Lawan Waktu Selamatkan Korban Banjir Sumatra, AHY Kerahkan Armada Helikopter hingga Modifikasi Cuaca

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Minggu, 30 November 2025 | 17:32 WIB
Lawan Waktu Selamatkan Korban Banjir Sumatra, AHY Kerahkan Armada Helikopter hingga Modifikasi Cuaca
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Hairul Alwan/Suara.com]
  • Pemerintah fokus utama operasi kemanusiaan di Sumatra adalah penyelamatan nyawa korban banjir terisolasi akibat lumpuhnya akses logistik.
  • Menteri AHY memimpin langsung operasi di Medan, mengerahkan alat berat dan armada udara untuk distribusi bantuan serta perbaikan infrastruktur.
  • Sebanyak 28 helikopter gabungan dikerahkan sejak 30 November 2025 untuk evakuasi dan dukungan logistik di wilayah terdampak.

Suara.com - Pemerintah melancarkan operasi kemanusiaan besar-besaran untuk menyelamatkan para korban yang terperangkap dalam bencana banjir dahsyat di Sumatra. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa prioritas utama dan satu-satunya saat ini adalah menyelamatkan nyawa.

Fokus utama pemerintah adalah mengevakuasi warga korban banjir yang terisolasi akibat akses jalan dan logistik yang lumpuh total.

Di saat yang sama, segala sumber daya dikerahkan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan, jalur komunikasi, pasokan BBM, dan listrik di wilayah-wilayah terdampak.

AHY telah memerintahkan seluruh kementerian terkait untuk bergerak cepat, mulai dari pengerahan alat-alat berat untuk membuka jalan hingga memaksimalkan operasi armada udara untuk menjangkau lokasi terpencil.

"Dari sisi infrastruktur, saya terus mendorong @kementerianpu untuk segera mengerahkan alat berat membuka akses jalan yang terputus. Saya juga berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan @kemenhub151 untuk memastikan operasional bandara, helikopter, dan armada udara, dengan dukungan TNI–Polri, guna dropping logistik dan bantuan medis," kata AHY melalui akun Instagram resminya, Minggu (30/11/2025).

AHY mengakui medan di lapangan sangat berat. Keterbatasan BBM untuk kendaraan logistik dan genset, kerusakan jaringan listrik vital, hingga kapasitas angkut helikopter yang terbatas menjadi tantangan besar yang membuat distribusi bantuan menjadi sebuah pertaruhan melawan waktu.

"Namun insya Allah, pemerintah akan terus bekerja keras, mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, agar bantuan, perbaikan infrastruktur vital, serta pemulihan layanan dasar dapat segera menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan," tegas AHY.

Untuk memimpin langsung operasi ini, AHY pagi ini telah bertolak ke Medan, Sumatra Utara. Ia menggelar rapat koordinasi darurat bersama BMKG, BNPB, dan seluruh jajaran terkait untuk menyusun strategi penanganan yang lebih efektif.

Dalam rapat tersebut, AHY mengungkap penyebab bencana ini adalah fenomena alam yang sangat langka.

"Dari penjelasan Kepala BMKG dan BNPB, saya mendapatkan informasi bahwa bencana akibat tropical cyclone ini sangat tidak lazim terjadi di Indonesia (terakhir 25 tahun lalu) dan dampaknya melumpuhkan aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara (Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal), hingga Sumatera Barat," kata AHY.

Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya melaporkan bahwa kekuatan udara telah dikerahkan secara masif. Hingga 30 November 2025, total 28 helikopter gabungan telah diterjunkan ke lokasi bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

"28 helikopter gabungan ini berasal dari TNI Angkatan Udara, Darat dan Laut, kepolisian, BNPB, dan Basarnas yang dikerahkan pemerintah untuk melakukan distribusi bantuan dan juga evakuasi korban bencana," tulis Teddy dalam unggahan di akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Selain itu, teknologi modifikasi cuaca juga telah dioperasikan selama tiga hari terakhir dan berhasil mengurangi curah hujan, memberikan celah krusial bagi tim penyelamat.

"Sehingga evakuasi dan pengiriman bantuan logistik dari udara dapat dilakukan dengan cepat," kata Teddy.

Pemerintah memastikan seluruh upaya akan terus dioptimalkan untuk mempercepat proses penyelamatan. "Mulai dari evakuasi, pengiriman bantuan logistik, hingga pemulihan akses," kata Teddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR RI Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Daerah Bencana di Sumatera melalui Lanud Halim

DPR RI Berangkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Daerah Bencana di Sumatera melalui Lanud Halim

DPR | Minggu, 30 November 2025 | 16:59 WIB

Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!

Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!

News | Minggu, 30 November 2025 | 16:41 WIB

Kemenhut Buru Mafia Kayu di Balik Banjir Sumatera, Modus Canggih Terungkap

Kemenhut Buru Mafia Kayu di Balik Banjir Sumatera, Modus Canggih Terungkap

News | Minggu, 30 November 2025 | 14:19 WIB

PSI Riau Gerak Cepat Kirim Bantuan Korban Banjir Sumbar

PSI Riau Gerak Cepat Kirim Bantuan Korban Banjir Sumbar

News | Minggu, 30 November 2025 | 14:11 WIB

Banjir Tapanuli Bawa Gelondongan Kayu, Pemerintah Didesak Investigasi Dugaan Pembalakan Liar

Banjir Tapanuli Bawa Gelondongan Kayu, Pemerintah Didesak Investigasi Dugaan Pembalakan Liar

News | Minggu, 30 November 2025 | 14:00 WIB

Azizah Salsha Beri Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir di Padang, Aksinya Tuai Pujian

Azizah Salsha Beri Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Banjir di Padang, Aksinya Tuai Pujian

Entertainment | Minggu, 30 November 2025 | 13:00 WIB

Berapa Gaji Tim SAR yang Pertaruhkan Nyawa di Banjir Sumatera?

Berapa Gaji Tim SAR yang Pertaruhkan Nyawa di Banjir Sumatera?

Lifestyle | Minggu, 30 November 2025 | 12:55 WIB

Terkini

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:56 WIB

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:51 WIB

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:42 WIB

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:39 WIB

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:33 WIB

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:15 WIB

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:12 WIB

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:05 WIB

Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?

Lebih Efisien dari BBM, Seberapa Efektif Truk Listrik Kurangi Emisi?

News | Kamis, 16 April 2026 | 19:02 WIB