Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan

Selasa, 18 November 2025 | 18:13 WIB
Ketika Banjir Lebih Menakutkan di 'Kampung Zombie' Cililitan
Sebuah julukan seram tersemat pada salah satu sudut padat di ibu kota, "Kampung Zombie", yang namanya mengundang rasa penasaran banyak orang. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Coretan Kampung Zombie di tembok itu menjadi penanda yang kuat hingga viral dan memantik rasa penasaran banyak orang.
  • Terdapat belasan rumah yang benar-benar kosong dan terbengkalai.
  • Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.

Banjir, 'Teror' Sesungguhnya yang Mengusir Warga

Penyebab utama eksodus warga dari rumah mereka bukanlah hal gaib, melainkan bencana banjir yang terus berulang.

"Ya karena sering banjir," ucap Asep singkat.

Kondisi banjir di area tersebut sudah sedemikian parah, bahkan anomali cuaca sering terjadi di sana.

"Orang di sini lagi panas aja di situ bisa banjir. Kalau orang sini udah pada nggak heran, misal di grup RT diinfo, RT 6 banjir, udah, pada diem aja," ungkap Anton.

Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)
Kawasan yang dijuluki 'Kampung Zombie' di Gang Al-Hikmah, Cililitan Kecil, Jakarta Timur, kembali terendam banjir pada Selasa (18/11/2025). (Suara.com/Adiyoga)

Banjir terakhir bahkan baru saja terjadi pada Selasa siang akibat hujan deras selama empat jam, namun yang terparah adalah bencana beberapa tahun lalu yang ketinggian airnya mencapai level ekstrem.

"Kalau nggak salah sekitar 2017, itu sekitar 5 meter," kenang Anton.

Pemerintah daerah disebut memiliki rencana untuk menanggulangi masalah ini dengan melakukan pelebaran kali, meskipun waktu pelaksanaannya masih belum dapat dipastikan.

"Ada, mau diperlebar ke kiri kanan 5 meter," kata Anton mengenai rencana tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Film Janur Ireng, Teror Santet Paling Mematikan di Rumah Paman Sendiri

Kehidupan yang Terus Berdenyut di Antara Kekosongan

Citra kampung mati yang sepi dan menyeramkan segera luntur ketika sore menjelang malam.

Asep menuturkan bahwa suasana sepi di siang hari disebabkan warga yang beraktivitas di luar rumah, seperti bekerja dan sekolah.

"Ya karena lagi pada berkegiatan saja. Kan ada yang kerja, ada yang lagi di sekolah. Kalau dari sore ke malem, rame," paparnya.

Faktanya, area yang kosong di bantaran kali justru menjadi ruang sosial bagi warga yang tersisa.

"Yang di pinggir kali itu malah suka pada dipakai mancing, nongkrong, main remi," tambah Anton.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI