Alarm Hari HAM: FSGI Catat Lonjakan Tajam Kekerasan di Sekolah Sepanjang 2025

Vania Rossa, Lilis Varwati

Minggu, 07 Desember 2025 | 15:47 WIB
Alarm Hari HAM: FSGI Catat Lonjakan Tajam Kekerasan di Sekolah Sepanjang 2025
Ilustrasi kekerasan di sekolah (Freepik/rawpixel.com)
baca 10 detik
  • FSGI mencatat 60 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang 2025, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.
  • Kekerasan fisik mendominasi dengan 27 kasus, menyebabkan delapan siswa meninggal dunia rentang usia 8 hingga 17 tahun.
  • Pelaku kekerasan beragam, melibatkan peserta didik (41,67%), guru (25%), serta kepala sekolah (13,33%) di semua jenjang.

Suara.com - Jelang peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia pada 10 Desember 2025, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis catatan akhir tahun (catahu) yang menunjukkan lonjakan tajam kasus kekerasan di sekolah.

Sepanjang Januari–Desember 2025, tercatat 60 kasus kekerasan, naik signifikan dibanding 2024 yang berjumlah 36 kasus dan 2023 yang hanya 15 kasus.

Dari total 60 kasus itu, terdapat 358 korban dan 126 pelaku. Data dihimpun dari kanal pengaduan FSGI serta pemberitaan media massa.

FSGI mencatat kekerasan fisik mendominasi dengan 27 kasus atau 45 persen dari total. Setidaknya 73 siswa menjadi korban, delapan di antaranya meninggal dunia.

Rentang usia korban tewas antara 8 hingga 17 tahun, dengan lima korban masih duduk di sekolah dasar, dua di tingkat SMP, dan satu siswa SMK berusia 17 tahun.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, menegaskan tingginya kasus kekerasan fisik memperlihatkan bahwa sekolah belum menjadi ruang aman bagi anak.

Kekerasan seksual menempati posisi kedua dengan 17 kasus atau 28,33 persen. Jumlah pelaku mencapai 17 orang dan korbannya 127 siswa. Dari deretan pelaku, FSGI menyoroti satu kasus yang melibatkan oknum guru perempuan yang melakukan kekerasan seksual terhadap siswanya yang berusia 16 tahun.

"Kekerasan seksual tidak hanya terjadi sekolah berasrama, tapi juga di sekolah-sekolah umum yang tidak berasrama," kata Retno dalam keterangannya, Minggu (7/12/2025).

Selain itu. Kekerasan psikis berada di posisi ketiga dengan delapan kasus (13,33 persen). FSGI mencatat 37,5 persen korban kekerasan psikis atau tiga siswa memutuskan bunuh diri. Retno menjelaskan bahwa tekanan berkepanjangan yang tidak ditangani membuat korban masuk fase depresi.

baca juga

Perundungan tercatat sebanyak empat kasus (6,67 persen). Dua di antaranya berujung pada tindakan balas dendam ekstrem.

Di Aceh Besar, seorang korban bully membakar pondok pesantren. Sementara di Jakarta Utara, ledakan bom di sebuah SMA yang melukai 96 orang juga diduga dilakukan oleh korban bully yang membalas perlakuan tersebut.

Sepanjang 2025 juga terdapat pula satu kasus intoleransi dan diskriminasi (1,67 persen).

Kategori “kebijakan yang mengandung kekerasan” mencatat tiga kasus dengan 55 korban. Salah satunya terjadi di sebuah pondok pesantren di Sidoarjo, ketika mushola yang sedang dibangun ambruk saat tetap digunakan untuk ibadah. Tragedi itu menewaskan 53 santri.

"Kebijakan Ponpes yang tetap mempergunakan mushola untuk ibadah para santri padahal bangunan sedang dalam proses pembangunan sehingga sangat beresiki tinggi ambruk dan membahayakan para santrinya," ucap Retno.

FSGI mencatat bahwa kasus kekerasan terjadi di semua jenjang pendidikan, dari PAUD hingga SMA/SMK. Rinciannya:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Grup Chat Jadi "Medan Bullying": Bagaimana Cara Menghadapinya?

Ketika Grup Chat Jadi "Medan Bullying": Bagaimana Cara Menghadapinya?

Your Say | Minggu, 07 Desember 2025 | 09:10 WIB

Roy Keane Ledek Mason Mount, Masuk sebagai Pemain Pengganti tapi Main Tak Karuan

Roy Keane Ledek Mason Mount, Masuk sebagai Pemain Pengganti tapi Main Tak Karuan

Bola | Jum'at, 05 Desember 2025 | 21:30 WIB

Frustrasi Ruben Amorim Usai MU Gagal Kalahkan West Ham, Terancam Zona Eropa

Frustrasi Ruben Amorim Usai MU Gagal Kalahkan West Ham, Terancam Zona Eropa

Bola | Jum'at, 05 Desember 2025 | 13:43 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×