Mahfud MD Bongkar Borok Polri: Masuk Akpol Pakai Jatah, Mau Jadi Brigjen Mesti Bayar?

Bangun Santoso

Senin, 22 Desember 2025 | 18:07 WIB
Mahfud MD Bongkar Borok Polri: Masuk Akpol Pakai Jatah, Mau Jadi Brigjen Mesti Bayar?
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD (tengah), memberikan keterangan pers usai menyerap aspirasi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/12/2025). ANTARA/Luqman Hakim
baca 10 detik
  • Mahfud MD dari KPRP menyoroti dugaan praktik kotor rekrutmen dan promosi di tubuh Polri.
  • Ditemukan adanya ketidakadilan promosi dan dugaan biaya untuk mengikuti pendidikan demi kenaikan pangkat.
  • Proses rekrutmen calon taruna Akpol juga dikritik karena telah diwarnai sistem penjatahan dan politik.

Suara.com - Praktik 'jalur orang dalam' hingga dugaan setor uang demi jabatan di Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menjadi sorotan tajam.

Kali ini, suara keras datang dari Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Mahfud MD, yang blak-blakan mengakui bahwa isu rekrutmen dan promosi menjadi salah satu borok yang tengah didalami secara serius.

Berbicara di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Senin (22/12/2025), Mahfud menegaskan bahwa masalah klasik ini menjadi salah satu fokus utama komisi dalam upaya membenahi institusi Bhayangkara.

"Rekrutmen, promosi, rotasi, dan sebagainya itu menjadi bagian yang dibahas," ujar Mahfud sebagaimana dilansir Antara.

Salah satu persoalan kronis yang dicatatnya adalah ketidakadilan dalam proses kenaikan pangkat.

Menurutnya, ada fenomena di mana anggota yang berprestasi dan memenuhi syarat justru kariernya mandek, sementara mereka yang belum layak bisa melesat naik pangkat dengan cepat.

"Kita mencatat ada orang yang pangkatnya 'enggak' naik-naik, ada orang yang belum memenuhi syarat tiba-tiba sudah naik pangkat," kata dia.

Lebih mengejutkan lagi, Mahfud mengungkap adanya dugaan praktik transaksional di luar mekanisme resmi.

Ia mencontohkan adanya 'biaya' yang harus dikeluarkan oleh anggota untuk bisa mengikuti pendidikan tertentu demi mendapatkan promosi jabatan strategis, seperti pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

baca juga

"Bahkan, orang ikut Sespim (Sekolah Staf dan Pimpinan Polri) agar dapat Brigjen, dan sebagainya itu bayar. Bayar ke siapa? Ya bayar ke temannya yang ngurus," ujar dia.

Mahfud menjelaskan bahwa praktik lancung ini sulit terdeteksi karena dilakukan di 'bawah tangan' dan tidak akan pernah tercatat dalam rekening resmi institusi.

"Kalau ditanya di rekeningnya Polri, enggak ada, kan, tidak boleh bayar itu," lanjut Mahfud.

Kritik tajam tak berhenti di situ. Pintu masuk untuk menjadi perwira polisi melalui Akademi Kepolisian (Akpol) juga tak luput dari sorotan.

Mahfud menyebut proses rekrutmen calon taruna kini diwarnai oleh sistem penjatahan yang mengabaikan prinsip meritokrasi.

"Jadi rekrutmen mau masuk Akpol juga sekarang sudah pakai jatah-jatahan juga. Sehingga produk-produk beberapa tahun terakhir ini tidak selektif sebenarnya, tapi karena kedekatan hubungan, karena hubungan politik, dan sebagainya," beber dia.

Menurutnya, berbagai temuan mengkhawatirkan ini tidak hanya menjadi catatan, tetapi sedang dalam proses pendalaman intensif oleh tim KPRP untuk dicarikan solusi permanen.

"Itu semua menjadi bahan diskusi yang cukup mendalam, dan itu nanti akan diputus melalui masukan-masukan," kata Mahfud.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareskrim Ringkus 17 Pengedar Narkoba Jelang DWP 2025 di Bali, Ada 6 Sindikat!

