- Banjir bandang terjadi di Kabupaten Sitaro pada Senin (5/1/2026) dini hari akibat hujan intensitas sangat tinggi selama lima jam.
- Data per Selasa (6/1/2026) mencatat 14 korban meninggal, 18 luka-luka, dan 4 orang masih hilang pasca bencana.
- Empat kecamatan terdampak parah, menyebabkan 21 rumah hanyut dan memaksa 444 warga mengungsi sementara.
Tercatat ada 21 unit rumah yang hanyut atau hilang akibat banjir bandang tersebut. Tak hanya rumah, fasilitas umum ikut mengalami kerusakan.
Akses jalan utama di beberapa titik juga lumpuh total akibat tumpukan material tanah, batu, dan kayu.
5. Ratusan Warga Mengungsi di Titik-Titik Aman
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 444 jiwa atau sekitar 143 Kepala Keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Para pengungsi kini tersebar di beberapa titik evakuasi utama, seperti Gedung GMIST Bethbara dan tempat yang sudah disediakan lainnya.
Pemerintah setempat juga menyediakan kebutuhan dasar seperti, perlengkapan tidur, pakaian anak, serta makanan siap saji.
6. Penetapan Status Tanggap Darurat
Merespon skala bencana yang masif, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangi resmi menetapkan status tanggap darurat bencana Hidrometeorologi melalui surat keputusan nomor 1 tahun 2026.
Status ini berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026, untuk mempercepat mobilisasi bantuan logistik dan pengerahan alat berat ke lokasi bencana.
Baca Juga: Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
Reporter: Tsabita Aulia