Papua Bukan Ruang Kosong: Aksi Damai Desak Tinjau Proyek Tebu Merauke

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 23 Desember 2025 | 12:46 WIB
Papua Bukan Ruang Kosong: Aksi Damai Desak Tinjau Proyek Tebu Merauke
Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai kreatif di depan kantor Kementerian Koordinator Perekonomian untuk mengkritik deforestasi besar-besaran di Merauke karena PSN Tebu, yang menyasar 560.000 hektare lahan di Papua bagian selatan.© Jurnasyanto Sukarno / Greenpeace
baca 10 detik
    • Aksi damai soroti risiko PSN tebu terhadap hutan Papua
    • Masyarakat Adat suarakan dampak sosial dan hilangnya ruang hidup
    • Aktivis dorong evaluasi PSN yang partisipatif dan berkelanjutan

Suara.com - Di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan dan ketahanan pangan nasional, perdebatan soal Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua kembali mengemuka.

Di Jakarta, Greenpeace Indonesia bersama anak muda Papua menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, mengajak publik meninjau kembali proyek tebu skala besar di Merauke yang dinilai berisiko terhadap hutan dan ruang hidup Masyarakat Adat.

Aksi tersebut dikemas lewat pertunjukan simbolik. Instalasi seni dari material daur ulang dan batang tebu dibangun sebagai representasi kekhawatiran atas ekspansi perkebunan.

Pesan yang dibawa sederhana namun tegas: Papua bukan ruang kosong, melainkan wilayah dengan ekosistem dan komunitas yang telah hidup dan mengelolanya secara turun-temurun.

Kekhawatiran ini muncul menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam forum percepatan pembangunan Papua, yang membuka peluang pengembangan kebun tebu, sawit, dan singkong sebagai bagian dari strategi pangan dan energi nasional.

Bagi kelompok masyarakat sipil, arah kebijakan tersebut perlu dibarengi evaluasi menyeluruh agar tidak mengulang pola pembangunan yang telah memicu bencana ekologis di berbagai wilayah Indonesia.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Belgis Habiba, menilai proyek tebu Merauke berpotensi menjadi salah satu sumber deforestasi terbesar di Papua selatan.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman di wilayah lain menunjukkan pembukaan hutan skala besar kerap berujung pada krisis ekologis dan sosial yang sulit dipulihkan.

“Papua berada di titik penting. Jika pembangunan terus berjalan tanpa perlindungan ekosistem dan hak Masyarakat Adat, risikonya akan ditanggung lintas generasi,” ujar Belgis.

baca juga

Dalam aksi tersebut, suara Masyarakat Adat disampaikan langsung. Vincen Kwipalo, warga adat Yei dari Merauke, menggambarkan dampak kehadiran perusahaan perkebunan di wilayahnya, mulai dari penggusuran tanah hingga konflik sosial di tingkat kampung.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tapi pembangunan harus melihat nasib Masyarakat Adat yang hidup dari tanah dan hutan. Kalau ruang hidup kami hilang, masa depan kami juga ikut hilang,” kata Vincen.

Berdasarkan catatan Greenpeace Indonesia, proyek tebu Merauke mencakup sekitar 560.000 hektare, dengan sebagian besar wilayah masih berupa hutan alami, lahan basah, dan sabana yang memiliki fungsi ekologis penting. Data ini menjadi dasar tuntutan agar pemerintah mempertimbangkan kembali skala dan lokasi proyek.

Alih-alih menolak pembangunan secara keseluruhan, Greenpeace mendorong evaluasi kebijakan PSN yang lebih partisipatif, melibatkan Masyarakat Adat sejak tahap perencanaan, memperkuat perlindungan ekosistem kunci, serta membuka alternatif strategi pangan yang tidak bergantung pada deforestasi.

Bagi para penggiat lingkungan, masa depan Papua dapat dibangun dengan pendekatan berbeda: pembangunan yang menghormati pengetahuan lokal, menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan, dan memastikan pertumbuhan ekonomi tidak meninggalkan warga yang telah lama menjaga tanahnya.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Obral Insentif! ESDM Lelang 8 Blok Migas Tahap III: Ada 'Raksasa' Papua 15 Miliar Barel

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 12:23 WIB

Jalan Pulang yang Terhenti, Saat Motor Mendadak Mati di Tengah Kebun Tebu

Jalan Pulang yang Terhenti, Saat Motor Mendadak Mati di Tengah Kebun Tebu

Your Say | Senin, 22 Desember 2025 | 18:50 WIB

Harga Cabai Rawit di Papua Pedas, Tembus Rp125 Ribu/Kg

Harga Cabai Rawit di Papua Pedas, Tembus Rp125 Ribu/Kg

Bisnis | Senin, 22 Desember 2025 | 13:15 WIB

Terkini

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Viva Face Tonic Spirulina untuk Jenis Kulit Apa? Kenali Fungsinya agar Tak Salah Pilih

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:25 WIB

×