TPKS Masih Banyak Banget Catatannya

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 09:51 WIB

Miris! Anak 10 Tahun di Samarinda Jadi Korban Eksploitasi Seksual: Ibu dan Ayah Tiri Terlibat

Miris! Anak 10 Tahun di Samarinda Jadi Korban Eksploitasi Seksual: Ibu dan Ayah Tiri Terlibat

News | Selasa, 23 September 2025 | 14:55 WIB

Darurat Kekerasan Kampus: Menteri PPPA Desak Mahasiswa Berani Bersuara dan Putus Rantai Kekerasan

Darurat Kekerasan Kampus: Menteri PPPA Desak Mahasiswa Berani Bersuara dan Putus Rantai Kekerasan

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 23:30 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×