Mengenal JakTirta, 'Senjata Baru' Pemprov DKI Senilai Rp2,62 Triliun untuk Melawan Banjir

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 24 Desember 2025 | 13:35 WIB
Mengenal JakTirta, 'Senjata Baru' Pemprov DKI Senilai Rp2,62 Triliun untuk Melawan Banjir
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan sambutan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. (Suara.com/ Dinda Pramesti K)
baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memulai JakTirta Project senilai Rp2,62 triliun untuk pengendalian banjir jangka menengah.
  • Proyek ini diresmikan Gubernur Pramono Anung pada 24 Desember 2025 dan mencakup empat klaster utama.
  • Kegiatan meliputi pembangunan polder, embung, tanggul pantai, dan revitalisasi sungai di seluruh wilayah Jakarta.

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai Proyek Pengendalian Banjir dan Rob Jakarta 2025–2027 atau JakTirta Project dengan total anggaran Rp2,62 triliun.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi penanganan banjir jangka menengah yang dinilai lebih terencana dan tidak bersifat sporadis.

Peresmian proyek dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu (24/12/2025) di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan JakTirta merupakan bagian dari Quick Wins Program 100 Hari Gubernur dan Wakil Gubernur Pramono Anung–Rano Karno, sekaligus telah ditetapkan sebagai Program Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2024.

Menurut Ika, pembangunan pengendalian banjir dan rob ini dibagi ke dalam empat klaster utama, yakni pembangunan sistem polder, kali dan sungai, embung atau waduk, serta pembangunan dan penguatan tanggul pengaman pantai.

Adapun paket kegiatan yang telah melalui proses tender meliputi 9 paket pembangunan sistem polder di 13 lokasi dengan penambahan 63 unit pompa baru, 2 paket pembangunan embung di 3 lokasi, 2 paket pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 2 kilometer, serta revitalisasi sungai sepanjang 2 kilometer.

“Dengan nilai total anggaran sebesar Rp2,62 Triliun Rupiah,” ujar Ika.

Proyek JakTirta akan menyasar kawasan-kawasan yang secara historis mengalami genangan berulang berdasarkan data periode 2020–2024.

Kawasan tersebut mencakup seluruh wilayah administrasi Jakarta, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara.

baca juga

Pelaksanaan proyek ini juga melibatkan sejumlah BUMN dan perusahaan konstruksi, di antaranya PT Adhi Karya, PT Brantas Abipraya, PT Nindya Karya, PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Jaya Konstruksi, PT Modern Widya Technical, dan PT Suburo Jayana Indah Corp.

Dalam arahannya, Pramono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menengah, termasuk normalisasi sungai Ciliwung, Kali Krukut.

Kemudian tanggul-tanggul yang juga harus diatasi dan dipersiapkan dari sekarang. Termasuk polder-polder dan embung dan sebagainya.

Paparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (24/12/2025). (Suara.com/ Dinda Pramesti K)
Paparan Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum. di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (24/12/2025). (Suara.com/ Dinda Pramesti K)

“Yang saya senang adalah, planning kita, rencana kita untuk mengatasi banjir ini tidak bersifat sporadis. Tidak bersifat hanya jangka pendek. Tetapi lebih ke jangka menengah,” kata Pramono.

Politikus PDIP itu juga menegaskan agar pembangunan dilakukan secara terpadu, bertahap, dan berkelanjutan, serta mengingatkan jajarannya agar tidak melakukan pembebasan lahan yang tidak relevan dengan kebutuhan penanganan banjir.

“Saya juga berpesan Saudara-saudara sekalian, jangan kemudian mengerjakan sesuatu yang tidak perlu dikerjakan. Apa itu? Membebaskan lahan, seakan-akan dibuat embung, tetapi tidak dibutuhkan untuk penanganan banjir secara keseluruhan,” tegas Pramono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Targetkan Sampah Bantargebang Hilang 2 Tahun, Pramono Tinggal Tunggu Arahan Bangun PLTSa

Pemerintah Targetkan Sampah Bantargebang Hilang 2 Tahun, Pramono Tinggal Tunggu Arahan Bangun PLTSa

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:18 WIB

Pemprov DKI Kirim 27 Ton Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

Pemprov DKI Kirim 27 Ton Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 09:26 WIB

Pramono Anung Targetkan Pembahasan UMP Jakarta 2026 Segera Rampung

Pramono Anung Targetkan Pembahasan UMP Jakarta 2026 Segera Rampung

Video | Senin, 22 Desember 2025 | 22:15 WIB

Jakarta 'Puasa' Kembang Api Tahun Baru 2026, Solidaritas Bencana Sumatra Jadi Alasan Utama

Jakarta 'Puasa' Kembang Api Tahun Baru 2026, Solidaritas Bencana Sumatra Jadi Alasan Utama

News | Senin, 22 Desember 2025 | 18:01 WIB

Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Jadi Malam Galang Dana Bencana Sumatra

Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta Jadi Malam Galang Dana Bencana Sumatra

News | Senin, 22 Desember 2025 | 17:54 WIB

Terkini

Remisi Sakit Indra Kenz Diperiksa, Ada Risiko Ditarik Kembali ke Lapas

Remisi Sakit Indra Kenz Diperiksa, Ada Risiko Ditarik Kembali ke Lapas

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:02 WIB

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 16:00 WIB

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Kenapa Ban Mobil Botak Sebelah? Intip Ciri dan Panduan Rotasi si Kulit Bundar

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Asal Natuna Tewas Dibom Drone Ukraina

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:58 WIB

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

Remisi Sakit Indra Kenz Diinvestigasi! Bisa Kembali ke Lapas Jika Dibatalkan

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:55 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Istri Eks Sekjen Kemnaker  Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

Istri Eks Sekjen Kemnaker Hery Sudarmanto Dipanggil KPK terkait Kasus Pemerasan RPTKA

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:48 WIB

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

Kenalin Om Jauh Deputi Bakom Timothy Ivan, Heryanto Tanaka Penyuap Hakim Agung

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:44 WIB

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

5 Tahun Dibiarkan Semrawut, Kabel di Kuningan Barat Bikin Pengendara Sering Terpeleset!

News | Rabu, 30 September 2026 | 15:43 WIB

×