Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa

Selasa, 06 Januari 2026 | 10:31 WIB
Prabowo: Kritik Itu Bagus, tapi Fitnah dan Kebohongan Bisa Merusak Bangsa
Presiden Prabowo Subianto. (Antara/Fathur Rochman).
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo bedakan antara kritik yang bagus dan fitnah yang merusak.
  • Menurutnya, semua agama melarang fitnah, bahkan lebih kejam dari pembunuhan.
  • Ia ingatkan bahaya kebohongan yang dapat menimbulkan perpecahan dan kebencian.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kritik dan koreksi, namun menolak keras praktik fitnah dan kebohongan yang dinilainya dapat merusak persatuan bangsa. Ia menekankan bahwa semua agama melarang perbuatan tersebut.

"Ada yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Lho, demokrasi silakan, koreksi silakan, kritik bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus," kata Prabowo dalam pidatonya di Perayaan Natal Nasional di Tennis Indoor Senayan, Senin (5/1/2026).

Ia menegaskan bahwa fitnah dilarang oleh semua agama.

"Semua agama tidak mengizinkan fitnah. Saya yakin di agama Kristen demikian juga," sambungnya.

Prabowo lantas mengutip ajaran dalam agama Islam untuk menggambarkan betapa berbahayanya fitnah.

"Kalau di agama Islam ada itu ajarannya, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Bayangkan. Jadi yang kita harus waspada sekarang," kata Prabowo.

Selain fitnah, Presiden juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya kebohongan yang disebarkan untuk memecah belah.

"Kebohongan itu tidak baik. Apalagi kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, perpecahan, dan kebencian. Ini bisa merusak kita semua," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Ajak PDIP Kerja Sama Meski di Luar Pemerintahan, Dukung Pramono Jadi Gubernur DKI

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI