KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun

Erick Tanjung, Dea Hardiningsih Irianto

Jum'at, 19 Desember 2025 | 14:53 WIB
KPK Prihatin Tangkap Sejumlah Jaksa dalam Tiga OTT Beruntun
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyampaikan soal penangkapan sejumlah jaksa dalam tiga operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (19/12/2025). [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • KPK prihatin setelah menangkap sejumlah oknum jaksa dalam tiga OTT berbeda.
  • OTT dilakukan di Banten, Kabupaten Bekasi, dan Kalimantan Selatan secara beruntun.
  • Selain jaksa, KPK juga tangkap bupati, pengacara, dan pihak swasta.

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan keprihatinannya setelah menangkap sejumlah jaksa dalam tiga operasi tangkap tangan (OTT) yang berbeda di Banten, Bekasi, dan Kalimantan Selatan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pihaknya sangat prihatin karena tindak pidana korupsi ini justru diduga dilakukan oleh aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan korupsi.

“Tentunya dalam setiap tindak pidana korupsi, yang dirugikan adalah masyarakat,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Berikut adalah rincian dari tiga operasi tangkap tangan tersebut:

1. OTT di Banten dan Jakarta
KPK menangkap sembilan orang, termasuk seorang jaksa bernama Reddy Zulkarnain, dua pengacara, dan enam pihak swasta. Kasus ini kemudian diserahkan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk penanganan lebih lanjut.

2. OTT di Kabupaten Bekasi
Dalam operasi ini, KPK mengamankan 10 orang. Berdasarkan informasi yang beredar, pihak yang turut diamankan adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara dan ayahnya, Haji Kunang, yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan suap proyek. Namun, KPK belum mengonfirmasi secara resmi identitas para pihak tersebut.

3. OTT di Kalimantan Selatan
Terbaru, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan. Dua orang dari Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara ditangkap dan telah tiba di Gedung KPK pada Jumat pagi untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Budi Prasetyo menegaskan bahwa KPK akan terus menindak tegas praktik korupsi tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan aparat penegak hukum.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaksa Kejati Banten Terjaring OTT KPK, Diduga Peras WNA Korea Selatan Rp 2,4 Miliar

Jaksa Kejati Banten Terjaring OTT KPK, Diduga Peras WNA Korea Selatan Rp 2,4 Miliar

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:24 WIB

OTT KPK di Bekasi, Bupati Ade Kuswara dan Ayahnya Disebut Ikut Diamankan

OTT KPK di Bekasi, Bupati Ade Kuswara dan Ayahnya Disebut Ikut Diamankan

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:12 WIB

Gurita Harta Rp79 M Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang Kena OTT KPK, dari 31 Tanah ke Mustang

Gurita Harta Rp79 M Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang yang Kena OTT KPK, dari 31 Tanah ke Mustang

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 13:05 WIB

Terkini

Museum Nasional dan Ratusan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Museum Nasional dan Ratusan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

×