UGM Jawab Sentilan Luhut Soal Penelitian: Kalau Riset Sudah Ribuan

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 16 Desember 2025 | 12:49 WIB
UGM Jawab Sentilan Luhut Soal Penelitian: Kalau Riset Sudah Ribuan
Ilustrasi Kampus UGM. [Suara.com/ugm.ac.id]
baca 10 detik
  • UGM menanggapi sentilan Luhut dengan menegaskan riset pertanian berkelanjutan, termasuk bawang putih, telah lama menjadi fokus utama.
  • Katalog UGM mencatat 2.985 penelitian pertanian dari 2022–2024, melibatkan berbagai fakultas lintas disiplin ilmu.
  • Telah dilakukan riset spesifik tentang bawang putih mencakup optimasi mikroklimat dan karakterisasi molekuler virus sejak lama.

Suara.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) akhirnya angkat bicara menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan yang menyentil kampus agar lebih fokus meneliti bawang putih ketimbang terus meributkan soal ijazah.

UGM menegaskan bahwa riset pertanian, termasuk bawang putih, telah lama menjadi perhatian serius dan dilakukan secara berkelanjutan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana. Menurutnya, UGM memiliki rekam jejak panjang dalam penelitian pertanian dari hulu hingga hilir.

Melalui Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama (PPUKS) UGM Danang Sri Hadmoko serta Direktur Penelitian UGM Mirwan Ushada, berbagai penelitian itu dituangkan dalam sebuah katalog hasil pertanian.

Dalam katalog itu disebutkan bahwa sejak tahun 2022-2024, terdapat total 2.985 penelitian topik pertanian. Baik meneliti produk, mesin, maupun mengembangkan sistem pertanian modern untuk menghasilkan bibit unggul.

Penelitian-penelitian tersebut melibatkan banyak unit kerja lintas disiplin. Mulai dari Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Fakultas Biologi, Fakultas Teknik, hingga Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam turut terlibat dalam pengembangan riset pertanian UGM secara terpadu.

Komoditas yang diteliti pun beragam mulai dari padi, jagung, bawang merah dan putih hingga tebu.

UGM menegaskan bahwa riset mengenai bawang putih bukanlah hal baru.

Dalam katalog tersebut, tercatat berbagai penelitian yang secara langsung menyasar peningkatan produktivitas, adaptasi lingkungan, dan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim, terutama pada level mikroklimat.

baca juga

Misalnya saja 'Optimasi Mikro Klimat Teknologi Budidaya Bawang Putih Dataran Rendah Guna Memperbaiki Kuantitas dan Kualitas Umbi'.

Penelitian ini berfokus pada rekayasa mikroklimat dan inovasi agronomi untuk meningkatkan pertumbuhan serta hasil bawang putih, termasuk melalui demplot penerapan teknologi budidaya.

Selain itu, ada riset soal 'Pengembangan Teknik Multipleks RT-PCR dan Karakterisasi Molekuler Virus RNA pada Tanaman Bawang Putih dan Teh di Indonesia'.

Lalu ada 'Kajian Upstream dan Downstream ONT Sekuensing: Optimasi Metode Isolasi DNA Tanaman dan Komparasi Assembler dalam WGS Bawang Putih Lokal'.

UGM menilai fondasi ilmiah riset bawang putih sudah kuat, baik pada level dasar maupun terapan, termasuk untuk menjawab tantangan perubahan iklim.

"Dapat disimpulkan dengan cukup kuat bahwa UGM sudah dan sedang melakukan berbagai penelitian terkait bawang putih, termasuk yang berkaitan langsung dengan produktivitas, adaptasi lingkungan, dan ketahanan terhadap perubahan kondisi iklim, terutama iklim mikro (mikroklimat)," kata Made Andi saat dikonfirmasi, Selasa (16/12/2025).

Tak terkecuali masalah bibit bawang putih yang sempat disinggung oleh Luhut.

"Terkait bibit, UGM sudah melakukan penelitian dasar dan terapan yang sangat relevan untuk menghasilkan bawang putih yang lebih produktif dan lebih adaptif terhadap perubahan iklim, terutama melalui pendekatan kultivar dan rekayasa mikroklimat," tegasnya.

Selain bawang putih, inovasi yang sudah cukup sering terdengar yakni Gamagora 7 atau padi amfibi inovasi UGM.

Adapun Gamagora 7 adalah inovasi benih padi UGM yang adaptif terhadap perubahan lingkungan (bisa ditanam di lahan sawah maupun tadah hujan dengan potensi hasil 9,8 ton/ha.

Dengan paparan data tersebut, UGM menegaskan bahwa penelitian pertanian, khususnya bawang putih telah lama berjalan dan terus dikembangkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saat Bendera Putih Berkibar di Aceh, Peneliti UGM Kritik Pemerintah Tak Belajar Hadapi Bencana

Saat Bendera Putih Berkibar di Aceh, Peneliti UGM Kritik Pemerintah Tak Belajar Hadapi Bencana

News | Senin, 15 Desember 2025 | 16:06 WIB

Roy Suryo Bawa Ijazah UGM Asli ke Polda Metro, Klaim Punya Jokowi Tidak Presisi

Roy Suryo Bawa Ijazah UGM Asli ke Polda Metro, Klaim Punya Jokowi Tidak Presisi

News | Senin, 15 Desember 2025 | 15:58 WIB

Riset Ini Ungkap Perilaku Digital Masyarakat Indonesia di Era AI

Riset Ini Ungkap Perilaku Digital Masyarakat Indonesia di Era AI

Lifestyle | Minggu, 07 Desember 2025 | 17:01 WIB

Riset di Indonesia Tak Terserap Industri, Ini Sebab Utamanya Menurut Prof. Amin Soebandrio

Riset di Indonesia Tak Terserap Industri, Ini Sebab Utamanya Menurut Prof. Amin Soebandrio

Lifestyle | Minggu, 07 Desember 2025 | 13:21 WIB

Toba Pulp Lestari Dituding Biang Kerok Bencana, Ini Fakta Perusahaan, Pemilik dan Reaksi Luhut

Toba Pulp Lestari Dituding Biang Kerok Bencana, Ini Fakta Perusahaan, Pemilik dan Reaksi Luhut

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 20:21 WIB

Mendagri: Digitalisasi Bantuan Sosial Dibutuhkan untuk Ketepatan Sasaran Penyaluran

Mendagri: Digitalisasi Bantuan Sosial Dibutuhkan untuk Ketepatan Sasaran Penyaluran

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:14 WIB

Aplikasi AI Sebut Jokowi Bukan Alumnus UGM, Kampus Buka Suara

Aplikasi AI Sebut Jokowi Bukan Alumnus UGM, Kampus Buka Suara

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:35 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×