Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:53 WIB
Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
baca 10 detik
  • Said Iqbal menuntut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengembalikan SK UMSK 2026 di 19 wilayah Jawa Barat.
  • Said menuduh Gubernur Jabar memanipulasi opini publik menggunakan konten media sosial untuk kebijakan upah.
  • Partai Buruh mendesak pengembalian kebijakan upah minimum sesuai rekomendasi bupati/wali kota setempat.

Suara.com - Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, melontarkan kritik pedas terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Di sela-sela aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (15/1/2026), Said meminta Gubernur Jabar berhenti memanipulasi opini publik melalui konten media sosial dalam menentukan kebijakan strategis, terutama soal upah.

Said mendesak Dedi Mulyadi untuk segera mengembalikan Surat Keputusan (SK) Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2026 di 19 wilayah Jawa Barat.

Ia menilai langkah Gubernur Jabar yang mengubah atau menghilangkan UMSK telah melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 yang ditandatangani Presiden Prabowo.

"Gubernur Jawa Barat KDM itu melawan. Di situ dikatakan tidak boleh mengubah, menghilangkan, mengurangi daripada UMSK. UMSK itu enggak boleh. Tapi KDM diubah," ujar Said kepada wartawan di depan Gedung DPR RI.

Said menyoroti gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilainya terlalu mengandalkan pencitraan digital. Ia memperingatkan bahwa penggunaan media sosial untuk menutupi realitas kebijakan sangat berbahaya bagi kesejahteraan buruh dan rakyat.

"KDM pintar memanipulasi rakyat, memanipulasi buruh-buruh dengan menggunakan apa? Konten. Menggunakan apa? Media sosial. Dia gunakan media sosial, berbahaya sekali untuk kebijakan-kebijakan," tegasnya.

Ia mencontohkan beberapa persoalan di Jawa Barat yang menurutnya sengaja dikemas berbeda di media sosial.

"Coba lihat jalan di Sumedang. Jalan di Sumedang rusak, tapi melalui kontennya diklaim jalan di Provinsi Jawa Barat semua baik. BPJS Ketenagakerjaan itu enggak dibayar kok utangnya, tapi menggunakan konten seolah-olah tidak ada masalah," tambahnya.

baca juga

Lebih lanjut, Said menyayangkan sikap Gubernur yang dianggap terlalu reaktif di media sosial, bahkan hingga meladeni kritik dari kalangan komika dengan konten balasan, alih-alih fokus pada substansi kebijakan.

"Hentikan dengan konten-konten media sosial, itu berbahaya. Jangan kebijakan dijawab dengan konten. Sekelas komika saja dijawab sama KDM itu, memalukan. Masa komika dijawab dengan konten?" katanya.

Sebagai tuntutan akhir, Partai Buruh meminta agar kebijakan upah di 19 kabupaten/kota di Jawa Barat dikembalikan sesuai dengan rekomendasi yang telah diajukan oleh para bupati dan wali kota masing-masing daerah.

"Kita minta kebijakan upah minimum UMSK di 19 kabupaten/kota dikembalikan ke SK yang sudah direkomendasikan oleh 19 bupati/wali kota dari kabupaten/kotanya masing-masing," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!

Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presiden Partai Buruh: Cuma Untungkan Bandar Politik!

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:52 WIB

Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok

Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:40 WIB

Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang

Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:37 WIB

Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker

Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 09:44 WIB

Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah

Pasar Kerja Timpang, Belasan Juta Pekerja Dipaksa Terima Upah Murah

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:24 WIB

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:22 WIB

Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup

Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 07:16 WIB

BSU 2026 Kapan Cair? Cek Informasi Terkini dan Cara Cek Penerima Bantuan

BSU 2026 Kapan Cair? Cek Informasi Terkini dan Cara Cek Penerima Bantuan

Lifestyle | Kamis, 08 Januari 2026 | 16:37 WIB

Said Iqbal Bongkar 'Janji Manis' KDM Soal Upah: Katanya Tak Ubah Rekomendasi, Faktanya Malah Dicoret

Said Iqbal Bongkar 'Janji Manis' KDM Soal Upah: Katanya Tak Ubah Rekomendasi, Faktanya Malah Dicoret

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 15:56 WIB

Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!

Buruh Tuntut UMP DKI Rp5,89 Juta, Said Iqbal: Ngopi di Hotel Saja Rp50 Ribu!

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 13:50 WIB

Terkini

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:06 WIB

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 19:03 WIB

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:00 WIB

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 18:58 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

×