Pendukung Israel Minta AS Segera Caplok Greenland, RUU Aneksasi Sudah Disiapkan

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:22 WIB
Pendukung Israel Minta AS Segera Caplok Greenland, RUU Aneksasi Sudah Disiapkan
Bendera Greenland (Andershemmingsendk)
  • Anggota Kongres Randy Fine memperkenalkan RUU pada Senin (12/1/2026) untuk menjadikan Greenland sebagai negara bagian Amerika Serikat.
  • Inisiatif ini bertujuan mencegah kontrol wilayah Arktik oleh Rusia dan China karena lokasi serta sumber daya mineralnya.
  • Denmark dan Greenland menolak penjualan kedaulatan, sementara Menteri Luar Negeri AS dijadwalkan bertemu pejabat terkait.

Suara.com - Anggota Kongres dari Partai Republik Amerika Serikat, Randy Fine, secara resmi memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) pada Senin (12/1/2026) yang bertujuan untuk mengesahkan aneksasi Greenland.

Tidak hanya sekadar menjadikannya wilayah teritori, RUU tersebut mengusulkan agar pulau terbesar di dunia itu diterima sebagai salah satu negara bagian Amerika Serikat.

Politisi pendukung Israel dan pendudukan Yahudi ini mengumumkan inisiatif ini melalui platform media sosial X.

Ia menjelaskan bahwa rancangan regulasi tersebut, yang diberi nama Undang-Undang Aneksasi dan Status Negara Bagian Greenland, akan memberikan mandat kepada presiden Amerika Serikat untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dan legal yang diperlukan.

"Undang-undang ini akan memungkinkan presiden untuk menemukan cara yang diperlukan untuk membawa Greenland ke dalam Serikat," tulis Fine dalam unggahannya.

Sebagai salah satu sekutu dekat Presiden Donald Trump, Randy Fine meminta dukungan untuk akuisisi Greenland sebagai base AS karena menurutnya, ada negara rival di wilayah kutub utara.

"Dengan mengakuisisi Greenland, kita akan mencegah musuh kita mengendalikan Wilayah Arktik dan mengamankan sayap utara kita dari Rusia dan China," tegas Fine, dikutip via Anadolu dan Antara.

Berdasarkan draf RUU tersebut, presiden diberi wewenang penuh untuk membuka negosiasi dengan Kerajaan Denmark guna membahas proses aneksasi atau akuisisi Greenland.

 Laporan ini harus memuat rencana perubahan hukum federal yang mendetail untuk mempercepat proses transisi Greenland menjadi negara bagian AS yang baru.

Wacana pembelian Greenland sebenarnya bukan hal baru bagi Donald Trump. Namun, pada awal 2026 ini, ambisi tersebut kembali disuarakan dengan nada yang lebih mendesak.

Pada Minggu (11/1), Trump menyatakan kepada awak media bahwa kepemilikan penuh atas Greenland adalah harga mati guna mencegah infiltrasi kekuatan asing.

"Kita berbicara tentang akuisisi, bukan penyewaan, bukan kepemilikan jangka pendek. Kita berbicara tentang akuisisi. Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan melakukannya, dan itu tidak akan terjadi selama saya menjadi presiden," ungkap Trump.

Trump makin ngotot ingin mencaplok Greendland karena menurutnya wilayah otonom Denmark ini memiliki lokasi yang sangat vital bagi radar pertahanan rudal dan jalur pelayaran internasional masa depan.

Selain itu, kekayaan sumber daya mineralnya yang belum terjamah menjadi daya tarik ekonomi yang luar biasa. Trump bahkan sempat menyamakan rencana akuisisi ini dengan sebuah "kesepakatan properti besar" yang menjadi kebutuhan absolut bagi keamanan ekonomi Negeri Paman Sam.

Sikap AS ini menunjukkan arogansi secara langsung, terlebih, Greenland adalah bagian dari Denmark. 

Kopenhagen secara berulang kali menegaskan bahwa kedaulatan Denmark atas pulau tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

Greenland, sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark, memiliki pemerintahan sendiri yang mengelola urusan domestik.

Respons dari para pemimpin di Nuuk (ibu kota Greenland) tetap konsisten: Greenland terbuka untuk bisnis dan kerja sama ekonomi, namun bukan untuk dimiliki oleh negara lain.

Situasi diplomatik ini diperkirakan akan semakin intens dalam beberapa hari ke depan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja untuk bertemu dengan para pejabat tinggi di Denmark dan Greenland pekan ini.

Pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi babak baru dalam perdebatan kedaulatan wilayah Arktik yang semakin memanas.

Greenland telah lama menarik minat militer AS, terutama dengan keberadaan Pangkalan Udara Pituffik (sebelumnya Thule Air Base) yang menjadi bagian dari sistem peringatan dini rudal balistik.

Namun, dengan mencairnya es di kutub akibat perubahan iklim, rute pelayaran baru dan akses ke deposit mineral langka telah mengubah Greenland menjadi pusat perebutan pengaruh global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 13 Januari 2026 | 11:21 WIB

Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas

Harga Emas dan Perak Meroket Usai Sengketa Trump vs The Fed Makin Memanas

Bisnis | Senin, 12 Januari 2026 | 18:38 WIB

Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal

Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal

News | Senin, 12 Januari 2026 | 18:20 WIB

Terkini

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

Bantah 'Disingkirkan' Karena Ungkap Kasus Korupsi, Polda Sulut: Aipda Vicky Pensiun Dini

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:13 WIB

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

Satgas PRR Percepat Huntap dan Huntara Demi Hunian Layak Penyintas Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:11 WIB

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:50 WIB

Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana

Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:35 WIB

Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak  Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya

Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 16:05 WIB

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:33 WIB

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5  Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5 Jam di Istana Sambil Bawa Catatan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:31 WIB

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui

News | Jum'at, 03 April 2026 | 15:02 WIB

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah

News | Jum'at, 03 April 2026 | 14:57 WIB