Berapa Gaji Tim SAR yang Pertaruhkan Nyawa di Banjir Sumatera?

Ruth Meliana

Minggu, 30 November 2025 | 12:55 WIB
Berapa Gaji Tim SAR yang Pertaruhkan Nyawa di Banjir Sumatera?
Tim SAR mengevakuasi korban banjir [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]

Suara.com - Sejak banjir mulai menyapu beberapa wilayah di Sumatera, tim SAR setempat lekas berupaya sekeras mungkin mengevakuasi dan menyelamatkan warga. Meski sudah menjadi pekerjaanya, tentu kesigapan ini perlu diapresiasi. Beberapa orang bahkan menanyakan berapa gaji tim SAR yang rela mempertaruhkan nyawa di banjir Sumatera.

Dalam beberapa video beredar bahwa Tim SAR menyelamatkan nyawa seseorang yang terjebak di pepohonan di wilayah Bireuen, Provinsi Aceh. Wilayah ini diketahui merupakan salah satu yang terdampak cukup parah.

Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii menegaskan bahwa fokus utama mereka memang penyelamatan “Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa dan mencari korban yang masih hilang,” ujarnya dalam rapat koordinasi di BNPB Jakarta.

Basarnas menyebutkan bahwa kini ada setidaknya delapan operasi SAR aktif yang digelar di tiga provinsi terdampak. Tantangan besar di sini adalah banyak akses jalan yang terputus akibat banjir dan longsor. 

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat bahwa kini ada 30 korban jiwa dengan lebih dari 1.400 warga mengungsi dari 20 kabupaten/kota. 

Berapa Gaji Tim SAR?

Setiap kali terjadi bencana besar seperti banjir Sumatera, masyarakat kerap bertanya-tanya: berapa sebenarnya gaji tim SAR yang setiap hari mempertaruhkan nyawa?

Anda perlu tahu bahwa sebagian besar personel SAR, terutama di Basarnas, merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan struktur gaji yang sudah ditetapkan pemerintah. Artinya, besaran pendapatan mereka mengikuti golongan, masa kerja, serta tunjangan kinerja yang diberikan oleh instansi.

Secara umum, gaji pokok personel SAR berada dalam rentang Golongan II hingga Golongan III. Untuk gambaran:

baca juga
  • Golongan II A – II D umumnya menerima gaji pokok sekitar Rp2,1 juta – Rp3,5 juta.
  • Golongan III A – III D menerima gaji pokok sekitar Rp2,8 juta – Rp4,8 juta.

Selain gaji pokok, mereka juga menerima tunjangan kinerja (tukin) yang jauh lebih besar dibanding gaji pokok. Tunjangan ini diberikan berdasarkan bobot pekerjaan, risiko, dan intensitas operasi. Untuk pegawai Basarnas, besaran tukin berkisar antara Rp2,4 juta hingga lebih dari Rp12 juta per bulan, tergantung kelas jabatan serta tingkat senioritas.

Petugas lapangan SAR—terutama rescuer yang turun langsung ke lokasi banjir, gunung, atau wilayah longsor—umumnya berada pada kelas jabatan menengah dengan nilai tukin berkisar antara Rp4 juta hingga Rp7 juta per bulan.

Di luar itu, mereka juga berhak menerima:

  • Honorarium operasi SAR ketika sedang bertugas di lapangan
  • Tunjangan risiko kerja
  • Biaya perjalanan dinas jika operasi dilakukan di luar wilayah markas

Dengan demikian, total pendapatan petugas SAR di lapangan dapat berada pada kisaran Rp7 juta—Rp12 juta per bulan. Namun penting dicatat bahwa jumlah ini tidak sebanding dengan risiko pekerjaan, mengingat mereka harus menghadapi arus banjir, badai, medan longsor, hingga kondisi cuaca ekstrem secara langsung.

Inilah alasan mengapa masyarakat sering memberikan apresiasi tinggi kepada tim SAR. Mereka bekerja tanpa menunggu sorotan media, memprioritaskan keselamatan orang lain, dan tetap bertugas meski harus meninggalkan keluarga di tengah bencana.

Melihat kinerja tim SAR dalam bencana banjir Sumatera, jelas bahwa pekerjaan mereka bukan sekadar tugas rutin, melainkan panggilan kemanusiaan. Meski pendapatan mereka berada pada struktur gaji ASN yang relatif tetap, risikonya jauh lebih besar dibanding profesi lain. Dedikasi para petugas inilah yang membuat banyak nyawa berhasil diselamatkan di tengah kondisi alam yang sangat tidak bersahabat.

Di beberapa titik, tim SAR juga menghadapi kondisi sungai yang masih meluap dan hujan yang terus turun. Hal ini membuat proses evakuasi harus dilakukan berulang kali, terutama di daerah yang kembali terendam setelah air sempat surut. Meski demikian, para petugas tetap melanjutkan operasi dengan peralatan terbatas dan pergantian shift yang ketat agar personel tetap dalam kondisi aman.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir

Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir

News | Minggu, 30 November 2025 | 10:37 WIB

Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya

Apakah Dinding Perlu Diganti Setelah Banjir? Ini Perawatan dan Tips Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 30 November 2025 | 09:46 WIB

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB

News | Minggu, 30 November 2025 | 08:56 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×