Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang

Bangun Santoso

Selasa, 06 Januari 2026 | 18:46 WIB
Gunungan Sampah di Ciputat Muncul Lagi, Bikin Macet Parah, Bau Busuk Menyerang
Sejumlah pengendara melintas di tupukan sampah yang ada di bahu Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. ANTARA/Azmi Samsul M
baca 10 detik
  • Tumpukan sampah setinggi dua meter di Jalan Otista Raya, Ciputat, menyebabkan kemacetan parah dan polusi udara harian bagi warga.
  • Status tanggap darurat sampah di Tangerang Selatan telah berakhir (5 Januari 2026) tanpa perpanjangan sambil menunggu evaluasi menyeluruh.
  • Pemkot Tangsel sedang mempercepat penataan TPA Cipeucang dan merencanakan solusi jangka panjang berbasis teknologi pengelolaan sampah energi.

Suara.com - Pemandangan tak sedap dan aroma busuk yang menyengat kembali menjadi horor harian bagi warga dan pengendara yang melintasi Jalan Otista Raya, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

Timbunan sampah setinggi lebih dari dua meter kini menggunung, tumpah hingga memakan bahu jalan dan memicu kemacetan parah di salah satu urat nadi lalu lintas Tangsel tersebut.

Kondisi ini memaksa kendaraan merayap, menciptakan simpul kemacetan yang sulit terurai, terutama pada jam-jam sibuk.

Bukan hanya soal waktu yang terbuang, kualitas udara di sekitar lokasi pun tercemar parah akibat bau busuk dari tumpukan sampah yang membusuk di bawah terik matahari.

Ilham (40), seorang pengendara yang setiap hari berjibaku dengan situasi ini, mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi pada pagi hari saat volume kendaraan memuncak.

"Kalau pagi saat orang-orang pada masuk kerja arus lalu lintas tersendat karena sebagian jalannya tertutup sampah," ucapnya, Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, penderitaan pengendara diperparah dengan kondisi jalan yang rusak di sekitar lokasi. Kombinasi antara gunungan sampah dan jalan berlubang menjadi paket lengkap penyebab kemacetan kronis. Ilham berharap pemerintah segera bertindak.

"Maunya sampah jangan dibuang di sini, kan di sini juga ada pasar, biar pasar juga bersih dan jalan juga enggak rusak. Kalau bersih kan pengunjung juga bisa ramai," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Keluhan senada datang dari Rara (36), seorang pedagang setempat. Baginya, kemacetan di depan matanya sudah menjadi pemandangan lumrah yang tak kenal waktu.

baca juga

"Macet tiap hari di sini. Pagi dan sore macet terus. Enggak hari libur, enggak hari biasa, memang sering macet di sini," tutur Rara.

Menanggapi krisis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan sebenarnya telah mengambil langkah.

Status kedaruratan sampah sempat ditetapkan melalui keputusan Wali Kota Tangsel yang berlaku mulai 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Namun, status tersebut kini telah berakhir dan pemerintah setempat belum memutuskan untuk memperpanjangnya. Alasannya, evaluasi menyeluruh masih terus dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb Asep Nurdin, menyebut keputusan perpanjangan status akan sangat bergantung pada hasil evaluasi kondisi di lapangan.

"Selama di lapangan masih terdapat tumpukan sampah yang memerlukan penanganan ekstra, maka opsi perpanjangan status tanggap darurat tetap terbuka dan akan diputuskan berdasarkan hasil evaluasi objektif," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik

Dituduh Dalangi Teror, Firdaus Oiwobo Polisikan DJ Donny terkait Pencemaran Nama Baik

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 19:01 WIB

Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel

Kerja Sama dengan Pemkot Serang Bisa Jadi Solusi Sementara Pengelolaan Sampah di Tangsel

News | Minggu, 04 Januari 2026 | 08:00 WIB

CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah

CERPEN: Elvis Presley di Bak Sampah

Your Say | Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:00 WIB

Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional

Satu Dekade Sisumaker Tangsel: Pionir Digitalisasi Birokrasi yang Kini Direplikasi Nasional

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 18:00 WIB

Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025

Dari Sampah hingga AI, Sahya Vidya Nusantara Jadi Ruang Belajar Alternatif di LPB Nasional 2025

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 13:51 WIB

Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman

Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 19:01 WIB

Kerja Sama Sampah Tangsel-Serang Dilakukan Hati-hati, Budi Rustandi: Dana Rp 122 M untuk Warga

Kerja Sama Sampah Tangsel-Serang Dilakukan Hati-hati, Budi Rustandi: Dana Rp 122 M untuk Warga

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

Alarm Jelang MPLS, Mayoritas Kepala Sekolah Rakyat Belum Siap Jalankan Tahun Ajaran Baru

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:19 WIB

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

Tugasnya Hanya Melambaikan Bendera, 1.000 Siswa Dikerahkan Sambut Prabowo-Modi di Yogyakarta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:18 WIB

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

Istri Menteri PU Ikut ke NY Pakai Paspor Diplomatik, Ini Bedanya dengan Paspor Dinas dan Biasa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:16 WIB

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

Marak Pencurian Besi Lagi di Jakarta, Pramono Ancam Cabut KJP hingga Tak Cairkan Bansos Pelaku

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 11:04 WIB

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

Terpaksa Harus Naik, Biaya Haji 2027 Diusulkan Jadi Rp107 Juta

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

Siasat Licik Pengedar Sabu di Bekasi: Sembunyikan Barang Haram dalam Bungkus Pakan Burung

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa

Pelibatan Taruna di Sekolah Rakyat Tuai Kritik, Dinilai Tak Tepat untuk Bentuk Karakter Siswa

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:49 WIB

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

Jelang MPLS 2026/2027, Gus Ipul Beri Pembekalan kepada 191 Sekolah Rakyat

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:34 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:12 WIB

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

Menteri Imipas Buka Suara soal Usulan Napi Penerima Amnesti Wajib Ikut Komcad

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 09:46 WIB

×