Turun ke Lhokseumawe, Mendagri Cek Infrastruktur Vital dan Salurkan Bantuan

Minggu, 30 November 2025 | 17:58 WIB
Turun ke Lhokseumawe, Mendagri Cek Infrastruktur Vital dan Salurkan Bantuan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi bencana banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025). (Dok: Kemendagri)

Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meninjau lokasi bencana banjir di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (30/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi terkini penanganan darurat, termasuk ketersediaan logistik, akses transportasi, hingga jaringan listrik bagi masyarakat terdampak.

Sejak pagi, Mendagri bersama rombongan bergerak dari Banda Aceh menuju Lhokseumawe. Mendagri yang didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Safrizal ZA menuju lokasi menggunakan transportasi udara lantaran akses jalur darat terputus. “Saya dapat informasi bahwa untuk Kota Lhokseumawe, Aceh Utara, dan Bireuen, jembatan jalan terputus baik [dari] Banda Aceh maupun [dari] Medan,” ujarnya saat menemui para korban di Masjid Islamic Center Kota Lhokseumawe.

Ia menyampaikan bahwa kehadirannya ke Kota Lhokseumawe bertujuan memastikan apakah bandar udara, dermaga, maupun jalan di wilayah tersebut sudah dalam kondisi baik. Ia juga ingin melihat perbaikan jaringan listrik yang saat ini masih berlangsung.

“Saya sudah diskusi sama Pak Wali Kota, apa saja yang diperlukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tito menekankan pentingnya menambah pasokan logistik di daerah tersebut.

“Prinsipnya untuk masalah makanan, ini yang saya akan bawa segera kemari di siang ini. Saya sampaikan, baik melalui komunikasi maupun langsung, untuk logistik harus ditambah. Baik pangan, kemudian juga pakaian, kebutuhan-kebutuhan yang lain-lain, pampers, termasuk juga BBM (bahan bakar minyak),” tegasnya.

Tito juga menyoroti pentingnya memastikan ketersediaan BBM di Kota Lhokseumawe. Meski antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak sepanjang di Kabupaten Pidie Jaya, ia menegaskan perlunya penguatan stok BBM.

“Lebih baik kelebihan daripada kekurangan, itu prinsip kita,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Tito turut menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan tersebut berupa susu bayi, minyak goreng, diaper, dan bahan makanan lainnya.

Baca Juga: Tito Karnavian Tinjau MPP Denpasar, Pastikan Pembebasan BPHTB dan PBG Berjalan Efektif

“Jadi saya mohon maaf, saya mungkin tidak seberapa menyampaikan [bantuan] ini, hanya sebagai simbolis untuk bahan saya memancing kepada teman-teman yang lain, kemudian yang swasta juga, dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Di sisi lain, Tito meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat segera menghitung kebutuhan logistik minimal untuk dua minggu ke depan, mengingat akses jembatan yang masih terputus.

“Saya minta untuk kira-kira kebutuhan angkanya, barangnya apa, angkanya berapa. Paling tidak untuk bertahan dua minggu lah. Karena kita tidak tahu berapa lama jembatan ini akan bisa diselesaikan,” katanya.

Tito juga mengungkapkan bahwa Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah menginstruksikan jajaran TNI membuat jembatan darurat. Hal itu berdasarkan informasi dari Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin saat melakukan peninjauan bersama di Kabupaten Pidie Jaya.

“Beliau sudah merintahkan jajaran TNI untuk mendata dan kemudian membuat jembatan sementara yang bisa kuat tahan, apa namanya itu, untuk dilalui kendaraan besar. Nah, ini kita harapkan secepat mungkin,” tegasnya.

Tito meyakini apabila pembangunan jembatan sementara terlaksana dengan baik, maka distribusi logistik akan berjalan lancar. Namun, selagi jembatannya belum memadai, kebutuhan logistik korban bencana akan menjadi prioritas pemerintah.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI