PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan

Senin, 12 Januari 2026 | 19:47 WIB
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
Rakernas I PDIP di Ancol, Jakarta Utara, Senin (7/1/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • PDIP desak TNI kembali ke amanat reformasi dan jauhi politik praktis.
  • Pemerintah diminta prioritaskan industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian alutsista.
  • PDIP juga tuntut peningkatan kesejahteraan bagi seluruh prajurit TNI.

Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) secara tegas mengingatkan kembali mandat Reformasi 1998 yang menuntut TNI untuk tetap profesional dan tidak terlibat dalam politik praktis. Desakan ini menjadi salah satu poin utama dalam Rekomendasi Eksternal Rapat Kerja Nasional atau Rakernas I PDIP yang dibacakan pada acara penutupan di Ancol, Jakarta Utara, Senin (7/1/2026).

Sikap politik partai tersebut dibacakan oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham.

Jauhi Politik Praktis, Prioritaskan Industri Dalam Negeri

Dalam rekomendasinya, PDIP menekankan bahwa loyalitas TNI haruslah tunggal, yaitu hanya kepada konstitusi. Selain itu, pemerintah didesak untuk memprioritaskan industri pertahanan dalam negeri demi kemandirian bangsa.

"Rakernas I mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan berlandaskan prinsip kemandirian (Berdikari), memprioritaskan industri dalam negeri," ujar Jamaluddin.

Tata Kelola Internal dan Kesejahteraan Prajurit

Selain kebijakan makro, PDIP juga memberikan rekomendasi terkait tata kelola internal TNI. Sistem promosi dan jenjang karier didorong agar berbasis pada meritokrasi, senioritas, dan keterukuran untuk menjaga soliditas institusi.

Di sisi lain, PDIP juga menaruh perhatian besar pada tingkat kesejahteraan prajurit. Pemerintah didesak untuk memberikan dukungan fasilitas dan tunjangan yang layak, sepadan dengan risiko pengabdian mereka di medan tugas.

"Pemerintah harus menjamin peningkatan kesejahteraan prajurit melalui tunjangan dan fasilitas operasional yang layak, sepadan dengan risiko pengabdian mereka di medan tugas," pungkas Jamaluddin.

Baca Juga: Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI