Wamendiktisaintek Soroti Peran Investasi Manusia dan Inovasi untuk Kejar Indonesia Emas 2045

Vania Rossa | Suara.com

Kamis, 18 Desember 2025 | 20:55 WIB
Wamendiktisaintek Soroti Peran Investasi Manusia dan Inovasi untuk Kejar Indonesia Emas 2045
Wamendiktisaintek Stella Christie (dok. Ist)
  • Pemerintah menekankan investasi pada SDM, riset, dan inovasi sebagai kunci daya saing ekonomi Indonesia menuju 2045.
  • Forum tersebut mendorong pergeseran dari *brain drain* menuju *brain gain* melalui kolaborasi riset global dan diaspora.
  • Anggaran riset 2025 meningkat signifikan, dengan target pengembangan *research university* dan spesialisasi riset unggulan.

Suara.com - Upaya menuju Indonesia Emas 2045 menuntut penguatan serius pada kualitas sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Di tengah tantangan brain drain atau keluarnya talenta terbaik ke luar negeri, pemerintah menilai investasi pada pendidikan tinggi dan riset menjadi kunci menjaga daya saing ekonomi nasional.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi jangka panjang tidak bisa dilepaskan dari penguatan ide dan inovasi. Tanpa itu, ekonomi berisiko terjebak dalam kondisi stagnan.

“Tanpa investasi pada ide dan inovasi, pertumbuhan ekonomi akan berhenti pada steady state,” ujar Stella dalam Human Development Synergy Forum yang digelar Kemenko PMK bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia dan Yayasan Bicara Data Indonesia di Jakarta, Kamis (18/12).

Forum tersebut mendorong pergeseran paradigma dari brain drain menuju brain gain dan brain circulation, yakni dengan menarik talenta diaspora untuk kembali berkontribusi serta membangun jejaring kolaborasi riset global. Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat SDM, sains, dan pendidikan.

Mengacu teori pertumbuhan ekonomi Paul Romer, Stella menyebut investasi pada SDM, pengetahuan, dan inovasi berdampak langsung pada peningkatan ekonomi. Kenaikan investasi riset sebesar 10 persen, kata dia, berpotensi mendongkrak PDB sekitar 0,2 persen dalam jangka pendek dan hingga 0,9 persen dalam jangka panjang.

Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, anggaran riset 2025 meningkat signifikan menjadi Rp3,2 triliun atau melonjak 218 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini didorong oleh optimalisasi dana LPDP yang kini dapat langsung disalurkan ke universitas.

Pemerintah juga menargetkan pembangunan research university yang kuat dan berdampak ekonomi nyata, bukan sekadar mengejar kuantitas publikasi. Stella mencontohkan Stanford University yang menghasilkan manfaat ekonomi tahunan sekitar US$2,7 triliun dan menciptakan jutaan lapangan kerja.

Selain itu, ia menekankan pentingnya strategi spesialisasi riset. Indonesia, misalnya, memiliki keunggulan di sektor rumput laut dengan nilai pasar global mencapai US$12 miliar, namun masih didominasi ekspor bahan mentah.

“Jangan investasi kecil-kecil di semua bidang. Kita harus fokus pada niche yang kita miliki,” ujarnya.

Dukungan industri juga dinilai krusial. Saat ini, kontribusi sektor swasta terhadap pendanaan riset di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara maju. Stella menilai perlu ada keyakinan bahwa riset berbasis teknologi dan ide saintifik mampu menghasilkan profit tinggi.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Ojat Darojat, menyoroti lemahnya daya saing inovasi Indonesia yang masih didominasi pola pembelajaran rote learning. Akibatnya, pengetahuan yang dihasilkan kerap tidak terkonversi menjadi inovasi nyata.

“Kita masih memproduksi pengetahuan, belum mengaplikasikannya,” kata Ojat.

Data Global Innovation Index 2024 menempatkan Indonesia di peringkat 55 dari 139 negara, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya, sekaligus berada di posisi keenam di ASEAN. Kesenjangan antara kapasitas riset dan output ekonomi dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Executive Director Yayasan Bicara Data Indonesia, Yenny Bachtiar, menilai brain drain seharusnya dipandang sebagai peluang membangun brain gain melalui kemitraan strategis berbasis data. Menurutnya, kebijakan riset harus disusun dengan data yang akurat agar berdampak langsung pada pembangunan.

Senada, Program Manager FES Indonesia, Rina Julvianty, menegaskan pentingnya kemitraan multipihak dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan riset nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Kritik Rektor Paramadina, Wamendiktisaintek Tegaskan Fokus Pemerintah Bukan Kuota PTN

Jawab Kritik Rektor Paramadina, Wamendiktisaintek Tegaskan Fokus Pemerintah Bukan Kuota PTN

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 10:48 WIB

Banjir Sumatra dan Mimpi Indonesia Emas: Mau Lari ke Mana Kalau Lantainya Amblas?

Banjir Sumatra dan Mimpi Indonesia Emas: Mau Lari ke Mana Kalau Lantainya Amblas?

Your Say | Selasa, 16 Desember 2025 | 17:01 WIB

Batam Berupaya Tingkatkan Kualitas SDM dan Tekan Angka Pengangguran

Batam Berupaya Tingkatkan Kualitas SDM dan Tekan Angka Pengangguran

Bisnis | Minggu, 07 Desember 2025 | 10:25 WIB

Terkini

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

Tekan Peredaran Obat-obatan Terlarang, Polres Jakarta Pusat Lakukan Razia di Titik Rawan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:56 WIB

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

Arus Balik Lebaran, Ribuan Penumpang Tiba di Jakarta Lewat Terminal Kampung Rambutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:53 WIB

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

Transjakarta Perbanyak Armada di Stasiun dan Terminal Selama Arus Balik Lebaran

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:49 WIB

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

Keliling Pesantren saat Lebaran, Gus Ipul Minta Doa untuk Sekolah Rakyat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:46 WIB

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

Iran Umumkan Kapal Boleh Lewat Selat Hormuz, Kecuali Teman Israel dan Amerika Serikat

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:40 WIB

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

Jepang Krisis Energi karena Perang AS - Israel vs Iran, Cadangan BBM Mulai Dilepas

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:09 WIB

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

Gus Yaqut Dibawa ke Rutan Tanpa Borgol, KPK Sebut Aman

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

Sempat Jadi Tahanan Rumah, Gus Yaqut Disebut Derita Gerd Hingga Asma

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:46 WIB

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

KPK Ungkap Alasan Gus Yaqut Dikembalikan ke Rutan

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:43 WIB

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

Siang Ini, Wilayah Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Lebat dan Angin Kencang

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:31 WIB