Toba Pulp Lestari Dituding Biang Kerok Bencana, Ini Fakta Perusahaan, Pemilik dan Reaksi Luhut

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 Desember 2025 | 20:21 WIB
Toba Pulp Lestari Dituding Biang Kerok Bencana, Ini Fakta Perusahaan, Pemilik dan Reaksi Luhut
Toba Pulp Lestari dituding menjadi salah satu biang kerok penyebab banjir dan longsor Sumatra.
baca 10 detik
  • Toba Pulp Lestari dituding menjadi salah satu biang kerok penyebab banjir dan longsor Sumatra.
  • Meski demikian perusahaan membantah tudingan itu.
  • TPL sendiri adalah salah satu perusahaan pulp & paper yang selama ini disebut-sebut sebagai pemain besar di industri kertas.

Suara.com - Setelah gelombang banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah kabupaten di Pulau Sumatra, sorotan publik mengarah ke aktivitas penebangan dan konversi lahan di kawasan hulu dan salah satu nama yang disebut-sebut adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU).

Tuduhan bahwa operasi perusahaan pulp itu memperparah banjir memicu kontroversi luas, sambil menimbulkan pertanyaan tentang siapa pemilik TPL, apa bisnis intinya, serta seberapa besar pengaruhnya terhadap industri kertas nasional.

Warga dan sejumlah aktivis lingkungan menuduh bahwa pembukaan lahan, penebangan, dan praktik pengelolaan hutan di wilayah hulu berkontribusi pada hilangnya tutupan vegetasi sehingga saat hujan ekstrem terjadi, daerah menjadi lebih rentan terhadap aliran deras, longsor, dan “tsunami kayu” yang menghanyutkan rumah dan infrastruktur.

Laporan internasional dan lokal menyebutkan hilangnya tutupan hutan sebagai faktor penting yang memperparah dampak bencana.

Menanggapi tudingan publik, PT Toba Pulp Lestari mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah peran mereka sebagai pemicu banjir, mengatakan kegiatan operasional dilakukan sesuai prinsip Pengelolaan Hutan Lestari dan standar lingkungan yang berlaku, serta menyatakan kesediaan untuk bersinergi dengan pemeriksaan dan dialog resmi.

Siapa Toba Pulp Lestari?

PT Toba Pulp Lestari (sering disingkat TPL) adalah salah satu perusahaan pulp & paper yang selama ini disebut-sebut sebagai pemain besar di sektor pulp di Indonesia bagian Sumatra. Jejak perusahaan ini bermula dari perusahaan-perusahaan pulp yang berdiri pada dekade 1980-an; dalam beberapa liputan media disebut pula bahwa TPL memiliki sejarah penamaan dan struktur yang berubah, salah satunya terkait nama lama seperti INRU/Inti Indorayon pada tahap tertentu.

Itu tidak salah, pada awalnya Toba Pulp Lestari  bernama Inti Indorayon Utama. Perusahaan ini pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada 18 Juni 1990. Berdasarkan prospektus IPO, konglomerat Sukanto Tanoto menggenggam 27,7% saham Indorayon. Selain itu juga tercatat nama Polar Yanto Tanoto memegang 6,5% saham Indorayon sebelum IPO. 

Kala itu Sukanto tercatat sebagai komisaris utama dan Yanto sebagai direktur. Dalam prospektus juga disebutkan bahwa Indorayon merupakan bagian dari Raja Garuda Mas, yang kini disebut Royal Golden Eagle

baca juga

Hingga per 31 Oktober 2025, mayoritas saham Toba Pulp Lestari dimilik oleh Allied Hill Limited. Perusahaan yang beralamat di Hong  Kong tersebut memiliki 1.285.265.467 saham atau 92,54%. Pemegang manfaat akhir perusahaan adalah Joseph Oetomo

Secara operasional, TPL bergerak pada pengelolaan tanaman pulp (hutan tanaman industri / HTI), produksi pulp (serat kayu untuk bahan baku kertas), dan penjualan bahan baku pulp ke industri kertas domestik dan ekspor.

Perusahaan ini memasok serat untuk pabrik-pabrik kertas dan produk turunan yang menyokong rantai pasok industri kertas nasional.

Kepemilikan: benarkah Luhut atau Sukanto Tanoto?

Dalam pemberitaan awal setelah bencana, muncul juga klaim beragam soal siapa pemilik di balik TPL — ada hoaks dan spekulasi yang menyebut nama-nama politikus atau pengusaha terkenal. Namun verifikasi media dan catatan publik menunjukkan nama yang paling sering dikaitkan adalah Sukanto Tanoto, pendiri dan ketua Royal Golden Eagle (RGE), yang sejak lama dikenal berkecimpung di sektor pulp, kelapa sawit, dan industri terkait. Jejak kepemilikan dan struktur grup bisnis memang kompleks dan berubah-ubah sepanjang waktu sehingga klaim kepemilikan tunggal harus dilihat berdasarkan data pendaftaran saham dan akta terakhir.

Sementara itu, isu yang beredar di media sosial menyebutkan keterkaitan Luhut Binsar Pandjaitan dengan TPL. Pada 4 Desember 2025, Luhut melalui juru bicara resmi membantah keras bahwa ia memiliki, berafiliasi, atau terlibat secara finansial dengan PT Toba Pulp Lestari. Pernyataan ini dilaporkan media dan disampaikan untuk meredam rumor yang mulai viral. Pernyataan bantahan Luhut menegaskan bahwa klaim kepemilikannya adalah tidak benar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Sentil Pejabat Panggul Beras Bantuan: Gak Perlu Pencitraan, Serahkan Langsung!

DPR Sentil Pejabat Panggul Beras Bantuan: Gak Perlu Pencitraan, Serahkan Langsung!

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:55 WIB

Investigasi Banjir Sumatra: Bahlil Fokus Telusuri Tambang di Aceh dan Sumut

Investigasi Banjir Sumatra: Bahlil Fokus Telusuri Tambang di Aceh dan Sumut

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:52 WIB

Viral Bupati Bireuen Sebut Tanah Banjir Cocok Ditanami Sawit, Tuai Kecaman Publik

Viral Bupati Bireuen Sebut Tanah Banjir Cocok Ditanami Sawit, Tuai Kecaman Publik

Tekno | Kamis, 04 Desember 2025 | 19:49 WIB

Terkini

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

4 Shio Diprediksi Paling Hoki setelah 14 September 2026, Hidup Makin Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:55 WIB

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:54 WIB

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:50 WIB

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tutorial Menghitung Volume dan Luas Permukaan Tabung Tanpa Tutup

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 18:48 WIB

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 18:45 WIB

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Cara Merawat Kulit Berjerawat agar Tetap Sehat dan Skin Barrier Terjaga

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 18:42 WIB

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

×