Pengelola SPPG di Bogor Klaim 90 Persen Sumber Pangan MBG Sudah Lokal

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 16 Desember 2025 | 15:43 WIB
Pengelola SPPG di Bogor Klaim 90 Persen Sumber Pangan MBG Sudah Lokal
SPPG Mutiara Keraton Solo. (Suara.com/Lilis Varwati)
baca 10 detik
  • SPPG Mutiara Keraton Solo mengklaim mayoritas bahan pangan MBG berasal dari sumber lokal sekitar 90 persen.
  • Sumber pangan tersebut didapat dari kebun yang dikelola bersama petani lokal melalui pendampingan kualitas produksi.
  • Jimmy Hantu menyatakan petani menjadi pihak paling diuntungkan karena rantai pasok program MBG berfokus kearifan lokal.

Suara.com - Pengelola Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Mutiara Keraton Solo, Jimmy Hantu, mengklaim sebagian besar sumber pangan yang digunakan dalam operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berasal dari bahan lokal. Klaim tersebut disampaikan merespons imbauan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin agar SPPG mengutamakan bahan pangan lokal.

Jimmy menegaskan, penggunaan bahan pangan lokal bukan hal baru bagi SPPG yang dikelolanya. Menurut dia, hal tersebut memang seharusnya menjadi prinsip dalam pelaksanaan program MBG.

“Kalau saya nggak ada tantangan ya. Karena kita biasa melakukan itu, memang harusnya demikian,” ujar Jimmy ditemui di area SPPG Mutiara Keraton Solo, Bogor, Selasa (16/12/2025).

Mengenai porsi bahan pangan lokal, Jimmy menyebut belum bisa memastikan seluruhnya berasal dari dalam negeri. Namun, ia mengklaim mayoritas sumber pangan yang digunakan sudah berbasis lokal dan berasal dari perkebunan dan peternakannua sendiri.

“Kalau saya katakan 100 persen, enggak. Saya katakan 90 persen bahan lokal,” ujarnya.

Jimmy menjelaskan, sumber pangan tersebut sebagian besar berasal dari kebun yang dikelola bersama petani lokal. Ia menyebut pihaknya juga aktif memberikan pendampingan kepada petani agar kualitas produksi sesuai kebutuhan dapur MBG.

“Yang pasti (sumber pangan) lebih banyak dari kebun saya. Karena kami mengajarkan kepada petani, ini cara tanam bayam yang benar, ini cara ternak ayam yang baik, ini cara tanam jagung yang baik dan sebagainya,” kata dia.

Menurut Jimmy, pola tersebut membuat petani menjadi bagian dari rantai pasok SPPG. Ia menilai justru petani menjadi pihak yang paling diuntungkan dari program MBG.

“Program ini yang paling diuntungkan petani sebenarnya, bukan yang punya dapur. Ini yang paling banyak duit seharusnya petani. Dapur tuh berapa sih duitnya, nggak ada duitnya kalau bisa dikatakan,” ujarnya.

baca juga

Jimmy menambahkan, seluruh isi ompreng yang dibagikan kepada penerima manfaat pada dasarnya merupakan hasil pangan lokal. Karena itu, ia menilai penguatan rantai pasok berbasis kearifan lokal perlu menjadi perhatian bersama.

“Tapi petani uangnya sangat besar. Karena total isi ompreng itu isinya adalah makanan. Nah makanan ini makanan lokal. Ini mungkin perlu disikapi bersama-sama. Kita benar-benar rantai pasok untuk kearifan lokal berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 50,3 Juta Penerima di Seluruh Indonesia

Foto | Selasa, 16 Desember 2025 | 13:06 WIB

BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG

BGN Dorong SPPG Turun Langsung ke Sekolah Beri Edukasi Gizi Program MBG

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 12:04 WIB

BGN Minta Kepala SPPG Awasi Ketat Proses Memasak dan Distribusi MBG

BGN Minta Kepala SPPG Awasi Ketat Proses Memasak dan Distribusi MBG

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 10:26 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×