Cegah Korupsi, Pemerintah Luncurkan Fitur e-Audit di e-Katalog Versi 6

Erick Tanjung, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 08 Desember 2025 | 13:07 WIB
Cegah Korupsi, Pemerintah Luncurkan Fitur e-Audit di e-Katalog Versi 6
Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono sosialisasi pencegahan korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah di Balai Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Pemerintah luncurkan fitur e-Audit dalam e-Katalog untuk cegah korupsi.
  • Fitur ini berfungsi sebagai peringatan dini untuk deteksi penyimpangan lebih cepat.
  • Sistem dapat melacak anomali transaksi hingga pola negosiasi yang tidak wajar.

Suara.com - Pemerintah resmi meluncurkan fitur e-Audit yang terintegrasi dalam e-Katalog versi 6. Sistem ini dirancang sebagai peringatan dini (early warning system) untuk mendeteksi potensi korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menyatakan bahwa fitur ini diharapkan menjadi alat kontrol baru yang dapat menekan celah bagi oknum yang mencoba bermain dalam proses belanja pemerintah.

"Fitur ini dibuat untuk Early Warning System. Artinya, kita berharap red flag-red flag itu sudah diketahui duluan," kata Joko di Balai Kota Yogyakarta, Senin (8/12/2025).

Menurutnya, meskipun niat dan lingkungan tetap menjadi faktor penentu korupsi, kecepatan deteksi kini menjadi keunggulan. Sistem ini mampu mengidentifikasi anomali, seperti barang yang tiba-tiba muncul di katalog, langsung dibeli, lalu menghilang lagi.

"Dengan adanya fitur-fitur di versi 6 ini, orang akan berpikir tiga empat kali untuk mencoba melakukan tindak pidana korupsi," tegasnya.

Ruang Gerak Semakin Sempit

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, menambahkan bahwa ruang bermain bagi para pelaku kini semakin sempit. Ia optimistis sistem ini akan memudahkan penindakan sejak tahap awal.

"Ini sebenarnya juga peringatan pada orang-orang yang mau coba-coba lagi, karena lubang untuk berbuat curang sudah semakin sempit," ucap Ateh.

Sementara itu, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sarah Sadiqa, menjelaskan bahwa fitur ini bekerja dengan menganalisis data transaksi, termasuk pola negosiasi yang tidak wajar.

baca juga

"Seluruh proses negosiasi kini terekam otomatis, sehingga memudahkan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk langsung melakukan analisis dini," ungkap Sarah.

Ia menegaskan bahwa manfaat maksimal dari e-Audit baru akan tercapai jika digunakan secara konsisten oleh para pengawas di kementerian maupun pemerintah daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Eks Wamenaker Noel

KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Dugaan Pemerasan Eks Wamenaker Noel

News | Senin, 08 Desember 2025 | 12:08 WIB

Johan Budi Dukung Abolisi dan Amnesti Tom Lembong - Ira Puspadewi, Tapi Kritisi Untuk Hasto

Johan Budi Dukung Abolisi dan Amnesti Tom Lembong - Ira Puspadewi, Tapi Kritisi Untuk Hasto

News | Sabtu, 06 Desember 2025 | 20:22 WIB

KPK Ungkap Linda Susanti yang Laporkan Dugaan Penggelapan Barang Bukti Ternyata Lakukan Penipuan

KPK Ungkap Linda Susanti yang Laporkan Dugaan Penggelapan Barang Bukti Ternyata Lakukan Penipuan

News | Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:13 WIB

Terkini

5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam

5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 08:58 WIB

Purbaya Klaim Ekonomi RI Membaik karena Aksi Demo Lebih Sedikit

Purbaya Klaim Ekonomi RI Membaik karena Aksi Demo Lebih Sedikit

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:55 WIB

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK

News | Rabu, 09 September 2026 | 08:52 WIB

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Strategi Efisiensi Budidaya Tingkatkan Hasil Panen Bawang Merah hingga 12 Persen

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:46 WIB

Kemiskinan Turun di Statistik, Naik di Kehidupan Nyata?

Kemiskinan Turun di Statistik, Naik di Kehidupan Nyata?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 08:45 WIB

Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata

Bukan Sekadar Tren AI, 5 Startup Ini Bawa Kecerdasan Buatan ke Masalah Nyata

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 08:45 WIB

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Harga Minyak Memanas: Houthi Serang Arab Saudi, AS Serang Tanker Iran

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:42 WIB

Arti Capung Masuk Rumah Siang atau Malam Hari Menurut Primbon, Ada Kabar Baik?

Arti Capung Masuk Rumah Siang atau Malam Hari Menurut Primbon, Ada Kabar Baik?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 08:40 WIB

Harga Minyak Hampir Tembus 100 Dolar,  Imbas Tensi Militer AS-Iran yang Kembali Memanas

Harga Minyak Hampir Tembus 100 Dolar, Imbas Tensi Militer AS-Iran yang Kembali Memanas

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:36 WIB

Bisnis Semen Mulai Pulih, Penjualan SIG Tembus 18,28 Juta Ton

Bisnis Semen Mulai Pulih, Penjualan SIG Tembus 18,28 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 08:36 WIB

×