Bicara MBG, Prabowo Kutip Pesan Bung Karno: Perut Lapar Tak Bisa Tunggu

Bangun Santoso | Novian Ardiansyah | Suara.com

Selasa, 06 Januari 2026 | 16:01 WIB
Bicara MBG, Prabowo Kutip Pesan Bung Karno: Perut Lapar Tak Bisa Tunggu
Presiden Prabowo Subianto. (Ist)
  • Presiden Prabowo mendesak percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat taklimat di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
  • Program MBG diprioritaskan karena 20 persen anak Indonesia masih mengalami kekurangan gizi berdasarkan kajian.
  • Dalam setahun, MBG menjangkau 55 juta penerima manfaat, melampaui capaian Brazil yang butuh sebelas tahun.

Suara.com - Di tengah suasana strategis taklimat awal tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan sebuah pernyataan yang menggema hingga ke akar rumput.

Mengutip langsung semangat Proklamator Soekarno, Prabowo menegaskan tidak ada waktu untuk menunda urusan perut rakyat, mendesak percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh negeri.

Pesan itu disampaikan Prabowo di hadapan para menterinya dalam retret yang digelar di markasnya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026). Ia mengingatkan bahwa esensi kepemimpinan adalah keberpihakan total pada mereka yang kelaparan.

"Saya ingat kata-kata pendahulu-pendahulu kita, salah satu ucapan Bung Karno, 'the hungry stomach cannot wait', perut yang lapar tidak bisa tunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab, pemimpin yang punya hati, pemimpin yang punya kepedulian harus bekerja keras untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan," kata Prabowo.

Gebrakan untuk program ambisius ini bukan tanpa alasan. Prabowo memaparkan data kajian yang menjadi landasan utama mengapa MBG menjadi prioritas.

Hasil kajian tersebut menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan, sekitar 20 persen anak-anak Indonesia masih berjuang melawan kekurangan gizi. Angka ini bahkan melonjak drastis di beberapa daerah hingga menembus lebih dari 30 persen.

Kondisi ini diperparah dengan kenyataan pahit di mana masih banyak anak bangsa yang terpaksa berangkat ke sekolah dengan perut kosong atau hanya berbekal asupan gizi yang sangat minim. Bagi Prabowo, ini adalah alarm darurat yang harus segera direspons.

Hingga data terakhir per 6 Januari 2026, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam kurun waktu satu tahun pelaksanaannya, MBG telah berhasil menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat, yang terdiri dari anak-anak usia sekolah hingga ibu hamil yang membutuhkan nutrisi ekstra.

Prabowo bahkan membandingkan capaian ini dengan negara lain untuk menunjukkan skala keberhasilan Indonesia. Ia menyebut, capaian ini melampaui apa yang dilakukan oleh negara sekelas Brazil.

"Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui contoh Brazil, Presiden Brazil menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Kita 1 tahun mencapai 55 juta penerima manfaat," katanya.

Meski begitu, Presiden tidak menutup mata terhadap realita di lapangan. Ia secara terbuka mengakui bahwa dalam pelaksanaannya, masih ditemukan sejumlah kekurangan dan potensi penyimpangan.

Namun, ia menjamin bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Proses evaluasi, pengawasan ketat, serta langkah-langkah pengamanan terus digulirkan secara berkelanjutan untuk menambal setiap celah.

Pemerintah, kata Prabowo, menargetkan sebuah tujuan yang nyaris sempurna: pelaksanaan program yang mendekati 100 persen tanpa cacat. Perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap berdasarkan pemantauan dan temuan langsung di lapangan.

"kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik boleh dikatakan bahwa kita 99,99% berhasil. Jadi saudara-saudara tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai," kata Presiden.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah puas dan akan terus mengejar kesempurnaan dalam distribusi program krusial ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?

Momen Jenaka di Retret Hambalang: Prabowo Minta Koalisi Awasi Terus Cak Imin, Kenapa?

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:49 WIB

Prabowo ke Kabinet: Kalau Orang Jahat Mengejek Kita, Berarti Kita Benar

Prabowo ke Kabinet: Kalau Orang Jahat Mengejek Kita, Berarti Kita Benar

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:30 WIB

Bakal Ada Evaluasi Besar-besaran? Ini Bocoran Retret Kabinet di Hambalang

Bakal Ada Evaluasi Besar-besaran? Ini Bocoran Retret Kabinet di Hambalang

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:21 WIB

Taklimat Prabowo di Retret Hambalang: Singgung Evaluasi Kerja 2025 dan Sasaran ke Depan

Taklimat Prabowo di Retret Hambalang: Singgung Evaluasi Kerja 2025 dan Sasaran ke Depan

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:05 WIB

Dasco Ungkap Alasan Prabowo Buat Retret Kabinet di Hambalang: Satukan Visi untuk Program 2026

Dasco Ungkap Alasan Prabowo Buat Retret Kabinet di Hambalang: Satukan Visi untuk Program 2026

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 14:58 WIB

Jawab Dukungan Presiden Prabowo, Pramono Anung: Gubernur Harus Bisa Bekerja Sama dengan Pusat

Jawab Dukungan Presiden Prabowo, Pramono Anung: Gubernur Harus Bisa Bekerja Sama dengan Pusat

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:33 WIB

Retret di Hambalang Fokus Bahas Kondisi Ekonomi, 12 Menteri Dijadwalkan Beri Paparan

Retret di Hambalang Fokus Bahas Kondisi Ekonomi, 12 Menteri Dijadwalkan Beri Paparan

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:27 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:23 WIB

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:17 WIB

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:15 WIB

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:54 WIB

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:50 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek

News | Rabu, 08 April 2026 | 20:53 WIB