PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Minggu, 11 Januari 2026 | 12:51 WIB
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
PDIP menggelar perhelatan akbar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-53 partai di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • PDIP memutuskan mengambil peran sebagai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo, bukan sebagai oposisi formal.
  • Posisi penyeimbang memungkinkan PDIP mendukung program pro-rakyat sambil tetap mengkritik kebijakan yang tidak sejalan.
  • Menurut kader, sistem presidensial Indonesia tidak mengenal istilah oposisi, sehingga pilihannya adalah di dalam atau di luar pemerintahan.

Suara.com - Teka-teki sikap politik PDI Perjuangan (PDIP) di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akhirnya terjawab dengan satu kata, penyeimbang. Namun, pilihan kata ini memicu pertanyaan, apa bedanya dengan oposisi, dan bukankah ini sikap yang mendua?

Kader Muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, menegaskan bahwa pilihan untuk menjadi penyeimbang adalah keputusan rasional yang telah dipikirkan secara matang, bukan sikap abu-abu.

Ia lantas menjelaskan, posisi ini memungkinkan PDIP untuk tetap objektif, mendukung program yang pro-rakyat, sekaligus mengkritik kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan publik.

PDIP memastikan tidak akan menjadi penghalang buta bagi pemerintahan. Jika ada program yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat, partai berlambang banteng ini justru akan berada di garda terdepan untuk mendukungnya.

"Bahwa hal-hal yang baik, program-program yang baik, capaian yang baik kami harus dukung, itu kami rasa sebagai satu bentuk rasionalitas politik," kata Seno di sela Rakernas ke-5 PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026).

Bukan Oposisi, Ini Logika Konstitusinya

Lalu, mengapa tidak sekalian mendeklarasikan diri sebagai oposisi? Seno memberikan penjelasan mendalam dari sudut pandang sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurutnya, konsep "oposisi" tidak dikenal dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia.

Istilah oposisi, kata Seno, lebih relevan dalam sistem parlementer di mana ada blok pemerintah dan blok penentang yang jelas. Dalam logika oposisi, apa pun yang dilakukan pemerintah akan selalu dianggap salah karena tujuannya adalah menjadi antitesis.

"Di dalam konstitusi kita, kita tidak mengenal yang namanya oposisi karena kalau kita pakai sistem secara berpikir oposisi, apa pun yang dilakukan pemerintah pasti kami akan anggap salah. Karena tujuannya adalah ya sudah ini sebagai suatu bentuk cermin penggala, kami akan menjadi suatu bentuk antitesis," terang Seno.

baca juga

Ia menegaskan bahwa dalam sistem presidensial, pilihannya sederhana, berada di dalam atau di luar pemerintahan. PDIP memilih untuk berada di luar, namun dengan peran aktif sebagai penyeimbang.

"Tetapi logikanya di dalam pemerintahan Indonesia yang menganut asas presidensial maka tidak ada oposisi. Maka sebetulnya kalau ditarik lagi logikanya, tidak ada koalisi. Yang ada adalah di dalam atau di luar pemerintahan," sambung Seno.

Dengan posisi ini, PDIP memposisikan diri sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis bagi pemerintahan Prabowo. Mereka akan memberikan dukungan pada saat-saat genting jika visi pemerintah sejalan dengan ideologi kerakyatan.

"Sehingga pada saat-saat penting, saat-saat genting, kami tentu akan mengambil suatu sikap yang langsung itu mendukung visi dari pemerintah presiden apabila visinya itu kemudian punya napas ideologi yang berpihak kepada rakyat," kata Seno.

Bukti Konkret Sikap Tidak Mendua

Untuk menepis tudingan bersikap mendua, politikus PDIP Guntur Romli menantang publik untuk melihat rekam jejak partai selama ini. Menurutnya, sikap sebagai penyeimbang sudah dipraktikkan dan terbukti konsisten.

Guntur menegaskan bahwa menjadi penyeimbang bukan berarti mendukung semua kebijakan pemerintah. Ia lantas membeberkan sejumlah sikap tegas PDIP yang sering kali berseberangan dengan kekuatan politik mayoritas.

"Yang mungkin sekarang masih banyak yang bertanya, apakah ini sikap yang mendua atau apa pun? Tapi bisa dicek sendiri bagaimana sikap PDI Perjuangan sendiri selama ini," kata Guntur.

"Misalnya isu penolakan Soeharto menjadi pahlawan, nuntut bencana di Sumatra menjadi bencana nasional, dan saat ini sendirian mendukung Pilkada secara langsung dan menolak Pilkada melalui DPRD. Itulah sikap dari PDI Perjuangan," sambung Guntur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya

PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:34 WIB

Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara

Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:29 WIB

Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan

Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:24 WIB

Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi

Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 23:10 WIB

Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan

Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:48 WIB

Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra

Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:44 WIB

Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan

Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan

News | Sabtu, 10 Januari 2026 | 21:39 WIB

Terkini

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Pahami Dilema Orangtua Urban, Nikita Willy Buka Ruang Hadir Utuh Lewat FamFest 2026

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

RiaMiranda Archive Sale 2026 Tawarkan Koleksi Eksklusif dan Promo Menarik dari BRI

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:40 WIB

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Bagaimana Cara Cetak KK Barcode Sendiri Menggunakan Kertas A4?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:35 WIB

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

Bukan Cuma Buat MBG! Bima Arya Luruskan Simpang Siur Anggaran Insentif Daerah Rp1 Triliun

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Ulasan Film Laut Bercerita: Ketika Suara Demokrasi Dibungkam dengan Paksa!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

Magelang Disiapkan Jadi Sentra Susu Baru, Wagub Taj Yasin Pastikan Dukungan Kesehatan Ternak

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:29 WIB

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas agar Perlindungan Kulit Lebih Optimal

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

356 Perusahaan Diperiksa soal Karhutla, Jumhur Ancam Cabut Izin Korporasi Nakal!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:20 WIB

×