Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan

Erick Tanjung, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 01 Januari 2026 | 20:57 WIB
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
Ilustrasi tawuran (Antara)
baca 10 detik
  • Tawuran pecah di tiga lokasi awali tahun baru 2026 di Jakarta.
  • Akar masalahnya adalah dendam komunal, masalah kesejahteraan, dan pencarian eksistensi.
  • Solusi pemerintah dinilai dangkal, butuh penataan pemukiman dan penyaluran energi positif.

Suara.com - Jakarta mengawali tahun baru 2026 dengan catatan kelam, di mana aksi tawuran pecah di tiga lokasi berbeda sejak Kamis (1/1/2026) dini hari. Insiden kekerasan ini terjadi di kawasan Klender, Ciracas, dan Manggarai, yang merupakan titik panas konflik menahun.

Pengamat sosial, Rissalwan Habdy Lubis, menganalisis bahwa fenomena ini memiliki dua karakter berbeda; tawuran berbasis dendam komunal dan tawuran berbasis pencarian eksistensi.

Dendam dan Eksistensi

Rissalwan menyoroti khusus konflik di Manggarai yang menurutnya berakar dari dendam sejarah selama lima dekade, yang bisa dipicu oleh persoalan sepele.

"Kalau yang di Manggarai itu sudah pasti karena dendam. Gara-gara petasan nyasar, langsung dianggap cari gara-gara. Ini cerita lama, sudah hampir 50 tahun," ujar Rissalwan kepada Suara.com.

Sementara itu, tipe tawuran lainnya biasanya dilakukan oleh kelompok pemuda atau geng motor yang sengaja mencari panggung untuk menunjukkan kekuatan.

"Kalau karakter anak-anak tongkrongan, ini biasanya cuma mau menunjukkan eksistensi saja," jelas Rissalwan.

Kritik Solusi 'Manggarai Bersholawat'

Rissalwan juga mengkritik upaya Gubernur Jakarta, Pramono Anung, yang dinilainya masih menyentuh permukaan. Acara "Manggarai Bersholawat" yang digelar tahun lalu dianggapnya tidak menyentuh akar masalah.

baca juga

"Ibarat mengobati rasa sakit, itu hanya menghilangkan sakitnya sesaat, tapi akar masalahnya tidak disembuhkan," tegasnya.

Menurutnya, akar masalah tawuran komunal di Manggarai adalah tingkat stres yang tinggi akibat pola pemukiman yang padat serta masalah kesejahteraan yang belum tuntas.

Untuk memutus siklus kekerasan, Rissalwan mengusulkan beberapa solusi jangka panjang, di antaranya:

  • Penataan ulang pemukiman padat untuk mengurangi tingkat stres warga.
  • Penyediaan aktivitas positif untuk menyalurkan energi pemuda, seperti lomba konten bulanan yang terinspirasi dari Korea Selatan.
  • Pemberian beasiswa ke luar negeri bagi anak-anak di wilayah rawan konflik.

"Kalau bisa, anak-anaknya dikasih beasiswa luar negeri, biar putus dari dendam, karena mereka mendengar obrolan orang tuanya," usulnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil dan Statistik Lengkap Allano Lima Winger Brasil Tumpuan Persija Jakarta

Profil dan Statistik Lengkap Allano Lima Winger Brasil Tumpuan Persija Jakarta

Bola | Kamis, 01 Januari 2026 | 19:33 WIB

Jadwal BRI Super League Minggu Ini, Ada Persija Jakarta vs Persijap di GBK

Jadwal BRI Super League Minggu Ini, Ada Persija Jakarta vs Persijap di GBK

Bola | Kamis, 01 Januari 2026 | 19:30 WIB

Gelandang Brasil Ungkap Rahasia Performa Apik Persija Jakarta Saat Bermain di Rumah Sendiri

Gelandang Brasil Ungkap Rahasia Performa Apik Persija Jakarta Saat Bermain di Rumah Sendiri

Bola | Kamis, 01 Januari 2026 | 19:05 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×