Bareskrim Ringkus 17 Pengedar Narkoba Jelang DWP 2025 di Bali, Ada 6 Sindikat!

News | Senin, 22 Desember 2025 | 16:55 WIB

Respons Putusan MK, Setyo Budiyanto Tegaskan KPK Masih Perlukan Penyidik dari Polri

Respons Putusan MK, Setyo Budiyanto Tegaskan KPK Masih Perlukan Penyidik dari Polri

News | Senin, 22 Desember 2025 | 16:49 WIB

Soroti Penangkapan Massal, Mahfud MD Minta Penahanan Ribuan Demonstran Dievaluasi

Soroti Penangkapan Massal, Mahfud MD Minta Penahanan Ribuan Demonstran Dievaluasi

News | Senin, 22 Desember 2025 | 16:40 WIB

Mahfud MD Soroti Rekrutmen dan Promosi Polri, Ada Ketimpangan Kenaikan Pangkat

Mahfud MD Soroti Rekrutmen dan Promosi Polri, Ada Ketimpangan Kenaikan Pangkat

News | Senin, 22 Desember 2025 | 14:53 WIB

Habiburokhman: KUHAP Baru Jadi Terobosan Konstitusional Reformasi Polri

Habiburokhman: KUHAP Baru Jadi Terobosan Konstitusional Reformasi Polri

News | Senin, 22 Desember 2025 | 13:11 WIB

Mutasi Polri: Jenderal Polwan Jadi Wakapolda, 34 Srikandi Lain Pimpin Direktorat dan Polres

Mutasi Polri: Jenderal Polwan Jadi Wakapolda, 34 Srikandi Lain Pimpin Direktorat dan Polres

News | Minggu, 21 Desember 2025 | 10:23 WIB

Boni Hargens: 5 Logical Fallacies di Argumentasi Komite Reformasi Polri Terkait Perpol 10/2025

Boni Hargens: 5 Logical Fallacies di Argumentasi Komite Reformasi Polri Terkait Perpol 10/2025

News | Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:15 WIB

Terkini

RUU Perampasan Aset Akan Diketok 15 Desember, Sahroni Prediksi Tetap Ada Protes

RUU Perampasan Aset Akan Diketok 15 Desember, Sahroni Prediksi Tetap Ada Protes

News | Senin, 07 September 2026 | 12:50 WIB

10 Rekomendasi Lagu JKT48 Menemanimu Mengerjakan Skripsi, Bikin Semangat!

10 Rekomendasi Lagu JKT48 Menemanimu Mengerjakan Skripsi, Bikin Semangat!

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 12:50 WIB

Soetta-Halim Ditutup, Ini Daftar 6 Bandara Alternatif untuk Penerbangan

Soetta-Halim Ditutup, Ini Daftar 6 Bandara Alternatif untuk Penerbangan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:46 WIB

Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

Puluhan Penerbangan dari Singapura ke Jakarta Batal, Buntut Letusan Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 12:46 WIB

Air Mawar Sariayu untuk Jenis Kulit Apa? Cek Kandungan dan Review

Air Mawar Sariayu untuk Jenis Kulit Apa? Cek Kandungan dan Review

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:45 WIB

Purbaya Mau Potong Lagi Anggaran MBG, Bisa Kurang dari Rp 200 Triliun

Purbaya Mau Potong Lagi Anggaran MBG, Bisa Kurang dari Rp 200 Triliun

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:41 WIB

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG 30 Hari

Ratusan Santri Sidoarjo Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG 30 Hari

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 12:39 WIB

Mesin Mobil Bisa Jebol Akibat Abu Vulkanik? Ini Fakta Mengejutkan dan Solusinya

Mesin Mobil Bisa Jebol Akibat Abu Vulkanik? Ini Fakta Mengejutkan dan Solusinya

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 12:37 WIB

Mengapa SE Menkomdigi soal Kuota Hangus Melenceng dari Putusan MK?

Mengapa SE Menkomdigi soal Kuota Hangus Melenceng dari Putusan MK?

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 12:37 WIB

Robot Humanoid Chery Group Catat Rekor Sertifikasi Keamanan Internasional

Robot Humanoid Chery Group Catat Rekor Sertifikasi Keamanan Internasional

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 12:34 WIB

×