Kapolri dan Sri Sultan Pimpin Apel Jaga Warga, Perkuat Keamanan Berbasis Komunitas di DIY

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 21 November 2025 | 10:12 WIB
Kapolri dan Sri Sultan Pimpin Apel Jaga Warga, Perkuat Keamanan Berbasis Komunitas di DIY
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, menghadiri Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja damai, di Mapolda DIY, Jumat (21/11/2025). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Kapolri dan Sri Sultan pimpin apel untuk perkuat program Jaga Warga di Yogyakarta.
  • Program ini wujud kolaborasi warga dan polisi untuk menjaga keamanan lingkungan.
  • Jaga Warga diperluas hingga tingkat pedukuhan untuk ciptakan rasa aman dan nyaman.

Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk mewujudkan Jogja damai yang digelar di Halaman Polda DIY, Jumat (21/11/2025).

Apel ini dipimpin langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sultan Hamengku Buwono X menyebut bahwa kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan warga. Terlebih dalam memperkuat keamanan serta ketertiban masyarakat di seluruh wilayah DIY.

Ngarsa Dalem (Sultan), menyampaikan bahwa keberadaan Jaga Warga telah dibentuk beberapa tahun terakhir dan kini diperluas hingga tingkat pedukuhan.

"Jaga warga itu sudah terbentuk mungkin 2-3 tahun lalu yang sudah seluruh kalurahan. Tapi mulai tahun ini kita tingkatkan di pedukuhan, sehingga nanti setiap pedukuhan juga ada jaga warga," kata Sultan.

Ia menjelaskan bahwa konsep Jaga Warga merupakan bentuk community policing, yakni pelibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan secara kolaboratif dengan aparat.

"Ya, itu kalau saya menerjemahkan sebagai civil police. Seperti yang kita lakukan membantu bersama dengan pihak kepolisian, bisa menjaga di masing-masing wilayah itu tetap aman, nyaman, kira-kira itu tujuannya," ucapnya.

"Karena nggak mungkin semua harus dari kepolisian. Ini merupakan partisipasi warga. Sehingga tidak sekedar hanya aturan, tapi masyarakat juga ambil peran sebagai subyek dalam menjaga rasa aman dan nyamannya masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi penguatan Jaga Warga sebagai bentuk kearifan lokal yang efektif menjaga keteraturan sosial.

baca juga

Menurutnya gerakan ini merupakan warisan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat yang memang sudah bergerak dari dulu.

"Kegiatan ini adalah simbolisasi dari bersatunya keterlibatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan-kegiatan untuk terlibat dalam hal pranata sosial, keteraturan sosial," kata Listyo.

Ia menegaskan bahwa Polri membutuhkan kolaborasi dengan masyarakat di semua tingkatan. Mulai dari Polres hingga kelurahan dan pedukuhan.

"Polri tidak mungkin bisa bekerja sendiri, Polri perlu bersama-sama dengan masyarakat dalam menjaga keteraturan-keteraturan sosial dengan menghormati kearifan lokal, yang tentunya ini kadangkala akan jauh lebih bisa menyelesaikan masalah dan tentunya hal-hal ini akan terus kita kembangkan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Celoteh Akademisi Soal MK: Penugasan Polisi Aktif ke Luar Instansi Dibolehkan, Kok Bisa?

Celoteh Akademisi Soal MK: Penugasan Polisi Aktif ke Luar Instansi Dibolehkan, Kok Bisa?

News | Senin, 17 November 2025 | 11:18 WIB

Hormati Putusan MK, Polri Siapkan Langkah Operasional Penataan Jabatan Eksternal

Hormati Putusan MK, Polri Siapkan Langkah Operasional Penataan Jabatan Eksternal

News | Kamis, 13 November 2025 | 22:45 WIB

Boni Hargens: Putusan MK Benar, Polri Adalah Alat Negara

Boni Hargens: Putusan MK Benar, Polri Adalah Alat Negara

News | Kamis, 13 November 2025 | 21:39 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×