Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 15 Januari 2026 | 16:40 WIB
Said Iqbal Desak UMP DKI 2026 Jadi Rp5,89 Juta: Kerja di Jakarta Itu Nombok
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Said Iqbal dari KSPI menggelar unjuk rasa di DPR RI pada 15 Januari 2026 menuntut revisi UMP DKI Jakarta 2026.
  • Tuntutan utama buruh adalah kenaikan UMP DKI 2026 menjadi Rp5,89 juta sesuai 100 persen Kebutuhan Hidup Layak.
  • Said Iqbal mendesak Gubernur DKI menggunakan diskresi atau memberikan subsidi upah Rp200.000 selama setahun.

Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Kamis (15/1/2026) siang.

Said Iqbal menuntut revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2026 karena menilai upah saat ini membuat pekerja terus mengalami defisit keuangan atau "nombok".

Ia menegaskan bahwa tuntutan utama buruh adalah kenaikan UMP DKI 2026 menjadi Rp5,89 juta, yang setara dengan 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Selain itu, buruh juga meminta Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) ditetapkan 5 persen di atas KHL.

Menurutnya, pendapatan per kapita Jakarta saat ini sudah melampaui kota-kota besar dunia seperti Moskow, Beijing, hingga Bangkok, yakni mencapai 21.000 US Dollar per tahun atau sekitar Rp28 juta per bulan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan upah buruh jauh di bawah angka tersebut.

"Jakarta itu kota yang mahal. Gubernur Pramono Anung harus paham itu. Bahwa orang yang bekerja di Jakarta dengan pendapatan Rp5,73 juta itu nombok. Kalau mengacu kepada KHL saja, nomboknya Rp160.000. Kita semua, kamu semua, siapapun yang kerja di Jakarta, hidup untuk nombok. Bahkan kan memalukan," tegas Said kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Ia juga menyoroti kejanggalan upah di Jakarta yang justru lebih rendah dibandingkan daerah penyangga seperti Bekasi dan Karawang.

Said mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menggunakan diskresi dan tidak terpaku pada regulasi PP Nomor 49 dalam menetapkan upah.

baca juga

"Harusnya Gubernur kan lihat dong, lihat upah di sekitar, Bekasi dan Karawang masa lebih besar dari DKI? Kan berulang-ulang kita ingatkan. Gunakan diskresi," lanjutnya.

Sebagai solusi jika ada perusahaan yang merasa keberatan dengan kenaikan tersebut, Said Iqbal mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi upah sebesar Rp200.000 selama satu tahun, berkaca pada kebijakan di Sao Paulo (Brasil) dan Sydney (Australia).

"Kalau kamu sebagai Gubernur tidak mau pabrik tutup, dan juga buruh, karyawan, pekerja, orang-orang yang kerja di gedung-gedung bertingkat ini juga enggak susah, subsidi upah dong. Berapa? Rp200.000. Selama berapa? Satu tahun," tuturnya.

Said pun meminta Komisi terkait di DPR RI untuk segera memanggil Gubernur DKI Jakarta guna meyakinkan penggunaan diskresi atau pemberian subsidi upah tersebut.

Ia menilai kondisi buruh yang harus bekerja dengan upah pas-pasan di kota semahal Jakarta adalah bentuk ketidakadilan yang nyata.

"Jangan melindungi kaum pemodal saja. Orang suruh kerja di Jakarta, hidup pas-pasan. Enggak adil," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang

Buruh Kecewa, Agenda Audiensi di DPR Batal karena Anggota Dewan Sudah Pulang

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:37 WIB

Perjuangan Hak Perempuan: 4 Film Sinema Dunia yang Menginspirasi Perubahan Sosial

Perjuangan Hak Perempuan: 4 Film Sinema Dunia yang Menginspirasi Perubahan Sosial

Your Say | Rabu, 14 Januari 2026 | 17:12 WIB

Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker

Buruh Kembali Demo Besok: Dari Masalah Upah, Tolak Pilkada via DPRD Hingga Copot Wamenaker

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 09:44 WIB

Pesangon dan THR Tertahan, Mantan Buruh Sritex Demo Pengadilan

Pesangon dan THR Tertahan, Mantan Buruh Sritex Demo Pengadilan

Foto | Senin, 12 Januari 2026 | 19:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak

Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 19:34 WIB

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:22 WIB

Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup

Suara dari Aksi Buruh: Hidup di Jakarta Butuh Rp6,4 Juta, Upah Saat Ini Tak Cukup

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 07:16 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×