Dikhianati Orang Dekat, Rahasia Jatuhnya Maduro Terungkap

Bangun Santoso

Rabu, 07 Januari 2026 | 15:55 WIB
Dikhianati Orang Dekat, Rahasia Jatuhnya Maduro Terungkap
Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelum ditangkap militer AS. [Anadolu Agency]
baca 10 detik
  • Diplomat Senior Ple Priatna mengungkap skenario penggulingan Maduro melibatkan kekuatan asing dan pembelotan internal.
  • Wakil Presiden Delcy Rodriguez diduga menjadi kolaborator utama dalam transisi kekuasaan yang direncanakan.
  • Penggulingan Maduro direncanakan melalui instrumen finansial dan upaya suap, bukan invasi militer terbuka.

Suara.com - Teka-teki di balik krisis kepemimpinan di Venezuela dan jatuhnya Presiden Nicolas Maduro kini jadi sorotan. Diplomat Senior Ple Priatna mengungkap adanya skenario matang yang melibatkan kekuatan asing serta pembelotan di lingkaran inti kekuasaan Maduro.

Priatna menyoroti sosok Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai figur sentral dalam transisi kekuasaan ini.

Menurutnya, posisi Rodriguez sebagai wakil presiden bukan sekadar kebetulan politik. Berbeda dengan Maduro yang dikenal sebagai tokoh sayap kiri radikal, Rodriguez dipandang sebagai sosok yang lebih moderat dan tidak konfrontatif terhadap masyarakat.

"Delcy Rodriguez ini muncul sebagai orang yang dikatakan tidak begitu radikal, tidak begitu keras, jadi bisa diterima. Namun, dari awal ia sudah diintip oleh kekuatan luar untuk digarap menjadi kolaborator," ungkap Priatna dalam kanal YouTube Bambang Widjojanto, Rabu (7/1/2026).

Hal yang mengejutkan adalah informasi mengenai adanya pertemuan rahasia di Doha, Qatar, yang terjadi setahun sebelum kejatuhan Maduro.

Priatna meyakini bahwa pertemuan tersebut ditengahi oleh Qatar dan Uni Emirat Arab dengan tujuan utama mendongkel kekuasaan Maduro.

"Sudah setahun lalu direncanakan untuk digulingkan dan diasingkan ke Qatar atau Turki, niat jahatnya sudah ada sejak lama, dan mereka menggunakan Delcy sebagai kolaborator di dalam," tambahnya.

Skenario penggulingan ini, menurut Priatna, tidak dilakukan melalui invasi militer terbuka, melainkan melalui pelemahan dari dalam menggunakan instrumen finansial.

Ia menyebut adanya upaya sistematis dari pihak asing, diduga melibatkan jaringan intelijen seperti CIA.

baca juga

Priyatna mencontohkan salah satu kegagalan suap yang sempat terjadi pada Juli 2025.

Saat itu, seorang pilot kepercayaan Maduro dikabarkan ditawari uang sebesar 50 juta dolar AS untuk berkhianat, meski upaya tersebut gagal karena sang pilot menolak.

"Ini adalah kombinasi antara ketidaksukaan internal dan pengaruh luar yang sangat besar. Dolar jutaan ditebar untuk menjadikan mereka kolaborator Amerika," jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai mengapa sistem keamanan dan teknologi militer Venezuela yang canggih gagal mendeteksi pergerakan ini, Priyatna menyebut adanya faktor kelengahan atau sabotase internal di menit-menit terakhir.

Ia menilai, meski Maduro sudah menyadari permusuhan dengan Amerika sejak 2015, ia tidak menyangka bahwa pengkhianatan akan datang dari orang-orang paling dekat yang ia percayai.

Akibatnya, kekuatan militer dan radar yang dimiliki Venezuela seolah lumpuh menghadapi skenario pembelotan yang sangat rahasia tersebut.

"Maduro tidak tahu siapa orang dekat yang sebenarnya mendukungnya. Di situlah bahayanya. Mengapa negara sebesar itu bisa meleng di menit terakhir? Itu karena serangan datang dari dalam melalui instrumen suap, bukan sekadar kecanggihan teknologi militer," tutup Priatna.

Krisis di Venezuela ini menjadi pelajaran penting bagi peta geopolitik dunia mengenai bagaimana kekuatan intelijen dan instrumen ekonomi dapat mengubah peta kekuasaan sebuah negara tanpa melalui peperangan konvensional. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global

Harga Minyak Anjlok! Pernyataan Trump Soal Minyak Venezuela Picu Kekhawatiran Surplus Global

Bisnis | Rabu, 07 Januari 2026 | 11:09 WIB

Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela

Greenland Punya Tambang Melimpah, Trump Ngotot Mau Caplok Usai Serang Venezuela

News | Rabu, 07 Januari 2026 | 07:23 WIB

Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya

Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 22:20 WIB

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:34 WIB

Donald Trump Culik Nicolas Maduro, Apakah Amerika Berhak Menangkap Presiden Negara Lain?

Donald Trump Culik Nicolas Maduro, Apakah Amerika Berhak Menangkap Presiden Negara Lain?

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:11 WIB

Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka

Ambisi Panas Trump di Kutub Utara: Incar Greenland, Denmark dan Warga Lokal Murka

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 19:09 WIB

Ada Aksi Demonstrasi di Depan Kedubes AS, Kecam Donald Trump Soal Agresi Militer di Venezuela

Ada Aksi Demonstrasi di Depan Kedubes AS, Kecam Donald Trump Soal Agresi Militer di Venezuela

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 15:45 WIB

Terkini

IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?

IHSG Hari Ini Di Ujung Tanduk, Mampukah Tembus Resistance 6.300?

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Niat Investasi di Lumajang, 2 Pria Ini Malah Kehilangan Koper 1 Miliar

Niat Investasi di Lumajang, 2 Pria Ini Malah Kehilangan Koper 1 Miliar

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 08:00 WIB

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

5 Penyebab Kenapa Nasi di Rice Cooker Cepat Basi dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Pasir Putih Situbondo Dibuka untuk Investor, Investasi Ditaksir Rp40 Miliar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:49 WIB

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

6 Zodiak Paling Tidak Sabar: Anti Lelet dan Benci Hal yang Bertele-tele

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:43 WIB

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

Ekshumasi Sutrimo Digelar Tanpa Keluarga, Kuasa Hukum: Mereka Tak Kuat Lihat Jasad

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:38 WIB

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

GrabAcademy Buka Jalan Mitra Naik Kelas, dari Driver hingga Jadi Pengusaha

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Penjualan Eceran Juli 2026 Diprediksi Tumbuh 0,9 Persen, Makanan dan Minuman Jadi Penopang

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:20 WIB

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

Daftar Tuduhan Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Hingga Divonis Hukuman Mati

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

×