Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:36 WIB
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
Pemprov DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Kamis (15/1/2026). [Dok. Pemprov DKI Jakarta]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI perpanjang operasi modifikasi cuaca untuk antisipasi puncak hujan.
  • Operasi penyemaian garam di awan ini diperpanjang hingga 22 Januari 2026.
  • Langkah ini dinilai lebih efisien daripada menanggung kerugian akibat bencana banjir.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan untuk memperpanjang durasi Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC sebagai langkah antisipasi untuk membendung ancaman banjir besar di Ibu Kota. Kebijakan ini diambil setelah BMKG memprediksi puncak hujan lebat akan terjadi pada 18-20 Januari 2026.

Awalnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan operasi ini berlangsung selama lima hari sejak 13 Januari. Namun, kegiatan penyemaian garam di awan kini resmi dilanjutkan hingga 22 Januari 2026.

Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem

Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa operasi ini merupakan kolaborasi intensif antara Pemprov DKI, BMKG, dan TNI Angkatan Udara. Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah-wilayah rawan.

"BPBD melaksanakan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Isnawa dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

Ia menambahkan, upaya ini melengkapi berbagai langkah mitigasi lain yang telah dilakukan, seperti optimalisasi pompa, pengerukan saluran, dan penyiagaan personel di lapangan.

Anggaran Fleksibel Disiapkan

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa kebijakan modifikasi cuaca adalah upaya preventif yang dinilai lebih efisien dibandingkan harus menanggung kerugian akibat banjir.

Pemprov DKI bahkan telah menyiapkan skema anggaran yang fleksibel untuk mendukung operasi "tameng langit" ini hingga satu bulan penuh jika diperlukan.

Baca Juga: Perempuan Berselimut Air Hujan

"Kami sudah menganggarkan untuk 30 hari ini. Kalau harus setiap hari melakukan modifikasi cuaca, akan kami lakukan," tutur Pramono pada Selasa (13/1/2026).

"Karena hitungan kami, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca," pungkasnya.

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

Siklon Tropis Grant BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Siklon Tropis Grant BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat

Video
Jum'at, 26 Desember 2025 | 17:00 WIB

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI