Mardani Ali Sera Dicopot dari Kursi Ketua PKSAP DPR, Alasannya karena Ini

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 18 November 2025 | 16:26 WIB
Mardani Ali Sera Dicopot dari Kursi Ketua PKSAP DPR, Alasannya karena Ini
Mardani Ali Sera. (Dok: DPR)
  • Mardani Ali Sera resmi tidak lagi menjabat sebagai Ketua BKSAP DPR RI dan posisinya digantikan oleh rekan satu fraksinya di PKS, Syahrul Aidi Maazat
  • Alasan utama pencopotan Mardani adalah karena ia mendapat tugas baru yang lebih strategis di internal partai, yakni sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PKS
  • Syahrul Aidi Maazat dipilih sebagai pengganti karena dinilai kompeten, berstatus sebagai anggota Komisi I DPR yang membidangi luar negeri dan memiliki latar belakang pendidikan dari Timur Tengah

Suara.com - Teka-teki pergeseran posisi politisi senior PKS, Mardani Ali Sera, dari kursi Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI akhirnya terjawab.

Dalam Rapat Pleno yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Syahrul Aidi Maazat dari Fraksi PKS resmi ditetapkan sebagai penggantinya, Selasa (18/11/2025).

Pergantian ini memicu pertanyaan, mengingat posisi Ketua BKSAP merupakan jabatan strategis dalam diplomasi parlemen. Namun, Fraksi PKS menegaskan langkah ini murni karena kebutuhan internal partai yang lebih mendesak.

Ketua Fraksi PKS DPR RI, Abdul Kharis, mengungkap alasan utama di balik keputusan tersebut. Menurutnya, Mardani Ali Sera kini mengemban amanah baru yang tak kalah krusial di struktur pusat partai.

"Jadi, di kepengurusan yang baru ini baru kepengurusan DPP PKS yang baru, pak Mardani menjadi ketua badan pemenangan pemilu lah gitu, di DPP. Jadi nggak mungkin dibarengkan dengan BKSAP yang pergi ke luar negeri terus. Jadi karena itu, kemudian diganti orang," kata Kharis saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Penjelasan ini mengonfirmasi bahwa Mardani ditarik untuk fokus penuh pada strategi pemenangan pemilu PKS, sebuah tugas yang menuntut konsentrasi tinggi dan tidak memungkinkan mobilitas internasional yang intensif seperti yang disyaratkan jabatan Ketua BKSAP.

Sementara itu, penunjukan Syahrul Aidi Maazat sebagai suksesor bukanlah tanpa alasan. Latar belakangnya dinilai sangat sesuai untuk memimpin diplomasi parlemen Indonesia ke depan.

"Satu, dia anggota komisi I, kedua dia lulusan dari luar negeri lulusan dari Timur Tengah, dari Mesir ya. Karena kita banyak fokus di pembelaan palestina komunikasi dengan orang-orang di sekitar sana pasti akan....kalau dia karena di Komisi I kan," pungkas Kharis.

Visi Ketua Baru: Dari Gaza hingga Sudan

Dalam pidato perdananya, Syahrul Aidi Maazat langsung menyoroti tantangan global yang menuntut sikap proaktif dari parlemen Indonesia.

Ia secara khusus menyinggung tragedi kemanusiaan di Gaza dan krisis yang melanda Sudan sebagai perhatian utama dunia internasional.

“Baru-baru ini, selain tragedi di Gaza, kawasan Timur Tengah juga tengah diguncang situasi di Sudan yang menjadi perhatian dunia internasional.

Perjuangan mewujudkan pemerintahan Palestina yang hakiki akan terus kita gaungkan, karena Indonesia selalu berkomitmen menghapus segala bentuk penjajahan di muka bumi,” kata Syahrul.

Ia menegaskan bahwa BKSAP adalah representasi resmi diplomasi parlemen yang membawa mandat konstitusi dan aspirasi rakyat di berbagai forum multilateral.

Menurutnya, tantangan geopolitik, krisis kemanusiaan, hingga pergerakan ekonomi global harus dijawab dengan kesiapan diplomasi yang maksimal.

“Tantangan global hari ini tidak bisa kita hadapi secara parsial. Dengan kekuatan kolektif yang dimiliki, saya percaya BKSAP dapat terus menjadi garda depan diplomasi parlemen yang dihormati dalam berbagai forum internasional,” ujarnya.

Syahrul juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja kolektif pimpinan dan anggota BKSAP selama ini, seraya berharap kepemimpinannya dapat memperkuat fondasi kerja dan memperluas jejaring diplomasi Indonesia di panggung dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Syahrul Aidi Gantikan Mardani Ali Sera sebagai Ketua BKSAP

Syahrul Aidi Gantikan Mardani Ali Sera sebagai Ketua BKSAP

DPR | Selasa, 18 November 2025 | 16:03 WIB

Adies Kadir Mulai Aktif Lagi, Puan Bilang DPR Tak Perlu 'Woro-woro'

Adies Kadir Mulai Aktif Lagi, Puan Bilang DPR Tak Perlu 'Woro-woro'

News | Selasa, 18 November 2025 | 14:47 WIB

Apa Saja Isi UU KUHAP yang Baru? Ini 14 Substansi Utamanya

Apa Saja Isi UU KUHAP yang Baru? Ini 14 Substansi Utamanya

Lifestyle | Selasa, 18 November 2025 | 15:36 WIB

Himbara Ramai-ramai Buyback, DPR Nilai itu Aksi yang Wajar

Himbara Ramai-ramai Buyback, DPR Nilai itu Aksi yang Wajar

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 14:04 WIB

Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo - Dasco: Genjot Ekonomi 8 Persen

Hasil Pertemuan Empat Mata Prabowo - Dasco: Genjot Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Selasa, 18 November 2025 | 13:07 WIB

RKUHAP Resmi Jadi UU: Ini Daftar Pasal Kontroversial yang Diprotes Publik

RKUHAP Resmi Jadi UU: Ini Daftar Pasal Kontroversial yang Diprotes Publik

News | Selasa, 18 November 2025 | 12:43 WIB

Komisi IV DPR Usulkan Kementerian Baru untuk Perbaiki Tata Kelola Pangan Nasional

Komisi IV DPR Usulkan Kementerian Baru untuk Perbaiki Tata Kelola Pangan Nasional

DPR | Selasa, 18 November 2025 | 11:53 WIB

Terkini

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:18 WIB

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:08 WIB

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:07 WIB

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:48 WIB

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:43 WIB

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:36 WIB

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:34 WIB

Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM

Trauma Berat, Putri Ahmad Bahar Adukan Dugaan Intimidasi Ormas GRIB Jaya ke Komnas HAM

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB

Usai Temui Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mendadak Umumkan Batal Naik Haji, Ada Apa?

Usai Temui Prabowo di Istana, Menkeu Purbaya Mendadak Umumkan Batal Naik Haji, Ada Apa?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:27 WIB