Inovasi Penanganan Bencana di Indonesia, Tiga Pelajar SMA Memperkenalkan Drone Rajawali

Vania Rossa

Selasa, 16 Desember 2025 | 15:55 WIB
Inovasi Penanganan Bencana di Indonesia, Tiga Pelajar SMA Memperkenalkan Drone Rajawali
Tiga pelajar SMA Indonesia ciptakan Drone Rajawali berbasis AI. (Suara.com/Clarencia Gita Jelita)
  • Tiga pelajar Indonesia dari Tim Bayu Sakti menciptakan Drone Rajawali berbasis AI untuk mitigasi bencana.
  • Drone Rajawali mampu pemetaan area terdampak dan mendeteksi kerusakan struktur tanpa GPS stabil.
  • Inovasi ini meraih juara pertama World Robot Games dan peringkat keempat World Robot Summit 2025.

Suara.com - Indonesia dikenal sebagai negara yang rawan bencana alam. Di balik kondisi geografis yang menantang, masalah lain kerap muncul saat bencana terjadi, mulai dari akses yang terputus hingga terbatasnya informasi kondisi di lapangan. Dari kegelisahan inilah lahir inovasi Drone Rajawali, karya tiga pelajar SMA Indonesia.

Mereka adalah Ksatria Wibawa Putra Murti dan Owen Tay Jia Hao, siswa kelas 11 ACS Jakarta, serta Arga Wibawa, lulusan SMA Al Irsyad Satya Islamic School. Bersama dalam Tim Bayu Sakti, ketiganya mengembangkan Drone Rajawali sebagai drone berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus membantu proses penanganan bencana.

Drone Rajawali bukan sekadar drone biasa. Alat ini mampu bergerak secara mandiri dan memetakan area terdampak bencana, mendeteksi tanda bahaya seperti retakan bangunan, label hazard, hingga kerusakan struktur yang berisiko membahayakan tim penyelamat. Data yang dikumpulkan menjadi acuan penting dalam menentukan langkah evakuasi dan mitigasi risiko.

Inovasi ini sudah menembus kancah internasional. Tim Bayu Sakti berhasil meraih peringkat keempat dunia dalam kategori Drone Disaster Challenge di ajang World Robot Summit (WRS) 2025 di Fukushima, Jepang. Tak lama kemudian, mereka juga menyabet juara pertama kategori Innovation AI Robot dalam World Robot Games (WRG) di Taipei, Taiwan, menjadikan mereka tim Indonesia pertama yang meraih prestasi di kedua ajang bergengsi tersebut.

Bagi Ksatria, pengembangan Drone Rajawali lahir dari keinginan menghadirkan solusi nyata untuk persoalan yang sering luput dari perhatian.

“Korban bencana tidak selalu jatuh saat bencana terjadi, tetapi justru ketika bantuan terlambat datang akibat terputusnya akses dan komunikasi. Drone Rajawali diharapkan dapat membantu pemetaan risiko, memberikan jalur aman, serta memperluas jangkauan tim penyelamat di jam-jam krusial,” ujarnya.

Owen menambahkan bahwa teknologi drone adalah solusi yang relatif lebih terjangkau dan memungkinkan dikembangkan mandiri di Indonesia. Arga menilai pengakuan di tingkat internasional menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia mampu menciptakan inovasi kompetitif dan relevan dengan kebutuhan global.

Tiga pelajar SMA Indonesia ciptakan Drone Rajawali berbasis AI. (Suara.com/Clarencia Gita Jelita)
Tiga pelajar SMA Indonesia ciptakan Drone Rajawali berbasis AI. (Suara.com/Clarencia Gita Jelita)

Peran sekolah juga menjadi kunci keberhasilan ini. Tim Bayu Sakti mengapresiasi ACS Jakarta yang memberikan dukungan selama proses pengembangan Drone Rajawali, mulai dari fleksibilitas akademik hingga pendampingan guru. Dukungan ini memungkinkan mereka menyeimbangkan kegiatan belajar dengan riset dan kompetisi.

Drone Rajawali dirancang untuk menjawab tiga tantangan utama dalam penanganan bencana: keselamatan tim penyelamat, keterbatasan akses, dan minimnya personel. Dengan teknologi pengenalan gambar berbasis AI dan sensor LIDAR, drone tetap dapat berfungsi meski tanpa GPS dan jaringan komunikasi stabil. Antarmuka kendali yang sederhana membuatnya mudah dioperasikan di lapangan.

Meski sudah menuai berbagai prestasi, Tim Bayu Sakti menyadari bahwa pengembangan Drone Rajawali masih berada pada tahap awal. Mereka berharap teknologi ini terus disempurnakan dan menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak inovasi anak muda Indonesia yang berdampak langsung pada keselamatan dan kemanusiaan.

(Reporter: Clarencia Gita Jelita)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polisi Telusuri Kemungkinan Tersangka Baru dalam Kasus Kebakaran Ruko Terra Drone

Polisi Telusuri Kemungkinan Tersangka Baru dalam Kasus Kebakaran Ruko Terra Drone

Video | Senin, 15 Desember 2025 | 14:00 WIB

Borok Penangkapan Dirut Terra Drone Dibongkar, Pengacara Sebut Polisi Langgar Prosedur Berat

Borok Penangkapan Dirut Terra Drone Dibongkar, Pengacara Sebut Polisi Langgar Prosedur Berat

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 21:25 WIB

DPR Desak BRIN Ubah Pendekatan Penanganan Bencana: Fokus Riset, Mitigasi, dan Pendidikan

DPR Desak BRIN Ubah Pendekatan Penanganan Bencana: Fokus Riset, Mitigasi, dan Pendidikan

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:23 WIB

Terkini

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:18 WIB

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:57 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:29 WIB

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

Ada Perbaikan Videotron, Jalur Cepat Semanggi Ditutup Lima Malam

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:28 WIB

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

KPK Dalami Dugaan Suap Rp21 Miliar Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:15 WIB

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

Datang ke Jakarta Fair Bisa Sekalian Bayar Pajak Kendaraan, Begini Caranya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:06 WIB

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

Jangan Tergiur SIM Instan! Korlantas: Hanya Polri Institusi Sah Terbitkan Izin Mengemudi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:02 WIB