kasih paham

Tragedi Terra Drone: Kenapa 22 Karyawan Tewas? Mendagri Siapkan Solusi Aturan Baru

Rabu, 10 Desember 2025 | 17:43 WIB
Tragedi Terra Drone: Kenapa 22 Karyawan Tewas? Mendagri Siapkan Solusi Aturan Baru
Ilustrasi tragedi kebakaran maut gedung Terra Drone. [Suara.com/Ema Rohimah]
Baca 10 detik
  • Kebakaran baterai drone tewaskan 22 karyawan di Gedung Terra Drone Kemayoran.
  • Korban tewas akibat asap beracun dan minimnya jalur evakuasi yang memadai.
  • Pemerintah janji evaluasi total regulasi keselamatan untuk gedung berisiko tinggi.

Suara.com - API yang melalap Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) siang, meninggalkan tragedi yang menusuk kalbu. Sebanyak 22 karyawan tewas bukan karena terjilat api, melainkan karena kehabisan napas, terperangkap dalam kepungan asap pekat di lantai 3 hingga 6.

"Sekitar pukul 12.30 WIB. Memang ada baterai di lantai satu yang terbakar," ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Titik api yang relatif kecil di lantai dasar itu ternyata menjadi pemicu malapetaka. Asapnya yang beracun merayap cepat ke atas, mengubah gedung perkantoran itu menjadi jebakan maut. Mereka yang tidak selamat ditemukan dalam kondisi lemas, paru-parunya tak lagi mampu menghirup oksigen.

Infografis kebakaran maut di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. [Dok. Suara.com]
Infografis kebakaran maut di gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat. [Dok. Suara.com]

Jebakan Asap Beracun di Jam Istirahat

Mengapa korban jiwa bisa begitu banyak? Jawabannya terletak pada kombinasi waktu dan racun. Saat baterai drone di gudang penyimpanan lantai 1 terbakar, sebagian besar karyawan sedang beristirahat makan siang di lantai 2 hingga 6.

"Pada saat terbakar, api semakin membesar. Sehingga asap sampai naik ke lantai 6," papar Susatyo.

Upaya pemadaman awal oleh beberapa karyawan tak membuahkan hasil. Api dari baterai lithium menyebar terlalu cepat. Kepanikan pun pecah. Dari 22 korban jiwa, 15 di antaranya adalah perempuan, salah satunya bahkan dalam kondisi hamil tua.

"Panik, kan asapnya cepet naiknya," tutur Hansel, salah satu korban selamat, saat ditemui di lokasi, Rabu (10/12/2025).

Asap pekat dan berbau kimia menyelimuti lorong, membuat napas terasa sesak dan pandangan menggelap.

Baca Juga: Nestapa Korban Tewas di Kebakaran Kantor Drone, KemenPPPA Soroti Perlindungan Pekerja Hamil

Asap dari baterai lithium memang sangat mematikan. Ia melepaskan berbagai zat kimia berbahaya seperti hidrogen fluorida dan karbon monoksida yang sangat korosif dan beracun jika terhirup.

"Asapnya bau kimia," kesaksian Hansen, korban selamat lainnya, mengonfirmasi betapa berbahayanya udara yang mereka hirup saat itu.

Tangga Darurat yang Tak Menyelamatkan

Di tengah kepanikan, jalur evakuasi yang seharusnya menjadi jalan keselamatan justru menjadi jalan buntu. Sebagian besar karyawan yang terjebak memilih lari ke atap gedung, karena tangga darurat sudah tak mungkin diakses.

Petugas kepolisian berjaga di dekat gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc]
Petugas kepolisian berjaga di dekat gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). [Antara/Hafidz Mubarak A/foc]

"Nggak ada, apa namanya, tangga daruratnya," beber Wulan, seorang saksi mata, pada Senin (9/12/2025).

Kesaksian lain menyebut para korban selamat harus berjuang menyambung tangga dengan tali untuk turun dari lantai atas.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meninjau langsung lokasi, turut menyoroti standar evakuasi gedung.

"Ada tangganya, tapi kecil sekali," kata Pramono.

Alarm Peringatan untuk Gedung Berisiko Tinggi

Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi regulasi keselamatan gedung di Indonesia. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, usai meninjau lokasi, menegaskan bahwa gedung yang menyimpan barang berbahaya seperti baterai lithium membutuhkan aturan main yang berbeda.

"Itu barang mudah terbakar, termasuk risiko tinggi," ujar Tito.

"Kalau belum ada aturannya, kita buat."

Gubernur Pramono Anung menambahkan, alat pemadam standar yang tersedia di gedung ternyata tidak efektif untuk menangani kebakaran baterai lithium.

"Yang jadi problem kemarin kan itu," tuturnya.

Pemerintah pun berjanji akan melakukan evaluasi besar-besaran. Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kebijakan pengecekan berkala, terutama untuk bangunan dengan risiko tinggi. Ia juga menegaskan bahwa setiap pembangunan gedung baru harus melewati pengujian standar pencegahan kebakaran yang ketat.

Sinyal keras juga dikirimkan kepada para pemilik dan pengelola gedung yang lalai. Jerat sanksi pidana disiapkan bagi mereka yang nekat beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan.

"Kami akan bantu kepolisian, kami siap memberikan saksi ahli untuk itu," pungkas Tito.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI